REALITANYANEWS, JAKARTA – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) dan PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menggelontorkan total investasi US$450 juta atau sekitar Rp7,9 triliun ke perusahaan minyak dan gas asal Amerika Serikat, HighPeak Energy, Inc.
Investasi tersebut terdiri atas US250jutadariDanantaramelaluiPTDanantaraInvestmentManagement(DIM)danUS200 juta dari Energi Mega Persada (EMP), perusahaan yang merupakan bagian dari Grup Bakrie. Transaksi dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel atau Convertible Preferred Stock HighPeak.
HighPeak Energy merupakan perusahaan migas yang berbasis di Fort Worth, Texas, dan tercatat di Nasdaq dengan kode saham HPK. Perusahaan tersebut berfokus pada akuisisi, pengembangan, eksplorasi, dan produksi minyak serta gas bumi di kawasan Permian Basin.
Danantara Masuk ke Portofolio Migas Permian Basin
Investasi US$250 juta dari Danantara dilakukan melalui penerbitan saham preferen konvertibel dalam beberapa tahap.
Langkah tersebut memberikan DIM akses terhadap aset HighPeak yang didominasi produksi minyak di Permian Basin, salah satu kawasan utama penghasil minyak di Amerika Serikat.
Berdasarkan keterangan Danantara, Permian Basin menyumbang sekitar 48 persen dari total produksi minyak mentah Amerika Serikat sepanjang 2025. Kawasan tersebut juga menjadi salah satu pusat perkembangan teknologi pengeboran horizontal dan hydraulic fracturing atau fracking.
CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir mengatakan investasi tersebut sejalan dengan mandat Danantara untuk menempatkan modal pada sektor strategis yang dapat memberikan nilai jangka panjang.
“Investasi ini sejalan dengan mandat kami untuk berinvestasi di sektor strategis yang memberikan imbal hasil berkelanjutan dalam jangka panjang sekaligus mendukung kepentingan nasional Indonesia,” ujar Pandu dalam keterangan tertulis.Melalui kerja sama tersebut, DIM juga akan menempatkan satu perwakilan di jajaran direksi HighPeak.
Selain itu, setelah transaksi selesai, HighPeak akan mengembangkan program pelatihan dan penugasan kerja atau secondment bagi tenaga kerja Indonesia. Program tersebut diarahkan untuk mendukung pertukaran keahlian dan pengembangan kemampuan teknis di sektor hulu migas.
EMP Investasi US$200 Juta
Pada transaksi yang sama, PT Energi Mega Persada Tbk juga menanamkan modal sebesar US$200 juta ke HighPeak.
EMP memperoleh saham preferen konvertibel yang dapat dikonversi menjadi saham biasa sesuai mekanisme dan ketentuan yang telah disepakati dalam transaksi.
Manajemen EMP menilai investasi tersebut dapat membuka peluang sinergi antara pengalaman operasional HighPeak dengan portofolio yang dimiliki perseroan.
“ Kami meyakini bahwa investasi di HighPeak merupakan salah satu langkah penting dalam strategi tersebut dan berpotensi memberikan nilai jangka panjang yang signifikan bagi para pemegang saham Perseroan, didukung oleh pengalaman manajemen dan kapabilitas operasional HighPeak,” tulis manajemen EMP dalam keterbukaan informasi.Investasi tersebut dibiayai secara independen oleh EMP. Perseroan menyatakan langkah tersebut tetap memungkinkan perusahaan mempertahankan fleksibilitas untuk melakukan reinvestasi pada peluang pertumbuhan lainnya sekaligus menjaga disiplin dalam alokasi modal.
HighPeak Perkuat Struktur Permodalan
Bagi HighPeak, investasi dari Danantara dan EMP menjadi bagian dari transaksi pembiayaan yang lebih besar.
HighPeak menyatakan telah menerima komitmen investasi sebesar US$450 juta melalui penerbitan saham preferen konvertibel seri baru. Pada saat yang sama, perusahaan juga menyiapkan fasilitas kredit berbasis cadangan atau reserve-based lending (RBL) senilai US$800 juta.
Dana dari transaksi tersebut akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan fleksibilitas keuangan HighPeak. Perusahaan juga berencana menggunakan fasilitas pembiayaan tersebut untuk mendukung pengembangan aset serta melakukan refinancing terhadap pinjaman berjangka yang ada.
HighPeak sebelumnya memiliki pinjaman berjangka sekitar US$1,17 miliar. Transaksi pembiayaan baru tersebut diharapkan dapat memperbaiki struktur keuangan perusahaan dan mendukung rencana pengembangan bisnisnya.
HighPeak Fokus pada Aset Minyak di Texas
HighPeak Energy mengembangkan aset migas nonkonvensional di kawasan Midland Basin, bagian dari Permian Basin di Texas.
Perusahaan memiliki portofolio lahan yang luas dan sebagian besar kegiatan operasionalnya dilakukan sendiri. Fokus produksi HighPeak juga lebih berat pada minyak dibandingkan gas.
Dengan masuknya Danantara dan EMP, HighPeak mendapatkan tambahan modal sekaligus mitra strategis dari Indonesia untuk mendukung pengembangan asetnya di Amerika Serikat.
Bagi Indonesia, transaksi tersebut juga membuka peluang kerja sama dalam hal transfer teknologi dan pengetahuan di sektor hulu migas.
Sementara bagi Danantara dan EMP, investasi ini memperluas eksposur perusahaan Indonesia terhadap industri energi global, khususnya kawasan Permian Basin yang menjadi salah satu pusat produksi minyak utama Amerika Serikat.
Dalam transaksi tersebut, Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. bertindak sebagai penasihat keuangan, sedangkan Milbank LLP menjadi penasihat hukum.
Transaksi investasi tersebut dijadwalkan rampung pada kuartal IV 2026 dengan tetap memperhatikan pemenuhan sejumlah persyaratan penutupan transaksi.
Sumber: CNBC Indonesia
BACA JUGA:
- Danantara dan Grup Bakrie Investasi US$450 Juta di HighPeak Energy, Bidik Aset Migas AS
- Prabowo Tunjuk Kementerian UMKM Jadi Pengampu Ojol, Ini Pembagian Tugasnya
- Pria Dilaporkan Tenggelam di Bunglai Aranio Banjar, Pencarian Masih Dilakukan
- Ditanya Soal Ballon d’Or 2026, Roy Keane Langsung Sebut Satu Nama
- Cristiano Ronaldo Bongkar Konfliknya di Timnas Portugal, Begini Respons Jorge Jesus















