REALITANYANEWS, KALSEL – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis Prospek Cuaca Mingguan Kalimantan Selatan yang berlaku pada 7 hingga 13 Januari 2026, berdasarkan pembaruan data per 6 Januari 2026. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang berisiko memicu bencana hidrometeorologi.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor, Rianita Sekar Utami, menyampaikan bahwa secara umum wilayah Kalimantan Selatan berpotensi mengalami hujan ringan hingga hujan sedang dan lebat, yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang.
“Masyarakat Kalimantan Selatan kami imbau untuk meningkatkan kewaspadaan selama periode 7 hingga 13 Januari 2026. Berdasarkan analisis kami, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di sebagian besar wilayah,” ujar Rianita, Selasa (6/1/2026).BMKG memprakirakan suhu udara berkisar 23–31 derajat Celsius dengan kelembapan tinggi antara 65 hingga 100 persen. Sementara itu, angin diperkirakan bertiup dari arah barat daya hingga timur laut dengan kecepatan 5–35 kilometer per jam.

Pada periode 7–9 Januari 2026, seluruh wilayah Kalimantan Selatan diprakirakan mengalami hujan ringan dengan potensi meningkat menjadi hujan sedang hingga lebat. Memasuki 10–13 Januari 2026, hujan ringan masih mendominasi, namun tetap berpotensi terjadi hujan sedang di sejumlah wilayah.
Wilayah yang masuk dalam pemantauan BMKG meliputi Tabalong, Balangan, Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan, Tapin, Barito Kuala, Kabupaten Banjar, Banjarmasin, Banjarbaru, Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru.
BMKG juga mengeluarkan peringatan dini potensi hujan sedang hingga lebat disertai kilat, petir, dan angin kencang pada 7–10 serta 13 Januari 2026 di hampir seluruh wilayah Kalimantan Selatan. Sementara pada 11–12 Januari 2026, hujan sedang berpotensi terjadi pada siang hingga malam hari, terutama di wilayah perkotaan dan pesisir.

Selain cuaca darat, BMKG turut mengingatkan potensi gelombang laut setinggi hingga 2,5 meter di perairan Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kotabaru pada 11–13 Januari 2026. Kondisi tersebut dinilai berisiko bagi nelayan serta aktivitas pelayaran kapal tongkang dan feri.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mewaspadai banjir, banjir bandang, tanah longsor, genangan air, jalan licin, serta potensi pohon tumbang, dan menghindari aktivitas di kawasan rawan longsor saat hujan deras.
“Masyarakat diharapkan terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi BMKG,” pungkas Rianita.
Sumber: Banjarmasin Post













