Beranda KALSEL MTsN 2 Kota Banjarmasin Perkuat Karakter Murid Baru Lewat Edukasi Anti-Perundungan di...

MTsN 2 Kota Banjarmasin Perkuat Karakter Murid Baru Lewat Edukasi Anti-Perundungan di MATAMUDA

Peserta didik baru MTsN 2 Kota Banjarmasin mengikuti edukasi pencegahan perundungan (bullying) pada hari kedua MATAMUDA sebagai upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Foto Dok Istimewa
Peserta didik baru MTsN 2 Kota Banjarmasin mengikuti edukasi pencegahan perundungan (bullying) pada hari kedua MATAMUDA sebagai upaya menciptakan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan ramah anak. Foto Dok Istimewa

REALITANYANEWS, BANJARMASIN – MTsN 2 Kota Banjarmasin memperkuat pembentukan karakter murid baru melalui edukasi pencegahan perundungan (bullying) pada hari kedua pelaksanaan Masa Ta’aruf Murid Madrasah (MATAMUDA) bagi murid kelas VII Kampus 2. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Al-Anahar, Selasa (14/7/2026), tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan ramah anak sejak awal tahun ajaran.

Kepala MTsN 2 Kota Banjarmasin, Drs. Riduansyah, M.Pd., mengatakan MATAMUDA tidak hanya menjadi ajang pengenalan lingkungan madrasah, tetapi juga momentum bagi murid baru untuk mengenal budaya sekolah, membangun hubungan yang positif dengan teman, serta mempersiapkan diri menghadapi proses pembelajaran di jenjang pendidikan yang baru.

"MATAMUDA merupakan masa pengenalan lingkungan sekolah sekaligus berkenalan dengan teman baru untuk membangun pengalaman baru dalam mempersiapkan masa depan yang lebih baik," ujar Riduansyah.

Selain memperkenalkan fasilitas dan lingkungan madrasah, pihak sekolah juga menegaskan komitmennya dalam menciptakan budaya pendidikan yang aman, nyaman, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan.

Peserta MATAMUDA MTsN 2 Kota Banjarmasin mengikuti edukasi pencegahan perundungan yang disampaikan DP3A Kota Banjarmasin. Foto Dok Istimewa
Peserta MATAMUDA MTsN 2 Kota Banjarmasin mengikuti edukasi pencegahan perundungan yang disampaikan DP3A Kota Banjarmasin. Foto Dok Istimewa

Edukasi Anti-Perundungan Sejalan dengan Kebijakan Pendidikan Nasional

Pada hari kedua MATAMUDA, para murid mendapatkan materi tentang perlindungan anak dan pencegahan perundungan yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Khusus Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Banjarmasin, Miftah Al Hijrah.

Dalam pemaparannya, Miftah menjelaskan bahwa perundungan dapat berdampak serius terhadap kondisi fisik, mental, hingga perkembangan sosial anak. Karena itu, setiap murid diharapkan mampu membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta berani menolak segala bentuk perundungan di lingkungan madrasah.

Ia juga mengajak para murid untuk tidak ragu melaporkan kepada guru atau pihak sekolah apabila mengalami maupun menyaksikan tindakan perundungan. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman hanya dapat terwujud melalui kepedulian dan kerja sama seluruh warga madrasah.

Materi tersebut menjadi bekal penting bagi murid baru untuk memahami pentingnya menciptakan budaya sekolah yang saling menghargai, peduli terhadap sesama, serta bebas dari kekerasan maupun perundungan.

Murid Antusias Mengikuti Materi

Penyampaian materi mendapat respons positif dari para murid baru. Selama kegiatan berlangsung, mereka tampak antusias mengikuti pemaparan narasumber dan aktif mengajukan pertanyaan mengenai berbagai bentuk perundungan serta langkah-langkah pencegahannya.

Meski demikian, karena keterbatasan waktu, tidak seluruh pertanyaan dapat dijawab dalam sesi diskusi.

Ketua Panitia MATAMUDA yang juga Guru Bimbingan dan Konseling (BK) MTsN 2 Kota Banjarmasin mengapresiasi kolaborasi bersama DP3A Kota Banjarmasin. Menurutnya, materi tersebut memberikan pemahaman yang sangat penting bagi murid baru mengenai perlindungan anak dan upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari perundungan.

Peserta MATAMUDA MTsN 2 Kota Banjarmasin mengikuti edukasi pencegahan perundungan yang disampaikan DP3A Kota Banjarmasin. Foto Dok Istimewa Foto Dok Istimewa
Peserta MATAMUDA MTsN 2 Kota Banjarmasin mengikuti edukasi pencegahan perundungan yang disampaikan DP3A Kota Banjarmasin. Foto Dok Istimewa Foto Dok Istimewa

Bangun Budaya Saling Menguatkan

Menutup kegiatan, Riduansyah mengajak seluruh murid untuk menerapkan nilai-nilai yang telah diperoleh selama MATAMUDA, khususnya dalam menghargai sesama, menerapkan disiplin positif, serta menolak segala bentuk perundungan.

"Saya berharap seluruh murid dapat menyimak dan mengambil pelajaran dari materi yang telah disampaikan narasumber. Beranilah bertindak positif dan saling menguatkan di antara teman agar tercipta lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan," tuturnya.

Ia menambahkan, semangat saling menghormati, kepedulian, dan kebersamaan merupakan fondasi utama dalam membangun karakter murid. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, sejalan dengan arah kebijakan pendidikan nasional yang menempatkan murid sebagai pusat pembelajaran sekaligus mendorong terwujudnya budaya sekolah yang aman, nyaman, dan memuliakan setiap anak.

Sebagai penutup, Riduansyah mengutip pesan inspiratif dari Mahatma Gandhi.

“Kemenangan yang dicapai dengan kekerasan adalah kekalahan, dan itu hanya sesaat.”

Menurutnya, kutipan tersebut menjadi pengingat bahwa sikap saling menghargai, empati, dan kepedulian merupakan kunci dalam menciptakan lingkungan madrasah yang harmonis, inklusif, dan bebas dari perundungan.

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini