Beranda Olahraga Akhir Era Sang Raja Mesir: Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool di Penghujung...

Akhir Era Sang Raja Mesir: Mohamed Salah Resmi Tinggalkan Liverpool di Penghujung Musim 2026

Pemain asal Mesir ini bergabung dengan Liverpool dari AS Roma sejak musim panas 2017 lalu. (AP Photo/Jon Super)
Pemain asal Mesir ini bergabung dengan Liverpool dari AS Roma sejak musim panas 2017 lalu. (AP Photo/Jon Super)

REALITANYANEWS, LIVERPOOL – Keputusan Mohamed Salah untuk meninggalkan Liverpool FC pada akhir musim ini dinilai sebagai langkah tepat, baik bagi sang pemain maupun klub.

Di balik statusnya sebagai bintang besar, Salah dikenal sebagai sosok yang gemar belajar. Ia kerap membaca berbagai buku untuk memahami perkembangan dunia di sekitarnya, bahkan tak segan menghubungi langsung para penulis untuk berdiskusi.

Salah satunya terjadi ketika ia menghubungi seorang akademisi asal Mesir yang bekerja di Inggris, usai membaca karya tentang hubungan antara tubuh dan pikiran. Percakapan tersebut menunjukkan keseriusan Salah dalam memaksimalkan potensinya, tidak hanya di lapangan, tetapi juga secara intelektual.

Mohamed Salah tak hanya membantu Liverpool menjuarai Premier League musim ini, tetapi juga mendapatkan penghargaan pribadi. (AFP/Paul Ellis)
Mohamed Salah tak hanya membantu Liverpool menjuarai Premier League musim ini, tetapi juga mendapatkan penghargaan pribadi. (AFP/Paul Ellis)

Sosok Pemikir di Balik Bintang

Di luar lapangan, Salah dikenal memiliki ketertarikan pada sastra Afrika dan filsafat. Ia juga memahami filosofi yang pernah disampaikan intelektual Kenya, Patrick Lumumba, bahwa “penari yang baik harus tahu kapan meninggalkan panggung.”

Meski merasa masih mampu bersaing di level tertinggi, Salah menyadari pentingnya memilih waktu yang tepat untuk mengakhiri sebuah perjalanan, terlebih saat kontribusinya masih dihargai publik.

Pemain Liverpool, Mohamed Salah merayakan kemenangan timnya dengan para pendukung dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Tottenham Hotspur di Anfiled, Liverpool, Inggris, Minggu (27/04/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)
Pemain Liverpool, Mohamed Salah merayakan kemenangan timnya dengan para pendukung dalam laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Tottenham Hotspur di Anfiled, Liverpool, Inggris, Minggu (27/04/2025) waktu setempat. (AP Photo/Jon Super)

Sinyal Perpisahan dari Klub

Pernyataan resmi klub yang menyebut Salah “telah mencapai kesepakatan untuk menutup bab luar biasa selama sembilan tahun di Anfield” mengindikasikan bahwa keputusan ini datang dari sang pemain.

Sebelumnya, pada Desember lalu, Salah sempat mengungkapkan kekecewaannya setelah dicadangkan dalam laga melawan Leeds United. Pernyataan tersebut sempat mengejutkan internal klub karena disampaikan dengan nada cukup keras.

Meski demikian, pihak klub memberikan kebebasan kepada Salah untuk menentukan masa depannya. Pada akhirnya, keputusan berpisah dianggap sebagai jalan terbaik bagi kedua belah pihak.

Akhiri Perjalanan Panjang di Anfield

Selama berseragam Liverpool, Salah beberapa kali menghadapi situasi kontrak yang rumit. Pada 2022, ia bahkan sempat berada di ambang keputusan yang berpotensi memengaruhi hubungannya dengan klub sebelum akhirnya memperpanjang kontrak.

Seiring waktu, Salah semakin menyadari pentingnya menjaga warisan dan statusnya sebagai salah satu legenda klub.

Kepergiannya pun diperkirakan akan diiringi perpisahan hangat dari suporter, mirip dengan momen saat Jürgen Klopp meninggalkan klub pada 2024.

Pemain Liverpool, Mohamed Salah (kiri) berbincang dengan rekannya, Trent Alexander-Arnold saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Aston Villa yang berlangsung di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (10/11/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)
Pemain Liverpool, Mohamed Salah (kiri) berbincang dengan rekannya, Trent Alexander-Arnold saat laga lanjutan Liga Inggris 2024/2025 melawan Aston Villa yang berlangsung di Anfield, Liverpool, Inggris, Minggu (10/11/2024) WIB. (AFP/Paul Ellis)

Dampak bagi Klub

Bagi pemilik klub, Fenway Sports Group (FSG), kepergian Salah menjadi momen emosional sekaligus strategis. Selain kehilangan sosok penting, klub juga mendapat ruang finansial baru karena berkurangnya beban gaji.

Hal ini membuka peluang bagi regenerasi skuad dengan energi baru dan komposisi yang lebih segar.

Namun demikian, keputusan memperpanjang kontrak Salah di usia 33 tahun sebelumnya juga menjadi sorotan, terutama di tengah tekanan suporter yang menginginkan sang pemain bertahan lebih lama.

Pemain Liverpool, Mohamed Salah menyeka air matanya saat memberikan penghormatan untuk mendiang Diogo Jota setelah laga Liga Inggris 2024/2025 melawan Bournemouth di Anfiled, Liverpool, Inggris, Jumat (15/08/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Hodgson)
Pemain Liverpool, Mohamed Salah menyeka air matanya saat memberikan penghormatan untuk mendiang Diogo Jota setelah laga Liga Inggris 2024/2025 melawan Bournemouth di Anfiled, Liverpool, Inggris, Jumat (15/08/2025) waktu setempat. (AP Photo/Ian Hodgson)

Masa Depan Masih Teka-teki

Hingga kini, belum ada kepastian mengenai klub tujuan Salah selanjutnya. Agen sang pemain, Ramy Abbas, bahkan menyindir berbagai spekulasi yang beredar.

“Kami tidak tahu di mana Mohamed akan bermain musim depan. Itu berarti tidak ada orang lain yang tahu,” ujarnya.

Yang jelas, kepergian Mohamed Salah menandai berakhirnya sebuah era penting di Anfield. Meski demikian, pengaruh dan reputasinya sebagai salah satu pemain terbaik dunia diyakini akan tetap bersinar di mana pun ia melanjutkan karier.

Sumber: The Athletic

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini