REALITANYANEWS, JAKARTA – Salah satu musisi papan atas Indonesia sekaligus suporter setia Timnas Indonesia, Judika, akhirnya membongkar kisah di balik lagu Kusedang Sayang-Sayangnya. Tak banyak yang tahu, lagu tersebut ternyata terinspirasi langsung dari sosok mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong.
Judika mengaku lagu itu lahir dari perasaan campur aduk para pendukung Timnas Indonesia yang begitu mencintai Shin Tae-yong, namun harus merelakan kepergian sang pelatih pada Januari 2025 lalu. Menurutnya, momen tersebut terasa menyakitkan karena terjadi tepat saat rasa sayang publik sedang berada di puncaknya.
“Lagu ini memang aku ciptakan dari sosok pelatih sepak bola yang sangat dicintai di Indonesia, tapi juga punya pihak-pihak yang membencinya, yaitu Coach Shin Tae-yong,” ujar Judika, dikutip dari akun TikTok pribadinya.Penyanyi bersuara khas ini tak menampik bahwa dirinya merupakan salah satu penggemar berat pelatih asal Korea Selatan tersebut. Judika menilai Shin Tae-yong berhasil membawa perubahan besar dalam permainan Timnas Indonesia, baik dari segi mental, taktik, hingga perkembangan jangka panjang.
“Aku merasa Timnas kita berubah sekali cara mainnya dan berkembang pelan-pelan. Bahkan kemarin hampir saja lolos ke Piala Dunia,” lanjut Judika.Namun pada akhirnya, Shin Tae-yong harus mengakhiri kiprahnya bersama Timnas Indonesia. Rasa kehilangan itulah yang kemudian dituangkan Judika ke dalam lagu Kusedang Sayang-Sayangnya.
“Rasa ditinggalkan di saat lagi sayang-sayangnya itu yang aku bawa ke lagu ini,” tutupnya.Lagu Kusedang Sayang-Sayangnya resmi dirilis bertepatan dengan konser Judika di Stadium Hoki Nasional Malaysia pada 15 November 2025. Lagu ini ditulis sendiri oleh Judika dalam rentang waktu Januari hingga Februari 2025.
Judika menjelaskan bahwa karya tersebut lahir dari empati terhadap perasaan jutaan pencinta sepak bola Indonesia yang kecewa ketika Shin Tae-yong tidak lagi melanjutkan karier kepelatihannya di Tanah Air.
Diproduseri oleh Nico Veryandi, lagu ini menggambarkan perihnya kehilangan seseorang justru ketika rasa cinta berada di titik tertinggi. Melalui karya ini, Judika ingin menyampaikan bahwa cinta selalu datang dengan konsekuensi.
“Bahagia, sedih, marah, tawa, sampai air mata adalah satu paket dalam cinta. Lagu ini diharapkan bisa membantu kita belajar merelakan dengan tulus,” pungkas Judika.












