
REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR kembali menyisir sejumlah ruas jalan dan titik sungai di kawasan Banjarmasin Selatan, Selasa (20/1/2026). Peninjauan ini merupakan respons cepat atas laporan warga terkait ancaman genangan air yang masih menghantui wilayah Kelurahan Pemurus Dalam hingga Tanjung Pagar.
Fokus peninjauan dimulai di Sungai Peradapan, tepatnya di kawasan Tatah Belayung, yang disinyalir menjadi salah satu titik krusial lambatnya surut genangan. Berdasarkan hasil pemantauan, aliran sungai diketahui tersumbat, sementara proses pengerukan baru mulai dilakukan sehingga kedalaman air masih cukup tinggi.
Selain itu, Yamin menemukan penyempitan alur sungai akibat keberadaan jembatan eksisting yang lebarnya tidak lagi sebanding dengan bentang sungai.
“Informasi dari Pak RT tadi, kedalaman sungai mencapai 2 sampai 3 meter. Di sisi lain, jembatan eksistingnya menyempit dan hanya menyisakan sekitar 1,5 meter dari lebar sungai yang semula 4 sampai 5 meter. Ini jelas memengaruhi laju aliran air Sungai Peradapan,” ungkap Yamin.
Dalam peninjauan tersebut, Yamin juga mengapresiasi warga dan tokoh masyarakat yang bergotong royong membersihkan area sungai sebagai bentuk kolaborasi menjaga lingkungan.
“Kami sangat berterima kasih kepada warga Tatah Belayung dan para tokoh masyarakat yang telah merawat Sungai Peradapan. Ini bagian dari urat nadi kehidupan masyarakat dan pemerintah Kota Banjarmasin,” ujarnya.Ia menegaskan, penanganan banjir dan genangan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah semata. Sinkronisasi infrastruktur dan kebersihan sungai harus berjalan beriringan.
“Budaya gotong royong harus dihidupkan kembali. Sungai harus dijaga fungsinya sebagai saluran drainase, bukan tempat pembuangan sampah,” tegasnya.Lebih lanjut, Yamin mengungkapkan keberadaan pintu air di ujung sungai yang berfungsi mengalirkan air ke pembuangan akhir. Namun, pintu air tersebut sudah lama tidak difungsikan.

“Pintu air ini dibangun sekitar tahun 2000-an. Karena tidak terawat, kini terbengkalai. Lebarnya hanya tersisa 1 meter dan bagian dasar sudah tertutup beton. Ini harus segera diubah, minimal dibuat tiga pintu agar aliran air bisa diatur sesuai ketinggian,” jelasnya.Yamin juga mengingatkan masyarakat dan pengembang perumahan agar tidak membangun rumah membelakangi sungai, karena berpotensi merusak fungsi sungai dalam jangka panjang.
“Ke depan, ini harus jadi perhatian bersama. Sungai jangan dipunggungi, tapi dihadapi. Kepentingan sungai sebagai sistem drainase kota harus kita tingkatkan,” pungkasnya.Sumber: Diskominfo Banjarmasin
- John Herdman Kunjungi Jay Idzes di Sassuolo dan Temui Fabio Grosso
- Menuju Kota Cerdas: Pemkot Banjarmasin Evaluasi Implementasi Smart City dan Penggunaan Teknologi AI
- Aksi Viral MrBeast: Coba Suap Kiper Lawan $10.000 demi Cetak Gol di Laga Amal Match for Hope
- Rakernas PSI di Makassar: Jokowi Tegaskan Siap Bekerja Mati-matian Menangkan Partai
- Dramatis! Bungkam Kirgistan 5-3, Timnas Futsal Indonesia Segel Tiket Perempat Final Piala Asia 2026













