
REALITANYANEWS, JAKARTA – Sebuah mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba menerobos masuk ke area SDN Kalibaru 01 Pagi, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (11/12/2025) pagi, dan menabrak kerumunan siswa yang sedang beraktivitas di lapangan sekolah. Insiden ini menyebabkan 21 orang terluka, terdiri dari 19 siswa dan 1 guru, serta 1 korban dirawat di puskesmas sebelum dipulangkan.
Sebagian korban dirawat di RS Koja, sementara lainnya mendapatkan perawatan di RSUD Cilincing. Polisi menegaskan bahwa penanganan korban menjadi prioritas sebelum memastikan kronologi lengkap kejadian.
Mobil Tiba-Tiba Melaju Setelah Menabrak Gerbang
Menurut saksi mata bernama Rahmat, mobil GranMax putih itu awalnya menabrak gerbang sekolah hingga roboh, kemudian terus melaju dan menghantam para siswa yang sedang duduk di lapangan untuk mengikuti kegiatan literasi.
“Mobil langsung nabrak pintu, pintu jatuh, anak-anak bubar. Ada yang keseret masuk ke bawah mobil. Ada yang berdarah di tempat, ditutup terpal,” ujar Rahmat, pedagang sekaligus anggota Pokdar Kamtibmas, di depan sekolah.Rekaman CCTV memperlihatkan mobil sempat berhenti sejenak di depan gerbang sebelum tiba-tiba melaju kencang masuk ke area sekolah dan menghantam dinding bangunan, baru kemudian berhenti.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.38 WIB.
Sopir Diamankan Polisi, Diduga Salah Injak Pedal
Sopir berinisial AI telah diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif. Dalam video yang beredar, AI terlihat duduk menunduk saat diinterogasi polisi.
AI mengaku sebelumnya memutar balik mobil karena melihat siswa sedang berkumpul di halaman sekolah. Ia kemudian kembali ke depan gerbang untuk memarkirkan kendaraan.
“Saya nunggu di bawah turunan. Habis itu nggak tahu kenapa mobil ke-gas sedikit-sedikit. Waktu saya injak rem, nggak dapet. Baru dapet pas udah di dalam,” kata AI dalam rekaman tersebut.AI menyebut mobil tidak mengalami masalah pada pedal gas, tapi ia panik dan tidak sempat menarik rem tangan.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subarsi mengatakan pemeriksaan awal mengarah pada dugaan salah injak pedal.
“Dia mau ngerem, tapi remnya katanya nggak pakem. Panik, terus injek dalam. Kirain rem, ternyata gas. Ini temuan sementara, masih menunggu hasil olah TKP,” kata Bobi.Kepala BGN: Sopir Minim Pengalaman dan Lupa Injak Rem
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyampaikan bahwa sopir pengantar MBG tersebut merupakan pengganti sopir utama yang sedang sakit.
“Dugaan sementara, jalan menanjak lalu mau pindah gigi, lupa injak rem karena kurang pengalaman,” ujar Dadan di RSUD Cilincing.AI disebut sudah memiliki SIM dan sebelumnya pernah menjadi sopir cadangan, namun ini baru hari kedua ia menggantikan sopir utama.
BGN memastikan akan melakukan evaluasi dan memperketat proses rekrutmen petugas pengiriman program MBG.

Program MBG Belum Pernah Alami Insiden Serupa
Dadan menegaskan bahwa insiden ini baru pertama kali terjadi sejak operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berjalan sejak 24 Maret.
“Kami akan memperketat SOP pengiriman dan memastikan kejadian seperti ini tidak terulang,” katanya.Polisi Masih Selidiki Penyebab Utama
Polisi masih mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV, dan melakukan olah tempat kejadian perkara untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, seluruh korban telah mendapatkan penanganan medis, sementara pihak keluarga dan sekolah mendapatkan pendampingan dari aparat terkait.
Sumber: Kompas/Detik











