
REALITANYANEWS, MARTAPURA – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) ARMI Buggy 1/8 Seri 2 2026 berlangsung meriah di Sirkuit RC Tungkaran, Kalimantan Selatan, pada 25–26 Juli 2026.
Ajang bergengsi di bawah naungan Asosiasi Radio Control Model Indonesia (ARMI) tersebut menjadi magnet bagi para pegiat olahraga radio control (RC) dari berbagai provinsi di Indonesia.
Para pembalap datang untuk bersaing memperebutkan poin penting menuju klasemen nasional. Kompetisi ini mempertandingkan dua kelas utama, yakni GP Buggy 1/8 (Nitro) dan Electric Buggy 1/8.
Kedua kelas tersebut menghadirkan persaingan sengit. Para pembalap harus menunjukkan kemampuan terbaiknya untuk menaklukkan karakter lintasan offroad yang penuh tantangan.
Sejak sesi kualifikasi hingga babak final, atmosfer Kejurnas ARMI Buggy 1/8 Seri 2 berlangsung penuh antusias.
Ratusan penonton dan pecinta RC memadati area Sirkuit RC Tungkarran untuk menyaksikan langsung persaingan para pembalap yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya menjadi ajang perebutan gelar juara dan poin klasemen nasional, kejuaraan ini juga menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar-komunitas RC.
Kehadiran Kejurnas ARMI Buggy 1/8 Seri 2 di Kalimantan Selatan sekaligus diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga radio control, khususnya kelas offroad, di Indonesia.
Pada seri kedua ini, Arya BM dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan. Pelaksanaan kejuaraan mendapat apresiasi dari para peserta karena dinilai mampu menghadirkan lintasan yang kompetitif serta penyelenggaraan yang tertata.
“Kami berupaya menghadirkan perlombaan yang berkualitas, baik dari sisi lintasan maupun penyelenggaraan. Harapan kami seluruh peserta dapat bertanding dengan aman, nyaman, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Arya BM.Menurut Arya, olahraga RC memiliki potensi besar untuk terus berkembang di Indonesia. Karena itu, ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang mengenal RC sebagai hobi sekaligus olahraga yang positif.
“Kami ingin semakin banyak masyarakat mengenal olahraga RC, khususnya kelas 1/8 Nitro Buggy Offroad. Potensinya sangat besar dan komunitasnya terus berkembang,” katanya.Ia menilai olahraga RC tidak hanya mengandalkan kemampuan mengendalikan kendaraan.
Menurutnya, hobi tersebut juga melatih ketelitian, kedisiplinan, konsistensi, serta pemahaman terhadap teknologi mesin dan kendaraan.
“Kami berharap kejuaraan nasional ini dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda. RC bukan hanya sekadar hobi, tetapi juga dapat melatih kemampuan, ketelitian, disiplin, dan pemahaman terhadap teknologi,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu pembalap yang tampil dalam Kejurnas ARMI Buggy 1/8 Seri 2, Jason Nugroho, mengaku telah melakukan persiapan sejak beberapa pekan sebelum perlombaan.
Jason Nugroho berhasil meraih Juara I Grup A Kelas GP Buggy 1/8.
Menurutnya, persaingan pada Seri 2 berlangsung lebih ketat karena para pembalap mulai mengejar poin untuk memperbaiki posisi di klasemen nasional.
“Kami sudah melakukan setting mesin, suspensi, dan ban agar sesuai dengan karakter lintasan,” ujarnya.Ia menjelaskan, lintasan offroad memiliki tantangan berbeda dibandingkan lintasan onroad.
Pada kelas Nitro Buggy, kecepatan bukan satu-satunya faktor penentu kemenangan. Pembalap juga dituntut memiliki konsistensi, strategi saat melakukan pengisian bahan bakar, serta kemampuan menjaga kendaraan tetap stabil sepanjang balapan.
“Di kelas Nitro Buggy, bukan hanya kecepatan yang menentukan. Konsistensi, strategi saat pengisian bahan bakar, dan kemampuan menjaga mobil tetap stabil selama balapan juga sangat penting,” jelas Jason.Dengan suksesnya penyelenggaraan Kejurnas ARMI Buggy 1/8 Seri 2 2026 di Kalimantan Selatan, ajang ini diharapkan mampu menarik lebih banyak generasi muda untuk mengenal dan mengembangkan prestasi di dunia radio control.
Selain itu, kompetisi tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat perkembangan olahraga RC offroad di Indonesia sekaligus mempererat komunitas penggemar radio control di tingkat nasional.
BACA JUGA:
- Kejurnas ARMI Buggy 1/8 Seri 2 2026 Meriah, Pembalap Nasional Adu Cepat di Banjarbaru
- Film “Dibalik Tajau” Raih Juara II, Angkat Kisah Warisan Budaya Banjar yang Terancam Hilang
- Bengkel Binaan Yayasan AHM Bukukan Omzet Rp7,9 Miliar, Serap 43 Tenaga Kerja
- AHM Resmikan Pos AHASS TEFA ke-31, SMK Muhammadiyah 3 Weleri Jadi Jembatan Siswa ke Dunia Industri
- Gen Z Berkarya, Indonesia Berdaya! Trio Motor Buka AHM Best Student 2026













