
REALITANYANEWS, SERANG – Bek Johnathan Carlos Pereira Souza menjadi korban serangan rasial di media sosial usai laga kontra Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026.
Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan yang berakhir imbang 2-2 di Banten International Stadium, Senin (20/4/2026) malam WIB.
Johnathan, yang tampil sebagai starter selama 76 menit, menerima pesan bernuansa rasial melalui direct message (DM) di akun Instagram pribadinya, @johnathanjc2. Ia kemudian mengunggah tangkapan layar pesan tersebut ke fitur Instagram Stories.
Alih-alih membalas dengan emosi, pemain asal Brasil itu justru merespons dengan kalimat singkat namun penuh makna.
“Semoga Tuhan memberkatimu,” tulisnya.Dalam pertandingan tersebut, Dewa United sebenarnya tampil dominan di awal laga. Dua gol cepat dicetak melalui Alex Martins pada menit ke-18 dan Ricky Kambuaya pada menit ke-64.
Namun, situasi berubah drastis setelah Alex Martins menerima kartu kuning kedua di menit yang sama, memaksa tim berjuluk Banten Warriors bermain dengan 10 pemain.
Keunggulan itu akhirnya sirna setelah Thom Haye memperkecil ketertinggalan lewat penalti pada menit ke-76. Tekanan berlanjut hingga Andrew Jung mencetak gol penyeimbang pada menit ke-85, memanfaatkan assist dari Eliano Reijnders.
Hasil imbang ini membuat Dewa United tertahan di peringkat ketujuh klasemen sementara dengan 41 poin dari 28 pertandingan. Sementara itu, Persib Bandung tetap kokoh di puncak dengan koleksi 65 poin.
Johnathan sendiri merupakan rekrutan anyar Dewa United pada awal musim ini. Hingga saat ini, ia telah mencatatkan 12 penampilan dan mengoleksi dua kartu kuning.
Sepanjang kariernya, pemain berposisi bek kanan tersebut pernah memperkuat sejumlah klub, seperti CSKA 1948, Goias, Tupi, Stal Kamianske, Botev Plovdiv, hingga Beroe.
Kasus yang menimpa Johnathan kembali menjadi pengingat bahwa praktik rasisme masih menjadi persoalan serius di dunia sepak bola, termasuk di ranah digital.
Respons tenang yang ditunjukkan sang pemain justru menuai simpati publik, sekaligus menjadi refleksi bahwa sportivitas dan kemanusiaan tetap harus dijaga, di dalam maupun luar lapangan.
Sumber: Bola.com
BACA JUGA:
- 139 Guru Honorer di Parepare Belum Digaji 4 Bulan, Hanya Diminta Bersabar
- Bek Dewa United Jadi Korban Serangan Rasial Usai Lawan Persib, Responsnya Bikin Salut
- Taman Edukasi Satwa Jahri Saleh Terus Bersolek, Wahana Air Segera Dibangun
- Momen Shin Tae-yong Jadi Starter Pacuan Kuda di Yogyakarta, Tampil Ala Koboi
- Direksi Baru PALD Banjarmasin Siapkan Skema Agresif Guna Dongkrak Cakupan Pelanggan












