Beranda KALSEL Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Percepatan Infrastruktur dan Wacana Pemekaran Wilayah

Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Percepatan Infrastruktur dan Wacana Pemekaran Wilayah

Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Infrastruktur & SMK. Foto Dok Istimewa
Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Infrastruktur & SMK. Foto Dok Istimewa

REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Banjarmasin Selatan tahun 2026 pada Kamis (5/2/2026). Bertempat di Aula Kecamatan, forum ini menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi warga guna penyusunan RKPD 2027.

Kegiatan dibuka oleh Wakil Wali Kota Banjarmasin, Hj. Ananda, yang mewakili Wali Kota H. Muhammad Yamin HR. Hadir dalam acara tersebut Camat Banjarmasin Selatan Firdaus, unsur Forkopimda, serta tokoh masyarakat setempat.

Ananda: Pembangunan Harus Berbasis Kebutuhan Riil

Dalam arahannya, Hj. Ananda menegaskan bahwa Musrenbang bukan sekadar formalitas, melainkan proses partisipatif untuk memastikan pembangunan berjalan transparan dan akuntabel.

"Penyusunan RKPD 2027 harus menjawab tantangan di tengah keterbatasan anggaran. Kita tidak lagi membutuhkan daftar usulan yang panjang, tetapi usulan yang tepat sasaran, terukur, dan berorientasi hasil," ujar Ananda.

Ia menambahkan, Banjarmasin Selatan memiliki peran vital sebagai pusat aktivitas ekonomi dan permukiman, sehingga penataan lingkungan dan infrastruktur dasar harus menjadi prioritas utama.

Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Infrastruktur & SMK. Foto Dok Istimewa
Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Infrastruktur & SMK. Foto Dok Istimewa

Tantangan Wilayah Luas dan Usulan SMK Negeri

Camat Banjarmasin Selatan, Firdaus, mengungkapkan bahwa infrastruktur masih mendominasi usulan pembangunan. Hal ini dikarenakan luas wilayah Banjarmasin Selatan mencakup hampir 40 persen dari total wilayah kota.

"Banjarmasin Selatan adalah kecamatan terluas. Jika porsi anggaran disamakan dengan kecamatan lain, maka hasilnya akan terlihat lebih tipis. Inilah yang membuat kesan pembangunan di sini terasa lebih lambat," beber Firdaus.

Selain masalah infrastruktur, Firdaus menyoroti dua isu krusial:

  1. Wacana Pemekaran Kecamatan: Sebagai langkah mempercepat pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
  2. Pembangunan SMK Negeri: Hingga saat ini, belum ada SMK Negeri di wilayah Banjarmasin Selatan, padahal fasilitas ini sangat penting untuk meningkatkan keterampilan kerja generasi muda setempat.
Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Infrastruktur & SMK. Foto Dok Istimewa
Musrenbang Banjarmasin Selatan 2026: Fokus Infrastruktur & SMK. Foto Dok Istimewa

Komitmen Pemerintah Kota

Meskipun menghadapi tantangan anggaran, Firdaus optimistis usulan yang masuk dapat terakomodasi.

"Dari 12 usulan prioritas yang masuk, semuanya akan dikawal. Mudah-mudahan tidak ada kendala anggaran," tukasnya.

Hasil Musrenbang ini nantinya akan disinkronisasikan dengan kebijakan pembangunan kota untuk menjadi fondasi kuat kemajuan Banjarmasin di masa depan.

Sumber: Diskominfo Banjarmasin

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini