REALITANYANEWS, JAKARTA – Dunia penggemar anime di Indonesia tengah berduka. Edi Dhosa, pengisi suara legendaris karakter Roronoa Zoro dalam versi dubbing Indonesia anime One Piece, dikabarkan wafat pada Sabtu, 27 Desember 2025.
Edi Setiono, yang lebih dikenal dengan nama Edi Dhosa, menghembuskan napas terakhir setelah berkarier puluhan tahun di dunia sandiwara suara dan dubbing. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh rekan-rekan sesama pengisi suara dan langsung menyebar luas di komunitas anime tanah air.
Nama Edi Dhosa tak terpisahkan dari perjalanan One Piece versi Indonesia. Suaranya yang khas saat menghidupkan karakter Roronoa Zoro melekat kuat di ingatan penonton, khususnya generasi 2000-an yang tumbuh bersama tayangan anime di televisi nasional.
Karakter Zoro sendiri dikenal sebagai pendekar pedang tangguh, berprinsip kuat, dan setia kepada kru Topi Jerami. Karakteristik tersebut semakin hidup melalui interpretasi suara Edi Dhosa, menjadikannya ikon dalam sejarah dubbing anime Indonesia.
Ucapan belasungkawa mengalir dari sesama seiyu, pegiat seni suara, hingga komunitas penggemar anime. Banyak yang mengenang dedikasi Edi Dhosa dalam membangun kualitas dubbing lokal serta perannya dalam menghadirkan pengalaman menonton anime yang berkesan bagi masyarakat Indonesia.
Perjalanan Karier Edi Dhosa
Edi Dhosa merupakan salah satu pelopor pengisi suara Indonesia yang telah aktif sejak era sandiwara radio. Ia memulai kariernya di Sanggar Prathivi, sebuah komunitas seni yang berjaya pada masa keemasan siaran radio sebelum dominasi televisi.
Melalui sandiwara radio, Edi Dhosa dikenal luas sebagai sosok dengan kemampuan vokal kuat dan karakterisasi yang mendalam. Ketika industri televisi swasta berkembang dan kebutuhan dubbing meningkat, ia pun menjadi bagian penting dari dunia pengisi suara Indonesia.
Selain One Piece, Edi Dhosa turut mengisi suara dalam berbagai anime populer yang pernah tayang di Indonesia, di antaranya Crayon Shinchan, Kobo-chan, Cardcaptor Sakura, Bobobo, Tico and Friends, Ninku, hingga Shaman King. Karya-karya tersebut menjadikannya salah satu figur sentral dalam sejarah dubbing anime nasional.
Warisan Suara yang Abadi
Bagi penggemar anime era 2000-an, suara Edi Dhosa bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari kenangan masa kecil. Melalui karakter Zoro, ia menyampaikan nilai keteguhan, loyalitas, dan semangat pantang menyerah yang hingga kini masih dikenang.
Hingga masa senjanya, Edi Dhosa tetap aktif berkarya di dunia sandiwara radio dan membagikan hasil karyanya melalui platform digital. Hal ini membuat generasi baru tetap dapat mengenal dan menikmati karya-karyanya.
Kepergian Edi Dhosa seolah menutup satu bab penting dalam perjalanan dubbing anime Indonesia. Namun warisan suaranya akan terus hidup dalam setiap episode anime yang pernah ia bawakan, menjadi bagian dari memori kolektif jutaan penonton.
Selamat Jalan, Edi Dhosa
Edi Dhosa tidak hanya meninggalkan karya, tetapi juga teladan tentang dedikasi dan kecintaan terhadap seni suara. Kontribusinya telah menjembatani imajinasi, budaya, dan generasi melalui medium suara.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi-Nya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Dunia anime Indonesia kehilangan satu sosok penting, namun suaranya akan selalu dikenang.



![Reuni Hangat Shin Tae-yong dan ‘Anak Emas’ di Tengah Isu Kembali Latih Timnas Indonesia, Komentar Sang Anak Jadi Sorotan Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali mencuri perhatian publik setelah membagikan momen kebersamaan dengan tiga mantan anak asuhnya. [Instagram @shintaeyong7777]](https://realitanyanews.com/wp-content/uploads/2026/03/74049-shin-tae-yong-180x135.jpg)








