
REALITANYANEWS, KALTIM – Salah satu kendaraan dalam rombongan kunjungan kerja Gubernur Kalimantan Timur dilaporkan mengalami kecelakaan di jalur Hutan Tanaman Industri (HTI) KM 36 PT Acacia Andalan Utama (AAU), wilayah yang menghubungkan Kecamatan Kenohan dan Kembang Janggut, Kutai Kartanegara, Selasa (6/1/2026) siang.
Kendaraan yang terlibat kecelakaan diketahui merupakan mobil dinas dobel kabin Toyota Hilux yang ditumpangi Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setda Provinsi Kaltim, Irhamsyah, bersama seorang staf dan sopir. Mobil tersebut dilaporkan terperosok ke parit besar usai terguling di area jembatan kayu sekitar pukul 11.00 WITA.
Irhamsyah membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan insiden terjadi saat rombongan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud dalam perjalanan kunjungan kerja dari Kutai Barat menuju Mahakam Ulu, yang berlangsung selama tiga hari, 6–8 Januari 2026.
“Insiden terjadi di hari pertama kunjungan kerja, tepatnya di area konsesi PT AAU. Kondisi jalan saat itu berkabut, tanah berpasir, dan jarak pandang terbatas,” ujar Irhamsyah, Rabu (7/1/2026).Ia menegaskan kecelakaan bukan disebabkan oleh kebut-kebutan, melainkan kondisi jalan yang tidak stabil. Kecepatan kendaraan disebut tidak melebihi 40 kilometer per jam.
“Kondisi medan memang tidak memungkinkan untuk melaju kencang. Jalan sempit dan tidak stabil membuat kendaraan sulit dikendalikan,” jelasnya.Meski mobil mengalami kerusakan cukup parah dan terguling ke parit, Irhamsyah memastikan seluruh penumpang dalam kondisi selamat tanpa luka.
“Kami bertiga, saya, staf, dan sopir, semua sehat. Bahkan setelah kejadian saya tetap melanjutkan perjalanan hingga Ujoh Bilang, Mahakam Ulu,” katanya.Usai kejadian, kendaraan segera dievakuasi untuk dibawa kembali ke Samarinda. Sementara itu, Irhamsyah dan rombongan melanjutkan perjalanan menggunakan kendaraan lain agar agenda kunjungan kerja Gubernur tidak terganggu.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim, Muhammad Faisal, menjelaskan bahwa kecelakaan dipicu oleh pandangan pengemudi yang terhalang debu tebal dari kendaraan lain dalam konvoi.
“Debu jalanan sangat pekat. Insiden terjadi karena mobil lepas kendali saat melintasi jembatan kayu yang menyempit, bukan masuk sungai, melainkan parit besar,” ujar Faisal.Ia juga mengimbau masyarakat agar bijak menyikapi informasi di media sosial, menyusul beredarnya narasi yang menyebut kecelakaan terjadi akibat kebut-kebutan.
“Kecepatan informasi itu penting, tapi akurasi jauh lebih penting. Jangan memperkeruh suasana dengan judul bombastis yang tidak sesuai fakta,” tegasnya.Hingga kini, situasi di lokasi kejadian dilaporkan telah terkendali. Tidak ada korban jiwa, dan pihak terkait masih melakukan pendalaman untuk memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh.
Masyarakat yang melintas di jalur HTI diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi jalan berdebu dan terdapat iring-iringan kendaraan konvoi.
Sumber: niaga.asia











