Beranda KALSEL Harga LPG Pink di HST Melonjak, 5,5 Kg Tembus Rp135 Ribu akibat...

Harga LPG Pink di HST Melonjak, 5,5 Kg Tembus Rp135 Ribu akibat Distribusi Terganggu

Harga LPG Pink di HST Melonjak, 5,5 Kg Tembus Rp135 Ribu akibat Distribusi Terganggu
Harga LPG Pink di HST Melonjak, 5,5 Kg Tembus Rp135 Ribu akibat Distribusi Terganggu

REALITANYANEWS, BARABAI – Harga LPG nonsubsidi jenis Bright Gas atau LPG Pink di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Kalimantan Selatan, mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa pekan terakhir. Ketiadaan agen resmi di wilayah Barabai diduga menjadi pemicu utama kenaikan harga di tingkat eceran.

Sejak pertengahan April 2026, harga Bright Gas ukuran 5,5 kilogram tercatat mencapai Rp135.000 per tabung. Sementara itu, ukuran 12 kilogram menyentuh angka sekitar Rp260.000 di tingkat pengecer.

Kondisi ini terjadi akibat pasokan LPG yang masih bergantung dari luar daerah, seperti Kandangan dan Amuntai. Jarak distribusi yang cukup jauh serta tingginya biaya operasional membuat harga jual ke masyarakat ikut terdorong naik.

Kepala Bidang Pasar Dinas Perdagangan HST, Aris Waluyo, menjelaskan bahwa harga di tingkat agen sebenarnya masih berada di bawah harga eceran. Namun, proses distribusi menjadi faktor penentu lonjakan harga di lapangan.

“Karena tidak ada agen resmi di Barabai, distribusi harus mengambil dari daerah lain. Di situ ada tambahan biaya, sehingga harga di lapangan menjadi lebih tinggi,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).

Ia menyebutkan, harga acuan di tingkat agen berkisar Rp114.000 untuk LPG 5,5 kilogram dan Rp238.000 untuk ukuran 12 kilogram, meski angka tersebut dapat berbeda tergantung lokasi distribusi.

Gas LPG Non Subsidi di Display pada satu kios di Jalan Pramuka, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin. Saat ini kenaikan juga terjadi di Kabupaten HST
Gas LPG Non Subsidi di Display pada satu kios di Jalan Pramuka, Kelurahan Pemurus Luar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Banjarmasin. Saat ini kenaikan juga terjadi di Kabupaten HST

Pemerintah daerah kini mulai mencermati kondisi tersebut guna mencegah gejolak harga yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau untuk tetap menggunakan LPG sesuai peruntukannya agar tidak terjadi pergeseran ke gas subsidi.

“Kami berharap tidak terjadi peralihan penggunaan ke LPG subsidi, karena itu bisa berdampak pada ketersediaan bagi masyarakat yang berhak,” tambahnya.

Sementara itu, Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setda HST memastikan akan segera melakukan langkah lanjutan melalui pemantauan intensif terhadap perkembangan harga dan distribusi di lapangan.

Dalam waktu dekat, pemerintah daerah berencana menggelar rapat koordinasi bersama instansi terkait serta tim pengawasan LPG guna mencari solusi konkret, termasuk kemungkinan penataan sistem distribusi agar lebih efisien dan terjangkau bagi masyarakat.

Sumber: Banjarmasin Post

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini