REALITANYANEWS, PAPUA – Warga Distrik Keerom, Provinsi Papua, dikejutkan oleh peristiwa hanyutnya tumpukan kayu gelondongan dalam jumlah besar di aliran Sungai Pas, Rabu (17/12). Derasnya arus sungai akibat tingginya curah hujan diduga menjadi pemicu kejadian tersebut.
Kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus terlihat mengalir deras melintasi kawasan permukiman warga. Dalam waktu singkat, material kayu tersebut menumpuk di sekitar jembatan Sungai Pas yang merupakan akses vital masyarakat setempat.
Tekanan arus sungai yang kuat, ditambah tumpukan ratusan batang kayu, menyebabkan struktur jembatan tidak mampu menahan beban hingga akhirnya putus. Akibat kejadian ini, jembatan yang menjadi penghubung antarwilayah di Distrik Keerom kini tidak dapat dilalui.
Sejumlah video dan foto yang beredar di media sosial X, diunggah oleh akun WeatherMonitors, memperlihatkan momen saat kayu-kayu gelondongan menghantam badan jembatan. Terlihat arus sungai yang deras membuat kayu saling bertabrakan, memperparah kerusakan infrastruktur tersebut.
Large piles of logs flow yesterday in the Pas River, Keerom District, Papua Province, Indonesia. 🇮🇩 pic.twitter.com/m9LMdPHmag
— Weather Monitor (@WeatherMonitors) December 18, 2025
Warga setempat mengaku peristiwa ini berlangsung cepat dan sangat mengejutkan. Putusnya jembatan Sungai Pas berdampak langsung pada aktivitas masyarakat, termasuk akses menuju sekolah, pasar, serta fasilitas umum lainnya.
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi terkait korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar mengingat jembatan Sungai Pas memiliki peran penting sebagai jalur transportasi utama warga Distrik Keerom.
Peristiwa ini pun viral di media sosial dan menuai beragam reaksi warganet. Banyak pihak mempertanyakan asal-usul kayu gelondongan yang hanyut serta mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penanganan dan evaluasi menyeluruh.
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan peninjauan ke lokasi, membersihkan sisa material kayu di aliran sungai, serta menyiapkan langkah darurat agar akses warga dapat segera pulih dan keselamatan masyarakat tetap terjaga.












