Beranda Metropolis Viral Siswa SD di NTT Belajar di Bawah Pohon Sejak 2018, Kekurangan...

Viral Siswa SD di NTT Belajar di Bawah Pohon Sejak 2018, Kekurangan Ruang Kelas Jadi Sorotan

Viral Siswa SD di NTT Belajar di Bawah Pohon Sejak 2018, Kekurangan Ruang Kelas Jadi Sorotan
Viral Siswa SD di NTT Belajar di Bawah Pohon Sejak 2018, Kekurangan Ruang Kelas Jadi Sorotan

REALITANYANEWS, NTT  – Potret keterbatasan fasilitas pendidikan kembali menjadi sorotan publik setelah video siswa sekolah dasar di Nusa Tenggara Timur (NTT) viral di media sosial.

Dalam video yang diunggah akun Tiktok @karlosdusman, terlihat sejumlah siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Manggarai Barat terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar di bawah pohon.

Para siswa tampak duduk di bangku kayu sederhana dengan meja seadanya, sementara guru mengajar di ruang terbuka tanpa dinding dan atap permanen. Suasana belajar berlangsung di tengah alam, dengan pepohonan rindang sebagai satu-satunya pelindung dari terik matahari.

Pihak sekolah menyebutkan, keterbatasan ruang kelas telah berlangsung sejak 2018. Akibatnya, siswa kelas 3 harus belajar di luar ruangan karena ruang kelas yang tersedia tidak mencukupi untuk menampung seluruh peserta didik.

Bahkan, dalam praktiknya, beberapa kelas harus bergantian menggunakan ruang belajar. Siswa kelas 2 dan 3 disebut kerap berbagi waktu, sementara sebagian lainnya tetap menjalani pembelajaran di bawah pohon.

@karlosdurman KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI SDN TANdO. BERBANDING TERBALIK DENGAN MBG. #fypシ゚viral #fyppppppppppppppppppppppp #manggaraibarat #welak#desarobo ♬ suara asli – karlos melo

Pihak sekolah mengaku telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah daerah setempat. Laporan bahkan disebut rutin disampaikan setiap bulan, dengan harapan mendapat perhatian dan tindak lanjut dari pihak berwenang.

Pada tahun 2020, sempat muncul harapan setelah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berencana membantu pembangunan ruang kelas tambahan.

Namun, rencana tersebut hingga kini belum terealisasi, meskipun pihak sekolah telah melengkapi berbagai dokumen persyaratan yang dibutuhkan.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dikabarkan telah memberikan perhatian terhadap kondisi SDN Tando. Pemerintah berencana membangun empat ruang kelas tambahan beserta fasilitas pendukung seperti toilet.

Tak hanya itu, perwakilan kementerian juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pada April lalu sebagai bagian dari proses verifikasi dan percepatan penanganan.

Kondisi ini mencerminkan masih adanya ketimpangan fasilitas pendidikan di sejumlah daerah, terutama di wilayah terpencil dan tertinggal.

Meski demikian, semangat belajar para siswa tetap terlihat tinggi. Di tengah keterbatasan, mereka tetap mengikuti pelajaran dengan serius, menunjukkan bahwa akses terhadap pendidikan masih menjadi kebutuhan mendasar yang belum sepenuhnya merata.

Kasus ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya soal kurikulum, tetapi juga menyangkut infrastruktur dasar yang layak dan merata.

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini