REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja (Diskopumker) resmi memulai pembangunan Aula Gawi Berataan di lingkungan UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kota Banjarmasin. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR, Kamis (9/7/2026).
Pembangunan aula ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat kapasitas Balai Latihan Kerja, sekaligus menekan angka pengangguran melalui pelatihan kerja yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri.
Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Ketua DPRD Kota Banjarmasin Rikval Fachruri, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel Czi Slamet Riyadi, Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin Machli Riyadi, para kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), serta sejumlah tamu undangan.
Wali Kota: BLK Harus Cetak Tenaga Kerja Siap Pakai
Usai peletakan batu pertama, Wali Kota Banjarmasin H. M. Yamin HR mengatakan pembangunan Aula Gawi Berataan diharapkan mampu menjadi fasilitas strategis dalam mencetak tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan siap bersaing di dunia kerja.
"Hari ini bersama Pak Dandim, Ketua DPRD, Dinas Koperasi, serta beberapa kepala SKPD, kita melaksanakan peletakan batu pertama pembangunan Aula Gawi Berataan di Balai Latihan Kerja Kota Banjarmasin. Mudah-mudahan pembangunan ini mampu melahirkan generasi yang handal, unggul, dan memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja," ujarnya.Menurut Yamin, Kota Banjarmasin sebagai kota jasa dan perdagangan masih menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran. Kondisi tersebut perlu dijawab dengan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal agar mampu bersaing mengisi peluang kerja yang tersedia.
"Kita melihat angka pengangguran di Kota Banjarmasin masih cukup tinggi. Sebagai kota jasa dan perdagangan, Banjarmasin menjadi tujuan masyarakat dari berbagai daerah untuk mencari pekerjaan. Karena itu, kami ingin masyarakat Kota Banjarmasin memiliki daya saing yang lebih baik sehingga menjadi prioritas dalam mengisi peluang kerja yang tersedia," katanya.
Dorong Kolaborasi dengan Dunia Industri
Yamin juga mengajak perusahaan dan pelaku usaha di Banjarmasin untuk memperkuat kolaborasi dengan pemerintah melalui Diskopumker dan Balai Latihan Kerja.
Menurutnya, kerja sama tersebut penting agar program pelatihan benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan dunia industri.
"Kami mengimbau kepada seluruh pengusaha dan perusahaan agar dapat berkolaborasi dengan Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Tenaga Kerja. Melalui Balai Latihan Kerja ini, kami akan mempersiapkan sumber daya manusia sesuai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan," jelasnya.Selain keterampilan teknis, ia menegaskan pembentukan karakter juga menjadi fokus utama dalam setiap pelatihan.
"Kami berharap Balai Latihan Kerja ini tidak hanya memberikan pelatihan keterampilan, tetapi juga membentuk karakter tenaga kerja yang jujur, disiplin, bertanggung jawab, dan memiliki etos kerja yang baik," tegasnya.Yamin menargetkan pembangunan Aula Gawi Berataan selesai sebelum 1 Desember 2026 dengan pengawasan yang ketat agar kualitas pekerjaan tetap terjaga.

Sudah Direncanakan Sejak 2016
Sementara itu, Kepala Diskopumker Kota Banjarmasin, Machli Riyadi, mengungkapkan pembangunan Aula Gawi Berataan merupakan program yang telah dirancang sejak tahun 2016 dan akhirnya terealisasi pada masa kepemimpinan Wali Kota H. Muhammad Yamin HR dan Wakil Wali Kota Hj. Ananda.
"Perencanaan pembangunan aula ini sebenarnya sudah dimulai sejak tahun 2016. Alhamdulillah pada masa kepemimpinan Bapak Wali Kota H. Muhammad Yamin dan Ibu Hj. Ananda akhirnya dapat direalisasikan," ujarnya.Menurut Machli, pembangunan tersebut menjadi jawaban atas kebutuhan pengembangan fasilitas Balai Latihan Kerja di Kota Banjarmasin.

Angka Pengangguran Masih 6,48 Persen
Machli menjelaskan, berdasarkan data yang dimiliki pemerintah daerah, tingkat pengangguran terbuka di Kota Banjarmasin masih mencapai 6,48 persen atau sekitar 21.851 orang.
Karena itu, keberadaan Aula Gawi Berataan diharapkan mampu mendukung pengembangan berbagai program pelatihan seperti menjahit, servis sepeda motor, administrasi perkantoran, hingga pelatihan baru yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
"Pak Wali Kota menginginkan agar BLK menjalin kerja sama dengan lebih banyak perusahaan. Kompetensi apa pun yang dibutuhkan perusahaan, kami akan menyiapkan tenaga kerjanya melalui pelatihan yang relevan," katanya.
Jadi Ruang Pelatihan Sekaligus Sumber PAD
Selain difungsikan sebagai ruang teori sesuai standar Balai Latihan Kerja berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 8 Tahun 2017, Aula Gawi Berataan nantinya juga akan dimanfaatkan sebagai ruang pertemuan yang dapat disewakan.
Aula tersebut dirancang memiliki kapasitas sekitar 200 hingga 250 orang dan dapat digunakan untuk pelatihan, seminar, kegiatan pemerintahan, hingga berbagai kegiatan masyarakat.
Menurut Machli, pemanfaatan aula sebagai ruang sewa juga diharapkan mampu memberikan tambahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) bagi Pemerintah Kota Banjarmasin.
Pembangunan fisik ditargetkan selesai pada Desember 2026, sementara operasional penuh direncanakan dimulai pada triwulan pertama 2027 setelah seluruh sarana dan prasarana pendukung terpenuhi.
Melalui pembangunan Aula Gawi Berataan, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap Balai Latihan Kerja semakin mampu mencetak tenaga kerja yang kompeten, adaptif terhadap kebutuhan industri, sekaligus meningkatkan daya saing masyarakat dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Sumber: Prokom Banjarmasin
BACA JUGA:
- Erick Thohir Bocorkan Rotasi Asisten Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman Siapkan Regenerasi Pelatih Lokal
- DPR Soroti Risiko Aturan Bungkus Rokok Polos, Petani hingga Penerimaan Negara Dinilai Terancam
- Ekonom Sebut RI Butuh Investasi Asing hingga US$11 Miliar demi Jaga Stabilitas Rupiah
- Prabowo Ungkap Temuan Cadangan Emas Raksasa di Papua, Disebut Jadi Harapan Baru Ekonomi Indonesia
- PMK Nomor 44 Tahun 2026 Permudah Penunjukan Kuasa Wajib Pajak, DJP Tekankan Kompetensi dan Integritas















