REALITANYANEWS, JAKARTA – Aktris Hollywood Angelina Jolie mengunjungi perbatasan Rafah di Mesir, jalur utama masuknya bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, pada Jumat (2/1/2026). Kunjungan ini dilakukan untuk meninjau langsung kondisi distribusi bantuan di tengah krisis kemanusiaan yang terus menekan warga Palestina.
Di lokasi, Jolie bertemu dengan para relawan kemanusiaan, termasuk sukarelawan Palang Merah Bulan Sabit (Red Crescent), serta sejumlah pengemudi truk bantuan yang hingga kini masih menunggu izin untuk memasuki Gaza. Para relawan menyampaikan bahwa ribuan truk bermuatan logistik tertahan di perbatasan akibat pembatasan akses yang belum sepenuhnya dicabut.
Selain memantau kondisi logistik, Jolie juga menerima laporan mengenai warga Gaza yang terluka dan telah dievakuasi ke fasilitas medis di Mesir. Banyak dari mereka dirawat dalam keterbatasan pasokan medis dan bahan bakar, seiring belum optimalnya jalur bantuan yang dibuka.
“Saya merasa terhormat bisa bertemu para relawan kemanusiaan di perlintasan ini,” ujar Jolie saat berdialog dengan para petugas di Rafah, dikutip dari South China Morning Post, Sabtu (3/1/2026).Mantan Utusan Khusus UNHCR itu menegaskan bahwa situasi di Rafah bukan sekadar persoalan diplomasi, melainkan soal kemanusiaan dan waktu. Ia mendesak agar akses bantuan ke Gaza segera dipercepat dan diperluas.
“Yang perlu dilakukan sudah sangat jelas. Gencatan senjata harus dipertahankan, dan akses bantuan harus aman, berkelanjutan, serta segera diperluas agar bahan bakar, pasokan medis, dan bantuan penting dapat masuk dengan cepat dan konsisten sesuai kebutuhan,” tegas Jolie.Perlintasan Rafah sejatinya direncanakan kembali dibuka seiring gencatan senjata yang berlaku sejak Oktober. Namun hingga kini, jalur tersebut belum beroperasi penuh. Dalam pernyataan bersama pada Jumat, Mesir bersama enam negara lain, termasuk Arab Saudi, mendesak komunitas internasional menekan Israel agar mencabut pembatasan masuk dan distribusi bantuan ke Gaza.
Sebelumnya, Israel menyatakan bahwa Rafah hanya akan dibuka bagi warga yang ingin meninggalkan Gaza, klaim yang dibantah oleh pemerintah Mesir. Situasi ini semakin memperpanjang antrean bantuan di perbatasan, sementara kondisi kemanusiaan di Gaza kian memburuk.
Angelina Jolie sendiri mengakhiri perannya sebagai Utusan Khusus UNHCR pada akhir 2022 setelah lebih dari dua dekade mengabdi. Meski tak lagi berada di bawah mandat PBB, Jolie menegaskan komitmennya untuk terus bersuara dan terlibat dalam isu-isu kemanusiaan global, termasuk krisis Palestina.
Sumber: Middle East Monitor













