
REALITANYANEWS, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin menegaskan komitmennya menjadikan olahraga sebagai kebijakan publik yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat dan atlet daerah. Komitmen tersebut disampaikan dalam kegiatan Silaturahmi dan Senam Bersama yang digelar Minggu (18/1/2026) di halaman Balai Kota Banjarmasin.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WITA ini tidak hanya menjadi ajang kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat, tetapi juga momentum penyampaian arah kebijakan strategis di bidang olahraga. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Banjarmasin H. Muhammad Yamin HR memastikan bahwa penghargaan dan bonus atlet akan menjadi prioritas utama.
“Kita harus memberikan penghargaan kepada atlet. Anggaran lain bisa kita kalahkan dulu, yang penting bonus atlet diberikan lebih awal agar semangat mereka tetap terjaga,” ujar Muhammad Yamin.Menurutnya, atlet merupakan aset daerah yang membawa nama baik Kota Banjarmasin melalui prestasi. Oleh karena itu, penghargaan terhadap atlet tidak boleh bersifat simbolik, melainkan harus diwujudkan melalui kebijakan anggaran yang nyata dan berpihak.

Selain menyoroti bonus atlet, Wali Kota juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat Banjarmasin. Ia menilai, kesehatan fisik dan mental masyarakat memiliki keterkaitan langsung dengan kualitas pembangunan kota.
“Silaturahmi dan olahraga ini bukan hanya soal hari ini. Kita ingin olahraga menjadi kebiasaan sehari-hari, karena masyarakat yang sehat akan lebih produktif dan berdaya saing,” katanya.Dukungan terhadap kebijakan tersebut datang dari DPRD Kota Banjarmasin. Ketua DPRD, Rikval Fachruri, memastikan bahwa anggaran bonus atlet telah dialokasikan dalam APBD 2026 melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata.
“Masalah bonus atlet ini sering menjadi aspirasi. Kenapa harus dibayar belakangan? Alhamdulillah, tahun 2026 anggarannya sudah ada. Jika ada keterlambatan, silakan sampaikan langsung ke Wali Kota dan DPRD,” tegas Rikval.Ia menilai, sinergi eksekutif dan legislatif menjadi kunci agar kebijakan olahraga tidak berhenti pada janji, melainkan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh atlet dan masyarakat.
Kabar tersebut disambut positif oleh kalangan olahraga. Fajrin, pelatih Muay Thai Banjarmasin, menyebut kebijakan pencairan bonus lebih awal sebagai suntikan motivasi besar bagi atlet.
“Ini kabar yang sangat baik. Anak-anak atlet merasa dihargai. Bonus ini adalah hasil keringat mereka untuk Kota Banjarmasin. Kami berharap kebijakan ini konsisten agar prestasi olahraga terus meningkat,” ujarnya.
Dari perspektif kebijakan publik, langkah Pemkot Banjarmasin memiliki sejumlah kekuatan, mulai dari komitmen pimpinan daerah, dukungan DPRD, hingga partisipasi aktif atlet dan masyarakat. Meski demikian, tantangan tetap ada, seperti ketergantungan pada APBD dan perlunya pengelolaan anggaran yang disiplin agar pencairan tidak terkendala secara teknis.
Di sisi lain, kebijakan ini membuka peluang besar untuk meningkatkan prestasi olahraga daerah, membangun budaya hidup sehat, serta memperkuat citra Banjarmasin sebagai kota yang peduli terhadap atlet dan kualitas hidup warganya.
Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kota Banjarmasin mendorong agar kegiatan olahraga massal dan pembinaan atlet dilakukan secara rutin dan terukur, disertai transparansi anggaran serta evaluasi berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Wali Kota Banjarmasin Hj. Ananda, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, serta Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj. Neli Listriani.
Sumber: Diskominfo Banjarmasin.
BACA JUGA:
- Timnas Indonesia mulai persiapan FIFA Series 2026 dengan jersey baru Kelme. Elkan Baggott kembali
- Libur Lebaran 2026, Jembatan Kaca IKN Diserbu Ribuan Pengunjung
- Hamka Hamzah Latih AAA Clan, Disiplin Keras Ala Eks Kapten Timnas Bikin Gemetar
- Timnas Indonesia Mulai Kumpul di Jakarta, Elkan Baggott Comeback Jelang FIFA Series 2026
- Bukan Sekadar Pawai! Warga Lombok Timur Hadirkan Miniatur Masjid Pasca-Bencana Sumatra di Malam Takbiran












