
REALITANYANEWS, JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) resmi mengumumkan penghentian sementara operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur Idul Fitri 1447 Hijriah. Langkah ini diprediksi akan memberikan penghematan anggaran negara yang cukup signifikan, yakni mencapai 5 triliun.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa jeda operasional ini menyesuaikan dengan kalender pendidikan dan libur nasional. Program ini dijadwalkan akan kembali aktif secara normal pada akhir Maret mendatang.
Jadwal Terakhir Distribusi dan Penyaluran Awal
Dadan merincikan bahwa batas akhir penyaluran dibedakan berdasarkan kategori penerima manfaat. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir karena BGN telah melakukan skema bundling atau distribusi lebih awal untuk menutupi kebutuhan jangka pendek.
| Kategori Penerima | Tanggal Terakhir Penyaluran | Tanggal Kembali Operasional |
| Anak Sekolah | 13 Maret 2026 | 31 Maret 2026 |
| Ibu Hamil, Busui, & Balita | 17 Maret 2026 | 31 Maret 2026 |
"Pendistribusian untuk periode 18-24 Maret dilakukan lebih awal pada Selasa (17/3) kemarin, berupa paket kemasan makanan sehat ditambah tiga paket bundling untuk alokasi hingga Jumat (20/3)," jelas Dadan usai bertemu Jaksa Agung di Jakarta, Selasa.Gandeng Kejagung Guna Cegah Korupsi Anggaran
Selain soal jadwal, BGN menunjukkan keseriusannya dalam menjaga transparansi anggaran MBG yang bernilai fantastis. BGN secara resmi menggandeng Kejaksaan Agung (Kejagung) dengan menempatkan personel dari Jamintel di dalam struktur internal mereka.
"Langkah ini preventif, bukan untuk melaporkan mitra, tetapi agar mereka yang mengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bekerja optimal, waspada, dan transparan dalam menggunakan anggaran negara," tegas Dadan.BGN bahkan meminta adanya pejabat eselon dua dari Kejagung untuk memperkuat pengawasan di pusat. Hal ini diharapkan dapat menutup celah penyelewengan sejak dini melalui pembinaan dan pengawasan ketat terhadap para mitra pelaksana di lapangan.
Target Kualitas dan Profesionalisme
Pendekatan preventif ini diambil agar seluruh pihak, mulai dari penyedia bahan baku hingga distributor makanan, mematuhi standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan. BGN berkomitmen bahwa meskipun ada jeda libur, kualitas layanan bagi masyarakat saat program kembali berjalan nanti harus tetap terjaga secara profesional dan akuntabel.
Dengan penghematan mencapai 5 triliun selama masa libur Lebaran ini, pemerintah berharap alokasi anggaran dapat dikelola lebih efisien untuk keberlanjutan program gizi nasional di masa mendatang.
Sumber: Anatara
BACA JUGA:
- CIMB Niaga Hadirkan Pengalaman OCTO di Halte GBK, Permudah Mobilitas dan Transaksi Digital
- Indosat Bukukan Pendapatan Rp30,7 Triliun, Transformasi AI dan 5G Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
- Manchester City Siapkan Ayyoub Bouaddi sebagai Suksesor Rodri, Transfer Bergantung pada Real Madrid
- PLN: Pemadaman Listrik Bergilir di Kalsel Bukan Akibat Batu Bara, Stok Aman 15 Hari
- Prediksi Lini Tengah Timnas Indonesia vs Timor Leste di Piala AFF 2026, Thom Haye Jadi Kunci Permainan













