Beranda Blog Prabowo Resmi Ganti Purbaya dengan Suahasil Nazara sebagai Menkeu

Prabowo Resmi Ganti Purbaya dengan Suahasil Nazara sebagai Menkeu

Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri) tiba untuk mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (07/09).
Mantan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kedua kiri) tiba untuk mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (07/09).

REALITANYANEWS, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto resmi menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa dalam reshuffle Kabinet Merah Putih, Senin (14/9/2026).

Suahasil dilantik di Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 16.00 WIB. Pengangkatan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden RI Nomor 97P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029.

Sebelumnya, Suahasil menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan sejak Oktober 2019. Ia menduduki posisi tersebut pada era Presiden Joko Widodo dan kembali dipercaya mendampingi Purbaya setelah Purbaya ditunjuk sebagai Menteri Keuangan pada 2025.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima telepon di DPR RI pada Senin (14/9/2026).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima telepon di DPR RI pada Senin (14/9/2026).

Purbaya Tinggalkan Rapat DPD RI

Pergantian Menteri Keuangan berlangsung ketika Purbaya masih mengikuti rapat bersama Komite IV DPD RI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta.

Rapat tersebut dipimpin Ahmad Nawardi dan turut dihadiri perwakilan Bappenas serta Bank Indonesia. Di tengah pemaparan Purbaya, Nawardi melakukan interupsi dan meminta Purbaya menerima telepon dari Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi.

“Pak menteri saya putus dulu, katanya ada telepon dari Mensesneg. Tolong dilihat dulu,” kata Nawardi.

Purbaya kemudian meninggalkan ruang rapat dan tidak kembali. Pada waktu yang hampir bersamaan, prosesi pelantikan Suahasil sebagai Menteri Keuangan berlangsung di Istana Kepresidenan.

Sebelum meninggalkan rapat, Purbaya sempat menyampaikan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih terjaga di tengah ketidakpastian global.

“Di tengah ketidakpastian global saat ini, perekonomian Indonesia masih tetap terjaga,” ujar Purbaya.

Ia menyebut pertumbuhan ekonomi masih berlangsung, inflasi terkendali, dan neraca perdagangan berada dalam kondisi baik.

Sebelum dilantik sebagai menkeu yang baru, Suahasil Nazara (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (07/09), mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah)
Sebelum dilantik sebagai menkeu yang baru, Suahasil Nazara (kanan) mengikuti rapat kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (07/09), mendampingi Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah)

Suahasil Prioritaskan APBN yang Sehat

Usai dilantik, Suahasil mengatakan bahwa menjaga kesehatan dan kredibilitas Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara menjadi prioritas utamanya.

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya, menjaga kesehatan dan menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ujar Suahasil.

Suahasil juga berkomitmen melanjutkan pengelolaan keuangan negara dengan menjadikan APBN sebagai motor pertumbuhan sekaligus stabilisator ekonomi domestik.

Ia menyebut komunikasi APBN kepada masyarakat perlu dilakukan secara transparan untuk meningkatkan kepercayaan publik.

Selain itu, Suahasil memastikan pemerintah akan berupaya menjaga defisit APBN tetap di bawah 3 persen terhadap Produk Domestik Bruto sesuai amanat Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan per akhir Juni 2026, defisit APBN tercatat sebesar Rp196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB.

“Saya juga akan memastikan bahwa apa yang dilakukan melalui APBN mendukung program prioritas pemerintah,” tuturnya.

Menurut Suahasil, efisiensi belanja juga menjadi perhatian penting. Efisiensi tidak semata-mata berarti mengurangi anggaran, melainkan memastikan setiap belanja negara menghasilkan keluaran yang optimal dan sesuai perencanaan.

Suahasil Nazara, saat menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, menghadiri konferensi pers bulanan mengenai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada 5 Juni 2026.
Suahasil Nazara, saat menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan, menghadiri konferensi pers bulanan mengenai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Kementerian Keuangan, Jakarta, pada 5 Juni 2026.

Profil dan Perjalanan Karier Suahasil Nazara

Suahasil Nazara lahir di Jakarta pada 23 November 1970. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Indonesia pada 1994.

