
REALITANYANEWS, CILEGON – Menteri Pekerjaan Umum (PU) RI Dody Hanggodo meninjau langsung proyek pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara di ruas Serdang–Bojonegara–Merak yang melintasi Kawasan Industri Wilmar, Cilegon, Banten, Senin (6/7/2026) malam.
Dalam kunjungan yang berlangsung sekitar pukul 19.19 WIB tersebut, Dody didampingi Gubernur Banten Andra Soni dan Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas.
Peninjauan dilakukan untuk memastikan progres proyek strategis yang diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan pengguna jalan di kawasan industri Banten.

Jalan Strategis Menuju Kawasan Industri dan Pelabuhan
Ruas Jalan Serdang–Bojonegara memiliki panjang total 31,42 kilometer, dengan penanganan aktif sepanjang 18,93 kilometer. Jalan ini menjadi jalur utama kendaraan berat menuju dan dari Kawasan Industri Bojonegara, kawasan tambang atau quarry, hingga Pelabuhan Bandar Bakau Jaya (BBJ).
Dalam proyek tersebut, pemerintah akan memperlebar jalan dari semula dua lajur menjadi empat lajur sepanjang sekitar 10 kilometer, dimulai dari Simpang Seruni hingga melewati Pelabuhan BBJ.
Pemerintah memastikan pekerjaan pelebaran dilakukan tanpa mengganggu badan jalan eksisting sehingga aktivitas masyarakat tetap dapat berjalan selama proses konstruksi berlangsung.

Menteri PU Targetkan Jalan Menjadi Empat Lajur
Dody mengatakan pelebaran menjadi empat lajur merupakan solusi untuk mengakomodasi tingginya aktivitas kendaraan masyarakat dan angkutan industri yang selama ini menggunakan ruas jalan tersebut.
Namun, ia mengakui proses pelebaran membutuhkan dukungan pembebasan lahan karena sebagian sisi jalan telah dipenuhi bangunan milik warga.
"Saya diskusi dengan Pak Wakil Bupati dan Pak Gubernur, diharapkan bisa menjadi empat lajur, tidak hanya dua lajur. Namun kondisi di sini sudah penuh bangunan, sehingga penyiapan lahannya akan dibantu oleh pemerintah daerah," ujar Dody.Menurutnya, Detail Engineering Design (DED) pelebaran jalan telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten. Selanjutnya, proses pembebasan lahan akan dilaksanakan oleh Pemprov Banten bersama pemerintah daerah setempat.
"Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama kita bisa benar-benar memperlebar jalan ini sehingga masyarakat yang menggunakan jalan lama tidak terganggu dengan adanya aktivitas industri," tambahnya.
Aktivitas Warga dan Industri Tetap Berjalan
Dody menegaskan proyek pelebaran jalan tetap mengutamakan kepentingan masyarakat. Selama pekerjaan berlangsung, jalan yang ada akan tetap difungsikan sehingga mobilitas warga tidak terganggu.
Selain itu, pemerintah juga memastikan aktivitas dunia usaha di kawasan industri tetap berjalan normal mengingat jalur tersebut merupakan akses penting menuju pelabuhan dan kawasan pertambangan.
"Di sana ada pelabuhan dan kawasan tambang batu, sehingga aktivitas industri dan bisnis harus tetap bergerak agar roda perekonomian di Banten semakin maju," katanya.
Dukung Distribusi Logistik dan Pertumbuhan Ekonomi
Pemerintah Pusat juga tengah menyiapkan skema pendanaan proyek pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara. Pelebaran ini diharapkan mampu memisahkan arus kendaraan industri dan kendaraan masyarakat sehingga perjalanan menjadi lebih aman dan lancar.
Setelah rampung, proyek ini diproyeksikan meningkatkan akses menuju sekolah, rumah sakit, kawasan permukiman, serta memperlancar distribusi logistik menuju kawasan industri, pelabuhan, dan pertambangan.
Pemerintah berharap peningkatan infrastruktur tersebut dapat memperkuat konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan investasi di Provinsi Banten.
Sumber: CNBC Indonesia
BACA JUGA:
- Pemerintah Kejar Net Zero 2060 Tanpa “Bunuh Diri Ekonomi”, Hashim Dorong Pemanfaatan Teknologi Karbon
- Debut Elkan Baggott di Millwall Berbuah Positif, Alex Neil Puas dengan Eksperimen Formasi
- Pemkot Banjarmasin Buka Akses IKM dan UMKM ke Ritel Modern
- Kabut Asap Ganggu Penerbangan di Bandara Syamsudin Noor, 10 Penerbangan Sempat Delay
- Anthony Hudson Yakin Thailand Bisa Comeback, Vietnam di Ambang Juara Piala AFF 2026














