
REALITANYANEWS, JAKARTA – Suporter Timnas Jepang kembali mencuri perhatian dunia pada ajang Piala Dunia 2026. Usai pertandingan pembuka melawan Belanda di Texas, Amerika Serikat, Minggu (14/6/2026), para pendukung Samurai Biru terlihat tetap bertahan di tribun untuk membersihkan area stadion yang mereka tempati.
Dengan membawa kantong plastik berwarna biru yang telah dipersiapkan sebelumnya, para suporter memungut berbagai sampah yang berserakan sebelum meninggalkan stadion. Aksi tersebut bukan kali pertama dilakukan oleh pendukung Jepang dan telah menjadi ciri khas mereka dalam berbagai turnamen internasional.
Salah seorang suporter Jepang, Eita Tanaka (20), mengatakan kebiasaan menjaga kebersihan merupakan nilai yang telah diajarkan sejak usia dini.
"Ini adalah kebiasaan yang pertama kali dipelajari di sekolah dasar dan kita harus memikirkan semua orang," kata Tanaka seperti dikutip dari AFP, Senin (15/6/2026).Menurutnya, masyarakat Jepang diajarkan untuk meninggalkan suatu tempat dalam kondisi yang lebih baik dibanding saat pertama kali digunakan.
"Orang Jepang berpikir, ketika kita menggunakan suatu tempat, kita diberitahu bahwa kita harus membuat tempat itu terlihat lebih rapi saat kita pergi daripada saat kita tiba," ujarnya.Fenomena tersebut mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Sosiolog dan filsuf Jepang, Masachi Ohsawa, menilai perilaku para suporter Jepang dipengaruhi oleh kombinasi antara tanggung jawab sosial dan tekanan kelompok yang positif.
"Meskipun orang Jepang cenderung tidak terlalu tertarik pada keadilan dalam skala besar, mereka sangat peka terhadap pertimbangan moral dalam kehidupan sehari-hari," kata Ohsawa.Ia menjelaskan masyarakat Jepang memiliki kecenderungan kuat untuk tidak merepotkan atau membuat orang lain merasa tidak nyaman. Nilai tersebut kemudian tercermin dalam berbagai aktivitas sosial, termasuk saat menonton pertandingan sepak bola.

Budaya menjaga kebersihan sendiri telah menjadi bagian dari sistem pendidikan Jepang. Sejak sekolah dasar, para siswa dibiasakan membersihkan ruang kelas, koridor, meja, hingga lantai sekolah secara mandiri setiap hari.
Selain itu, tempat sampah umum di Jepang juga relatif terbatas. Masyarakat terbiasa membawa pulang sampah mereka sendiri dan memilahnya sesuai kategori yang telah ditentukan.
Profesor Emeritus Sosiologi Universitas Osaka, Scott North, menyebut perilaku kolektif masyarakat Jepang sangat dipengaruhi oleh budaya kebersamaan dalam kelompok.
"Karena semua orang berkumpul bersama, ada harapan bahwa mereka akan bertindak sebagai sebuah kelompok," ujar North yang telah tinggal di Jepang selama hampir 40 tahun.Menurutnya, ketika beberapa orang mulai membersihkan area stadion, anggota kelompok lainnya secara otomatis akan ikut terlibat.

Ohsawa menambahkan, fenomena tersebut dikenal dalam budaya Jepang sebagai konsep “membaca suasana”. Dalam praktiknya, seseorang akan terdorong mengikuti tindakan positif yang dilakukan kelompok demi menjaga keharmonisan sosial.
"Di Jepang, bahkan jika satu orang mulai memungut sampah, orang-orang di sekitarnya merasa mereka tidak bisa menahan diri untuk ikut serta," jelasnya.Aksi bersih-bersih yang dilakukan suporter Jepang kembali menuai pujian dari publik dunia. Di tengah euforia Piala Dunia 2026, para pendukung Samurai Biru menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya soal pertandingan di lapangan, tetapi juga tentang nilai disiplin, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap fasilitas umum.
Selanjutnya, Timnas Jepang dijadwalkan menghadapi Tunisia pada laga kedua fase grup Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Meksiko pada Sabtu (20/6/2026).
Sumber: Kompas
BACA JUGA:
- Suporter Jepang Kembali Curi Perhatian di Piala Dunia 2026, Bersihkan Stadion Usai Laga Kontra Belanda
- Kejagung Buka Peluang Terapkan Pasal TPPU dalam Kasus Korupsi Program MBG
- Kejagung Serahkan Rp1,029 Triliun ke Kemenkeu, Termasuk Aset Buronan Korupsi Eddy Tansil Rp51,6 Miliar
- Resmi Latih Persija Jakarta, Shin Tae-yong Bidik Prestasi Tertinggi Bersama Macan Kemayoran
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Jadi Tersangka Korupsi, Kejagung Tahan 3 Mantan Pimpinan