Setelah itu, Suahasil melanjutkan pendidikan ke Cornell University, Amerika Serikat, dan memperoleh gelar Master of Science pada 1997. Ia kemudian meraih gelar Doctor of Philosophy dari University of Illinois at Urbana-Champaign pada 2003.

Suahasil mengawali karier sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia sejak 1999. Pada 2009, ia memperoleh gelar profesor di bidang Ilmu Ekonomi.

Di lingkungan FEB UI, Suahasil pernah menjabat sebagai:

  • Kepala Program Studi Pascasarjana Ilmu Ekonomi periode 2004–2005;
  • Kepala Lembaga Demografi periode 2005–2008;
  • Ketua Departemen Ilmu Ekonomi periode 2009–2013.

Ia juga pernah menjadi Koordinator Kelompok Kerja Kebijakan pada Sekretariat Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan di Kantor Wakil Presiden RI, anggota Dewan Komite Ekonomi Nasional, serta anggota Tim Asistensi Menteri Keuangan bidang Desentralisasi Fiskal.

Suahasil kemudian dipercaya sebagai Pelaksana Tugas Kepala Badan Kebijakan Fiskal sejak Februari 2015. Pada Oktober 2016, ia dilantik sebagai Kepala BKF definitif.

Pada 25 Oktober 2019, Presiden Joko Widodo melantik Suahasil sebagai Wakil Menteri Keuangan. Posisi tersebut tetap diembannya pada pemerintahan Prabowo Subianto hingga akhirnya ditunjuk sebagai Menteri Keuangan.

Suahasil Nazara (depan kiri) mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
Suahasil Nazara (depan kiri) mengucapkan sumpah jabatan saat dilantik sebagai Menteri Keuangan di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).

Pengamat Soroti Tantangan Suahasil

Pergantian Menteri Keuangan mendapat perhatian dari sejumlah pengamat ekonomi.

Peneliti Centre for Strategic and International Studies, Nicky Fahrizal, menilai pergantian tersebut mencerminkan kesadaran pemerintah terhadap meningkatnya kerentanan ekonomi nasional.

Menurut Nicky, tantangan Suahasil bukan hanya menjaga stabilitas ekonomi, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah dan melakukan konsolidasi fiskal melalui penataan APBN.

“Anggaran negara harus didisiplinkan agar kembali presisi, efisien, dan berdampak nyata,” ujar Nicky.

Sementara itu, ekonom CELIOS Nailul Huda menilai pergantian Purbaya tidak terlepas dari persoalan pengelolaan keuangan negara. Ia menyoroti meningkatnya belanja negara, kondisi outlook surat utang Indonesia, serta perlunya menjaga batas antara kebijakan fiskal dan moneter.

Nailul menilai penunjukan Suahasil belum tentu membawa perubahan besar karena Suahasil sebelumnya merupakan bagian dari internal Kementerian Keuangan.

“Penunjukkan Suahasil sebagai Menkeu sebenarnya bukan sebuah perubahan karena Suahasil sendiri selama ini menjadi Wakil Menkeu dari zaman Sri Mulyani,” katanya.

Menurut Nailul, tantangan utama Suahasil adalah mengembalikan APBN ke jalur yang lebih rasional, menjaga defisit tetap terkendali, memulihkan kepercayaan investor, dan mengisi sejumlah posisi strategis yang masih kosong di Kementerian Keuangan.

Adapun Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance, Tauhid Ahmad, menilai pergantian tersebut lebih merupakan penyegaran pemerintahan sekaligus upaya menghadirkan pandangan baru dalam menghadapi persoalan fiskal.

Tauhid menilai pengalaman Suahasil sebagai pejabat internal Kementerian Keuangan dapat menjadi modal penting untuk menjalankan tugas barunya.

“Kan dia orang dalam, bukan orang luar. Berarti gaya orang dalam pasti sudah jauh lebih tahu,” ujar Tauhid.

Dengan pengalaman panjang di bidang ekonomi dan pemerintahan, Suahasil kini menghadapi tantangan untuk menjaga kredibilitas APBN, meningkatkan kualitas belanja negara, memperkuat penerimaan, serta mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Sumber: BBC

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini