REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) melaksanakan Evaluasi Implementasi Kota Cerdas tahun 2025 pada Selasa (3/2/2026). Bertempat di Aula Kayuh Baimbai, kegiatan ini bertujuan mengukur capaian program unggulan daerah dalam mendukung pelayanan publik berbasis teknologi.
Evaluasi ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ikhsan Budiman, didampingi Kepala Diskominfotik Windiasti Kartika, serta Kepala Bappeda Litbang Ahmad Syauqi. Tim asesor dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta Kemendagri turut hadir secara virtual untuk memberikan penilaian strategis.
Sinkronisasi Masterplan dengan RPJMD 2025–2030
Kepala Diskominfotik Banjarmasin, Windiasti Kartika, menjelaskan bahwa salah satu poin krusial dalam evaluasi kali ini adalah penyelarasan Masterplan Smart City Banjarmasin dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Wali Kota yang baru.
"Pemerintah Kota telah menganggarkan revisi dokumen masterplan tahun ini agar selaras dengan RPJMD 2025–2030, RPJMN nasional, serta rencana strategis Kementerian Komdigi," ujar Windiasti.Langkah ini diambil guna memastikan program Kota Cerdas memiliki landasan hukum dan anggaran yang kuat untuk lima tahun ke depan.

Penerapan IoT dan AI di Sektor Transportasi
Tim asesor memberikan perhatian khusus pada pemanfaatan energi terbarukan serta penggunaan teknologi mutakhir seperti Internet of Things (IoT) dan Kecerdasan Buatan (AI).
Windiasti mengungkapkan bahwa Kota Banjarmasin telah menerapkan inovasi tersebut, terutama di sektor transportasi melalui Dinas Perhubungan. Beberapa terobosan yang sudah berjalan antara lain:
- Sensor IoT: Digunakan untuk memantau kepadatan lalu lintas secara real-time.
- AI pada Traffic Light: Sensor pintar yang secara otomatis menyesuaikan durasi lampu hijau berdasarkan tingkat kepadatan kendaraan di lapangan.
- Aplikasi BTS Go: Pengelolaan angkutan publik yang lebih terintegrasi dan memudahkan masyarakat.

Komitmen Pelayanan Publik Digital
Penerapan teknologi tinggi ini menunjukkan komitmen serius Pemkot Banjarmasin dalam bertransformasi menjadi kota cerdas yang inklusif. Menurut Windi, penggunaan AI dan IoT bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan untuk meningkatkan efisiensi pelayanan.
"Intinya, Banjarmasin sudah mulai menggunakan teknologi terkini dalam pelayanan publik. Kami berharap hasil evaluasi ini menunjukkan progres positif menuju target Smart City sebagaimana yang tertuang dalam Masterplan," pungkasnya.Diskominfo Banjmasin
BACA JUGA:
- Warga Israel Murka Usai Trump Capai Kesepakatan Damai dengan Iran: “Kami Dikhianati”
- DJP Soroti Potensi Kehilangan Pajak dari Program MBG, Surat Kepala BGN Lama Jadi Perhatian
- Cedera Raphinha Jadi Pukulan bagi Brasil dan Barcelona di Piala Dunia 2026
- Dokter Tifa Ditangkap Saat Ikuti Ujian S3 FKUI, Tim Hukum Pertanyakan Dasar Penangkapan
- Raih Anugerah Sahabat Pers SMSI 2026, Wali Kota Yamin Sebut Media Mata dan Telinga Kepala Daerah













