Beranda Metropolis Gibran Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Keamanan Makanan Diminta Jadi...

Gibran Tinjau Korban Dugaan Keracunan MBG di Batang, Keamanan Makanan Diminta Jadi Prioritas

Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Batang. Humas Pemprov Jateng
Gibran Kunjungi Korban Keracunan MBG di Batang. Humas Pemprov Jateng

REALITANYANEWS, BATANG – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau penanganan ratusan warga yang mengalami dugaan keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Senin (28/9/2026).

Gibran mengawali kunjungannya dengan mendatangi RSUD Limpung sekitar pukul 09.00 WIB. Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, jajaran Pemerintah Kabupaten Batang, serta tenaga medis.

Dari RSUD Limpung, Gibran kemudian melanjutkan kunjungan ke Puskesmas Bawang sekitar pukul 09.58 WIB untuk melihat penanganan warga yang mengalami keluhan kesehatan.

Selanjutnya, Gibran mendatangi SD Pasusukan Bawang. Di lokasi tersebut, ia bertemu dan berbincang dengan siswa, guru, serta orang tua murid terkait kondisi yang terjadi.

Gibran Minta Keamanan Makanan Jadi Prioritas

Dalam kunjungannya, Gibran meminta kasus dugaan keracunan tersebut menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG, terutama dalam aspek keamanan makanan.

Evaluasi, kata Gibran, perlu mencakup seluruh tahapan penyediaan makanan. Mulai dari pemenuhan standar higienitas, waktu pengolahan, penyimpanan, distribusi, hingga pengawasan ketika makanan diterima dan dikonsumsi penerima manfaat.

Menurutnya, program MBG sebagai salah satu program prioritas pemerintah harus tetap memberikan manfaat kepada masyarakat dengan memastikan keamanan dan kualitas makanan menjadi perhatian utama.

Selain evaluasi tata kelola, penanganan terhadap warga yang mengalami gangguan kesehatan juga diminta menjadi prioritas. Pasien yang masih menjalani perawatan harus mendapatkan pelayanan hingga pulih, sementara keluarga korban diharapkan memperoleh kepastian mengenai proses penanganannya.

Penyebab Dugaan Keracunan Masih Diselidiki

Gibran menegaskan penyebab pasti kejadian di Batang belum dapat disimpulkan karena proses pemeriksaan dan investigasi masih berlangsung.

Ia meminta proses investigasi segera dituntaskan dan hasilnya disampaikan secara transparan kepada masyarakat. Hasil pemeriksaan tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.

Dengan demikian, meskipun ratusan warga mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan MBG, penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan.

660 Kasus Tercatat, 34 Orang Masih Dirawat

Berdasarkan laporan Tim Surveilans Imunisasi dan KLB Dinas Kesehatan Kabupaten Batang per Senin (28/9/2026) pukul 06.00 WIB, jumlah kumulatif kasus dugaan keracunan makanan di wilayah Bawang mencapai 660 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 pasien masih menjalani rawat inap di sejumlah fasilitas kesehatan di Kabupaten Batang. Sementara sebagian besar warga lainnya telah diperbolehkan pulang setelah mendapatkan penanganan medis.

Dinas Kesehatan Kabupaten Batang bersama pemerintah daerah masih melakukan pemantauan terhadap proses pemulihan warga. Evaluasi dan pengawasan terhadap penyedia layanan makanan MBG juga terus dilakukan.

Dalam kunjungannya, Gibran turut menemui sejumlah keluarga dan menyampaikan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

Di SD Pasusukan, sejumlah wali murid dan siswa juga menyampaikan harapan agar program MBG tetap dilanjutkan. Namun, mereka berharap tata kelola dan pengawasan program diperbaiki sehingga kejadian serupa tidak kembali terjadi.

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini