REALITANYANEWS, BALIKPAPAN – Di tengah tensi aksi unjuk rasa yang biasanya panas, sebuah momen tak biasa justru mencuri perhatian publik. Aksi di kawasan DPRD Kalimantan Timur mendadak “adem” ketika aparat kepolisian dan mahasiswa terlihat duduk bersama… main domino.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan beberapa mahasiswa dan aparat duduk melingkar di atas aspal. Di antara mereka, kartu domino tersusun rapi—bukan simbol konflik, tapi justru jadi jembatan interaksi.
Alih-alih saling berhadapan dengan tensi tinggi, suasana berubah jadi santai. Bahkan, ada “hukuman ringan” bagi yang kalah: push up di tempat. Yup, bukan debat panas, tapi olahraga dadakan.
Momen ini sontak viral dan menuai beragam reaksi dari netizen. Banyak yang menyebut kejadian tersebut sebagai potret humanis di tengah aksi demonstrasi—sesuatu yang jarang terlihat.
Dalam keterangan yang beredar, disebutkan bahwa situasi aksi tetap berlangsung kondusif. Massa mahasiswa tetap menyampaikan aspirasi mereka, sementara aparat menjaga keamanan tanpa pendekatan represif.
Fenomena ini jadi semacam “plot twist” di tengah narasi aksi yang biasanya penuh ketegangan. Di satu sisi, aspirasi tetap disuarakan. Di sisi lain, ada ruang dialog—bahkan lewat permainan sederhana seperti domino.
Kalau biasanya garis antara aparat dan massa terasa tebal, momen ini justru menunjukkan sisi lain: bahwa komunikasi bisa hadir dalam bentuk paling sederhana.
Singkatnya, ini bukan sekadar permainan. Ini tentang bagaimana tensi bisa diturunkan, dan manusia tetap jadi manusia—bahkan di tengah aksi.
BACA JUGA:
- Pramuka MTsN 2 Kota Banjarmasin Bersinar di Barapera IX 2026, Raih 10 Penghargaan
- Teror Ancaman Bom di Hari Pertama Sekolah, Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Dievakuasi
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan Don Ritto Dicegah ke Luar Negeri, Tersangka Kasus Korupsi dan TPPU
- RI Bersiap Surplus Solar hingga 4 Juta KL, Pemerintah Targetkan Stop Impor dan Bangun Pabrik Avtur
- Big Tech Berebut Bangun Data Center AI di Indonesia, Investasi Diproyeksi Tembus Rp360 Triliun














