Beranda Football Timur Kapadze Masuk Bursa Pelatih Timnas Indonesia, Pengamat Malaysia: “Belum Tentu Cocok”

Timur Kapadze Masuk Bursa Pelatih Timnas Indonesia, Pengamat Malaysia: “Belum Tentu Cocok”

Timur Kapadze saat masih melatih Timnas Uzbekistan. (FRANCK FIFE / AFP)
Timur Kapadze saat masih melatih Timnas Uzbekistan. (FRANCK FIFE / AFP)

REALITANYANEWS, JAKARTA – Timur Kapadze menjadi salah satu nama yang masuk dalam bursa kandidat pelatih Timnas Indonesia. Rekam jejak pelatih berusia 44 tahun itu memang menggiurkan. Ia meloloskan Timnas Uzbekistan ke Piala Dunia 2026, membawa Uzbekistan U-23 tampil di Olimpiade Paris 2024, hingga meraih gelar juara CAFA 2025.

Namun menurut pengamat sepak bola asal Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah, sederet prestasi tersebut tidak otomatis membuat Kapadze cocok menangani Timnas Indonesia.

“Saya akui Timur Kapadze salah satu pelatih lokal tersukses di Uzbekistan saat ini. Tapi prestasi itu tidak menjamin dia bisa membawa Timnas Indonesia sukses. Sepak bola Indonesia unik dan menarik,” ujar Raja Isa.

Ia menekankan perbedaan besar antara kultur sepak bola Indonesia dan Uzbekistan. Meski sama-sama berada di kawasan Asia, menurutnya karakter sepak bola dan postur fisik pemain Uzbekistan lebih mendekati gaya Eropa.

“Budaya Indonesia berbeda dengan Uzbekistan. Sepak bola mereka condong ke Eropa. Kalau Kapadze membawa gaya Eropa ke Timnas Indonesia, akan susah,” katanya.

Raja Isa yang pernah 17 tahun berkarier di Indonesia menilai pemain Indonesia masih membutuhkan disiplin tinggi dalam proses latihan. Ia mempertanyakan apakah Kapadze memiliki disiplin pelatih yang cukup keras untuk mengelola Timnas Indonesia.

Lebih jauh, ia menilai Indonesia lebih cocok ditangani pelatih asal Korea Selatan atau Jepang yang dikenal dengan disiplin ketat.

“Shin Tae-yong sudah paham budaya Indonesia. Ia hampir berhasil membangun karakter pemain dengan disiplin dan kerja keras. Jika PSSI ingin mencari pelatih Eropa, yang paling cocok menurut saya dari Jerman,” ucapnya.

Raja Isa juga menyinggung soal kesabaran dalam proses pembinaan. Ia menyebut Kapadze membutuhkan waktu tujuh tahun sebelum sukses membawa Uzbekistan menjuarai CAFA 2025.

“Pertanyaannya, apakah Indonesia mau menunggu proses panjang seperti itu? Jangan sampai seperti Shin Tae-yong karena tidak memberi gelar langsung, lalu dipecat. Padahal sepak bola bukan sekadar trofi, tapi bagaimana Timnas Indonesia lebih dulu menembus level Asia dan dunia,” tegasnya.

Sumber: Bola.com

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini