
REALITANYANEWS, BANJARMASIN – PT Air Minum Bandarmasih mulai menyalurkan air bersih darurat kepada warga terdampak krisis air di Kota Banjarmasin sejak Selasa (22/9/2026) pukul 00.00 WITA.
Air yang didistribusikan tersebut berasal dari air baku Sungai Bilu yang masih terdampak intrusi air laut sehingga memiliki kadar garam tinggi. Karena kondisi tersebut, air yang disalurkan untuk sementara hanya diperuntukkan bagi kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK), bukan untuk minum maupun memasak.
Distribusi air darurat dilakukan menyusul penurunan debit air baku dan kondisi intrusi air laut selama musim kemarau yang berdampak terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat.
Direktur Utama PAM Bandarmasih Zulbadi mengatakan, distribusi air nonkonsumsi menyasar wilayah yang terdampak cukup parah, mulai dari penurunan tekanan air hingga kondisi mati total selama beberapa hari.
“Air nonkonsumsi akan didistribusikan ke daerah terdampak meliputi wilayah Banjarmasin Barat secara total, Banjarmasin Tengah ada enam kelurahan, dan Banjarmasin Utara ada lima kelurahan di sebelah kiri intake,” papar Zulbadi, Senin (21/9/2026).Air Baku Sungai Bilu Terdampak Intrusi Air Laut
Zulbadi menjelaskan, kondisi air baku di intake Sungai Bilu saat ini dipengaruhi intrusi air laut. Akibatnya, kadar garam air baku meningkat dan air yang telah melalui proses pengolahan masih memiliki rasa asin.
Meski demikian, ia menegaskan air yang didistribusikan bukan air sungai mentah yang langsung dialirkan kepada pelanggan.
Air tersebut tetap melalui proses pengolahan di Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 di Jalan Ahmad Yani sebelum dialirkan ke jaringan PAM Bandarmasih.
“Nantinya air yang sampai ke rumah warga masih terasa asin sebab itu tidak layak konsumsi. Namun Zulbadi menjamin air tersebut secara fisik dan biologis aman dan higienis untuk kebutuhan MCK,” demikian penjelasan dalam bahan yang disampaikan.Pengolahan dilakukan untuk memisahkan material pencemar yang terdapat dalam air baku, mulai dari sampah plastik, mikroplastik hingga endapan lumpur dan tanah.
Tetap Melalui Tahapan Pengolahan Air
PAM Bandarmasih menyebut proses pengolahan air darurat tetap menggunakan tahapan pengolahan sebagaimana kondisi normal.
Zulbadi mengatakan, perbedaannya terletak pada karakteristik air baku, terutama kadar garam yang lebih tinggi. Dalam proses pengolahan, PAM Bandarmasih juga menambahkan polimer.
“Tahapannya tidak ada beda, bahan kimia sama, justru ada tambahan polimer. Yang membedakan rasa. Secara fisik, kimia, dan biologi sama. Fisik kan tidak berwarna, tidak berbau, tidak kotor kelihatan kasat mata, dan ada proses disinfeksi untuk membunuh kuman,” bebernya.Tahapan pengolahan mencakup proses koagulasi, flokulasi, sedimentasi, filtrasi hingga pemberian disinfektan.
Proses tersebut dilakukan untuk mengurangi material pencemar sekaligus membasmi mikroorganisme yang berpotensi membahayakan. Air sungai yang belum diolah, menurut penjelasan PAM Bandarmasih, masih berisiko mengandung bakteri seperti E. coli dan coliform.
Tiga Kecamatan Terdampak
Distribusi air darurat ditujukan kepada warga di tiga wilayah kecamatan yang terdampak, yakni:
- Banjarmasin Barat: seluruh wilayah kecamatan.
- Banjarmasin Tengah: enam kelurahan, yakni Teluk Dalam, Mawar, Kertak Baru Ilir, Kertak Baru Ulu, Pasar Lama, dan Antasan Besar.
- Banjarmasin Utara: lima kelurahan, yakni Pangeran, Kuin Utara, Alalak Selatan, Alalak Tengah, dan Alalak Utara.
PAM Bandarmasih sebelumnya menyebut sekitar 70 persen masyarakat di wilayah terdampak menginginkan adanya layanan air bersih darurat, terutama untuk memenuhi kebutuhan MCK sehari-hari.
Masyarakat diminta menggunakan air tersebut sesuai peruntukannya. Air hanya dapat digunakan untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan kakus, serta tidak diperuntukkan untuk memasak maupun diminum.
Sistem Pembayaran Tetap Berdasarkan Meteran
Terkait gangguan distribusi air yang terjadi, Zulbadi mengatakan sistem pembayaran pelanggan tetap mengacu pada angka pemakaian yang tercatat pada meteran air.
Sementara itu, mengenai aspirasi warga terkait kemungkinan pemberian kompensasi atau potongan tagihan, PAM Bandarmasih belum mengambil keputusan.
Usulan tersebut akan terlebih dahulu ditampung untuk kemudian dibahas bersama komisaris dan pemegang saham atau pemilik perusahaan.
Warga Setuju Air Darurat untuk Kebutuhan MCK
Salah seorang warga terdampak, Kurniawan, menyatakan setuju dengan langkah distribusi air darurat yang khusus diperuntukkan bagi kebutuhan MCK.
Menurutnya, ketersediaan air untuk mandi dan kebutuhan sanitasi tetap penting di tengah gangguan distribusi air bersih.
“Karena untuk mandi dan buang air ini sangat penting sehari-hari, kalau minum dan masak ya pakai air isi ulang,” ucap Kurniawan melalui media sosial.PAM Bandarmasih menyatakan akan terus memantau kondisi air baku dan berkoordinasi dengan pihak terkait agar kualitas pelayanan dapat kembali normal.
Untuk sementara, masyarakat di wilayah terdampak diminta menggunakan air darurat tersebut secara bijak dan sesuai peruntukannya.
Sumber: banjarmasin.tribunnews.com / pambandarmasih
BACA JUGA:
- Air PAM Bandarmasih Darurat Mulai Disalurkan, Hanya untuk MCK
- Karhutla Gunung Batu Laki HSS Sulit Dipadamkan, Medan Pegunungan Jadi Kendala
- Gibran Soroti Video Pegawai SPPG Bantul yang Diduga Ejek Korban Keracunan MBG
- Komunitas RC Rally dari Sejumlah Daerah Bertanding di Taman Satwa Banjarmasin
- Doa Bersama Enam Agama Warnai Peringatan 500 Tahun Kota Banjarmasin












