Beranda KALSEL Pemkot Banjarmasin Fasilitasi Sertifikasi Fotografer Gratis, Dorong SDM Kreatif Berdaya Saing Nasional

Pemkot Banjarmasin Fasilitasi Sertifikasi Fotografer Gratis, Dorong SDM Kreatif Berdaya Saing Nasional

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kota Banjarmasin, Widya Pelissa, Direktur LSP Fotografi Indonesia, Ricky Purnama Hadi, dan Para Peserta Sertifikasi Kompetensi Profesi Fotografi di Hotel Summer Bed n' Breakfast Banjarmasin. Foto Dok Muhammad Randy
Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kota Banjarmasin, Widya Pelissa, Direktur LSP Fotografi Indonesia, Ricky Purnama Hadi, dan Para Peserta Sertifikasi Kompetensi Profesi Fotografi di Hotel Summer Bed n' Breakfast Banjarmasin. Foto Dok Muhammad Randy

REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif. Salah satunya melalui Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Profesi Fotografi dengan skema Fotografer Junior yang digelar oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kota Banjarmasin.

Kegiatan yang bekerja sama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Fotografi Indonesia tersebut berlangsung di Hotel Summer Bed n’ Breakfast Banjarmasin pada 5–6 Agustus 2026.

Program ini diberikan secara gratis sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kota Banjarmasin dalam meningkatkan kompetensi fotografer lokal agar memiliki sertifikasi profesi yang diakui secara nasional dan mampu bersaing di industri kreatif.

Wakil Walikota Banjarmasin, Hj. Ananda, membuka Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Profesi Fotografi di Hotel Summer Bed n' Breakfast Banjarmasin. Foto Dok Muhammad Randy
Wakil Walikota Banjarmasin, Hj. Ananda, membuka Pelatihan dan Sertifikasi Kompetensi Profesi Fotografi di Hotel Summer Bed n’ Breakfast Banjarmasin. Foto Dok Muhammad Randy

Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Disbudporapar Kota Banjarmasin, Widya Pelissa, mengatakan sertifikasi profesi kini menjadi kebutuhan penting di tengah berkembang pesatnya sektor ekonomi kreatif.

Menurutnya, selain meningkatkan kemampuan teknis, sertifikasi juga menjadi bukti kompetensi yang dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat maupun dunia usaha terhadap para fotografer.

"Kegiatan ini bertujuan agar para fotografer memiliki kepercayaan dari masyarakat maupun perusahaan. Selain itu, mereka juga dapat meningkatkan kemampuan, menambah nilai profesional, serta meningkatkan kualitas diri sebagai pelaku industri kreatif," ujar Widya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan pembekalan mulai dari pemahaman dasar mengenai pemilihan jenis kamera sesuai kebutuhan, pemeriksaan peralatan fotografi, hingga teknik pengaturan kamera untuk menghasilkan foto yang tajam dan berkualitas.

Tak hanya teori, peserta juga mengikuti proses uji kompetensi sebagai syarat memperoleh sertifikat profesi yang diterbitkan sesuai standar nasional.

Direktur LSP Fotografi Indonesia, Ricky Purnama Hadi, memberikan materi mengenai pentingnya sertifikasi profesi bagi fotografer. Foto Dok Muhammad Randy
Direktur LSP Fotografi Indonesia, Ricky Purnama Hadi, memberikan materi mengenai pentingnya sertifikasi profesi bagi fotografer. Foto Dok Muhammad Randy

Sementara itu, Direktur LSP Fotografi Indonesia, Ricky Purnama Hadi, menilai sertifikasi menjadi langkah penting untuk meningkatkan profesionalisme fotografer di Indonesia.

Ia menjelaskan, selama ini banyak fotografer memiliki kemampuan yang baik, namun belum memiliki bukti kompetensi yang diakui secara resmi.

"Selama ini fotografer sering kali hanya diakui berdasarkan pengalaman atau rekomendasi. Dengan memiliki sertifikat kompetensi, teman-teman fotografer di Banjarmasin dapat menunjukkan bahwa mereka benar-benar kompeten dan diakui oleh negara. Hal ini tentu memberikan rasa percaya kepada pengguna jasa untuk menggunakan fotografer yang telah tersertifikasi," jelas Ricky.

Melalui program ini, Pemerintah Kota Banjarmasin berharap semakin banyak fotografer lokal yang tidak hanya mengandalkan kemampuan otodidak, tetapi juga memiliki standar kompetensi profesional yang diakui secara nasional.

Dengan bekal sertifikasi tersebut, para pelaku fotografi diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk menembus pasar industri kreatif, memperluas jaringan kerja, hingga meningkatkan daya saing di tingkat regional maupun nasional.

(Realitanyanews/Muhammad Randy) 

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini