
REALITANYANEWS, LOMBOK TIMUR – Cara warga Desa Kute Timuk, Kecamatan Sakra, menyambut Hari Raya Idulfitri tahun ini benar-benar beda level. Bukan sekadar pawai takbir biasa, mereka menghadirkan pesan kemanusiaan yang “nendang” lewat sebuah miniatur yang menggambarkan kondisi wilayah di Sumatra pascabencana.
Momen tersebut ramai diperbincangkan setelah diunggah oleh akun Instagram Instagram @indo_psikologi. Dalam video yang beredar, terlihat masyarakat mengarak miniatur yang penuh detail dan emosi.
Miniatur itu menampilkan replika masjid yang berdiri di tengah puing-puing bangunan. Potongan kayu, material berserakan, hingga visual kehancuran digarap cukup realistis seolah menghidupkan kembali suasana pascabencana yang masih membekas.
Bukan cuma soal kreativitas, karya ini membawa pesan yang lebih dalam. Warga ingin menyuarakan empati dan kepedulian terhadap saudara-saudara di Sumatra yang terdampak bencana. Sebuah pengingat halus tapi kuat: proses pemulihan belum selesai, dan solidaritas tetap dibutuhkan.
Sepanjang arak-arakan berlangsung, miniatur tersebut sukses mencuri perhatian. Warga yang menyaksikan tampak antusias, bahkan banyak yang memberikan apresiasi atas ide kreatif sekaligus menyentuh ini. Di dunia maya, respons warganet juga tak kalah ramai video pawai ini cepat menyebar dan menuai beragam komentar positif.
Lewat pawai takbir ini, warga Lombok Timur membuktikan satu hal sederhana tapi powerful: merayakan kemenangan bukan cuma soal gema takbir, tapi juga tentang merawat rasa kemanusiaan. Di tengah euforia Lebaran, mereka memilih untuk tetap ingat di luar sana, ada yang masih berjuang bangkit dari musibah.
BACA JUGA:
- Ramai Klub Bernuansa Institusi Pemerintah di Super League 2026, Publik Soroti Persaingan hingga Potensi Drama Liga
- The Changcuters Perdana Bawakan Lagu “Ruang Riang” di Live Streaming Reza Arap, Jadi Pemanasan Album Baru “WOWMA”
- Ranking FIFA Timnas Futsal Indonesia Melejit ke Posisi 14 Dunia, Tertinggi Sepanjang Sejarah
- Ngaku Petugas Listrik, Pria di Banjarbaru Gagal Rampas Emas Usai Diadang Warga
- Viral Siswa SD di NTT Belajar di Bawah Pohon Sejak 2018, Kekurangan Ruang Kelas Jadi Sorotan











