Beranda KALSEL Pemko Banjarmasin Manfaatkan AI untuk Bantu Penyusunan LAKIP 32 Perangkat Daerah

Pemko Banjarmasin Manfaatkan AI untuk Bantu Penyusunan LAKIP 32 Perangkat Daerah

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, bersama jajaran Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin dan peserta mengikuti sesi foto bersama usai Workshop Penyusunan Laporan Kinerja di Hotel Nasa Banjarmasin. Foto Dok Istimewa
Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, bersama jajaran Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin dan peserta mengikuti sesi foto bersama usai Workshop Penyusunan Laporan Kinerja di Hotel Nasa Banjarmasin. Foto Dok Istimewa

REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mulai memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) sebagai alat bantu dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP).

Pemanfaatan teknologi tersebut diperkenalkan melalui Workshop Penyusunan Laporan Kinerja di Lingkungan Pemerintah Kota Banjarmasin Tahun 2026 yang digelar Bagian Organisasi Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin di Hotel Nasa Banjarmasin, Senin (2/11/2026).

Kegiatan dibuka Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Ichrom Muftezar, yang mewakili Wali Kota H Muhammad Yamin HR. Hadir pula Kepala Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin, Mouna Rahmawati, serta Kasubbag Perencanaan dan staf administrasi penyusunan laporan kinerja dari 32 perangkat daerah.

Workshop tersebut bertujuan menyamakan pemahaman sekaligus meningkatkan kemampuan perangkat daerah dalam menyusun laporan kinerja yang berkualitas, akurat, berbasis data, dan tepat waktu.

Ichrom Muftezar mengatakan, penggunaan AI diharapkan dapat mempercepat proses penyusunan sekaligus membantu meningkatkan kualitas laporan. Namun, teknologi tersebut hanya berfungsi sebagai pendukung dan bukan pengganti kewenangan manusia dalam mengambil keputusan.

“Sebagaimana informasi yang kami dapatkan, dalam penyusunan laporan kinerja ini kita akan menggunakan alat bantu Artificial Intelligence. Ini sangat membantu untuk mempercepat proses, tetapi bukan sebagai pengambil keputusan,” ujarnya.

Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan untuk membantu proses analisis dan penyempurnaan dokumen. Meski demikian, tanggung jawab terhadap isi dan hasil laporan tetap berada pada masing-masing perangkat daerah.

“Kita ingin AI ini digunakan sebagai asisten atau pembantu, bukan sebagai pengambil keputusan. Harapan kami, dengan terselenggaranya workshop ini, nilai LAKIP Pemerintah Kota Banjarmasin bisa terus meningkat,” tambahnya.

Untuk mendukung penerapan tersebut, Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin menghadirkan narasumber dari Biro Organisasi Provinsi Kalimantan Selatan serta narasumber internal. Mereka memberikan pemahaman mengenai tata cara penyusunan LAKIP dengan memanfaatkan teknologi AI.

Sementara itu, Kepala Bagian Organisasi Setdako Banjarmasin, Mouna Rahmawati, menjelaskan bahwa pihaknya bertugas mengoordinasikan, membina, dan memfasilitasi seluruh perangkat daerah dalam penyusunan laporan kinerja.

Berdasarkan hasil pendampingan dan evaluasi, masih terdapat sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Di antaranya kualitas penyampaian informasi dalam laporan, kedalaman analisis terhadap kendala dan faktor keberhasilan pencapaian kinerja, serta ketepatan waktu penyampaian dokumen.

“Karena itu, workshop ini kami selenggarakan agar penyusunan laporan kinerja dapat dipersiapkan sejak dini dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan,” jelas Mouna.

Ia menambahkan, seluruh perangkat daerah akan menggunakan aplikasi Kayuh Baimbai sebagai sarana penginputan laporan kinerja. Dokumen yang telah dimasukkan ke dalam aplikasi tersebut selanjutnya akan dibantu proses verifikasinya menggunakan AI untuk menghasilkan rekomendasi perbaikan.

“Semua laporan masuk ke aplikasi Kayuh Baimbai, kemudian akan diverifikasi oleh AI. Hasilnya berupa rekomendasi yang dapat dijadikan acuan oleh seluruh SKPD untuk memperbaiki laporan masing-masing,” terangnya.

Rekomendasi tersebut diharapkan membantu perangkat daerah memperbaiki kesesuaian laporan dengan pedoman penyusunan, sekaligus memperkuat analisis terhadap capaian kinerja.

Melalui workshop ini, Pemko Banjarmasin menargetkan penyusunan LAKIP di seluruh perangkat daerah dapat berlangsung lebih sistematis dan akuntabel. Laporan yang dihasilkan juga diharapkan mampu menggambarkan pelaksanaan program, termasuk manfaat dan dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Pemanfaatan AI melalui aplikasi Kayuh Baimbai menjadi salah satu upaya Pemko Banjarmasin dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, transparan, serta berorientasi pada peningkatan kinerja dan kualitas pelayanan publik.

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini