Beranda KALSEL Penerbangan Banjarmasin-Jakarta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Sejumlah Penumpang Gagal Berangkat

Penerbangan Banjarmasin-Jakarta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Sejumlah Penumpang Gagal Berangkat

Penerbangan Banjarmasin-Jakarta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Sejumlah Penumpang Gagal Berangkat
Penerbangan Banjarmasin-Jakarta Terdampak Erupsi Anak Krakatau, Sejumlah Penumpang Gagal Berangkat

REALITANYANEWS, BANJARBARU – Penerbangan dari Banjarmasin menuju Jakarta masih terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin (7/9/2026). Sejumlah penerbangan dari Bandara Internasional Syamsudin Noor menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta belum dapat diberangkatkan akibat kondisi penerbangan di Jakarta.

Dampak erupsi berupa abu vulkanik membuat aktivitas penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terganggu. Kondisi tersebut turut berimbas pada penerbangan dari Banjarmasin yang memiliki tujuan Jakarta.

Sejumlah maskapai bahkan membatalkan penerbangan Banjarmasin-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pada Senin.

Pantauan di Bandara Internasional Syamsudin Noor pada Senin siang menunjukkan sejumlah penerbangan menuju Jakarta mengalami perubahan status.

Salah satunya penerbangan Super Air Jet IU-629 rute Banjarmasin-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 09.30 Wita. Penerbangan tersebut masih berstatus delay hingga sekitar pukul 10.38 Wita.

Sementara itu, penerbangan Pelita Air IP-617 rute Banjarmasin-Jakarta yang dijadwalkan berangkat pukul 10.55 Wita tercatat berstatus cancel bad weather atau dibatalkan karena kondisi cuaca.

Gangguan penerbangan tersebut membuat sejumlah calon penumpang harus menunda perjalanan mereka.

Penumpang Banjarmasin-Jakarta Gagal Berangkat Dua Hari Berturut-turut

Salah seorang calon penumpang, Madi, mengaku sudah dua kali gagal berangkat dari Banjarmasin menuju Jakarta akibat penerbangan yang terdampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Warga asal Medan tersebut seharusnya melakukan perjalanan dari Banjarmasin menuju Medan pada Minggu (6/9/2026). Rute tersebut mengharuskannya transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Namun, penerbangannya pada Minggu harus dibatalkan.

Kondisi serupa kembali dialaminya pada Senin. Rencana keberangkatannya kembali batal sehingga perjalanan menuju Medan harus ditunda.

“Sudah dua hari, hari ini batal lagi, dijadwalkan besok lagi,” kata Madi saat ditemui di terminal Bandara Syamsudin Noor.

Menurut Madi, kondisi tersebut membuat dirinya harus kembali menunggu di Banjarbaru hingga jadwal penerbangan berikutnya tersedia.

Penumpang Harus Tambah Biaya Akomodasi

Pembatalan penerbangan tidak hanya mengubah jadwal perjalanan para penumpang. Bagi sebagian calon penumpang, kondisi tersebut juga menimbulkan biaya tambahan karena harus memperpanjang masa tinggal di Banjarbaru.

Madi misalnya, harus kembali bermalam di salah satu penginapan di Banjarbaru karena belum dapat melanjutkan perjalanan sesuai jadwal awal.

Situasi tersebut membuat biaya akomodasi yang harus dikeluarkan menjadi lebih besar dari perencanaan sebelumnya.

Gangguan penerbangan juga membuat calon penumpang harus menyesuaikan kembali jadwal perjalanan, termasuk bagi mereka yang menggunakan penerbangan lanjutan dari Jakarta menuju kota tujuan lainnya.

Penerbangan Banjarmasin Masih Menunggu Kondisi di Jakarta

Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau terhadap penerbangan Banjarmasin-Jakarta menunjukkan bahwa gangguan operasional di satu bandara dapat berimbas pada penerbangan dari daerah lain yang terhubung melalui rute tersebut.

Bagi penumpang dari Banjarmasin yang memiliki perjalanan lanjutan melalui Jakarta, perubahan jadwal penerbangan menjadi persoalan tersendiri karena dapat memengaruhi keseluruhan rangkaian perjalanan.

Sementara itu, calon penumpang yang terdampak pembatalan harus menunggu informasi lebih lanjut dari maskapai mengenai jadwal penerbangan berikutnya.

Dengan kondisi tersebut, penerbangan Banjarmasin-Jakarta pada Senin (7/9/2026) masih mengalami gangguan. Sejumlah penerbangan tercatat mengalami keterlambatan hingga pembatalan akibat dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini