
REALITANYANEWS, JAKARTA – Perjalanan Timnas Italia menuju Piala Dunia 2026 kembali memasuki fase genting. Meski menang 2-0 atas Moldova pada matchday ketujuh Grup I, hasil tersebut tak cukup untuk memperbaiki posisi Gli Azzurri. Ketidakpuasan suporter pun kembali membuncah, bahkan sebelum nasib Italia dipastikan.
Di Zimbru Stadium, Federico Dimarco menjadi pemain pertama yang langsung menuju ruang ganti. Para pemain lain serta pelatih Gennaro Gattuso menyusul tak lama kemudian. Tak satu pun mendekati 400 suporter Italia yang hadir jauh-jauh ke Chisinau.
Dari tribun, terdengar nyanyian protes yang ditujukan kepada Federasi Sepak Bola Italia, pemain, hingga Gattuso yang baru menjabat sejak Juni 2025. Merasa tak terima, Gattuso menegaskan kondisi tim tak seharusnya menjadi beban para pemain.
“Ini bukan saatnya menyuruh para pemain menanggung situasi ini. Saya tidak terima dengan ejekan para penggemar. Sekarang kita harus tetap bersatu,” kata Gattuso dikutip dari ESPN.Italia Butuh Keajaiban: Menang 9-0 atas Norwegia
Italia mencatat enam kemenangan dari tujuh laga Grup I. Namun kemenangan 2-0 atas juru kunci Moldova tetap dianggap jauh dari cukup.
Posisi Italia makin terjepit karena Norwegia mengalahkan Estonia 4-1. Dengan satu laga tersisa, Norwegia memimpin klasemen dengan 21 poin, unggul tiga angka dari Italia (18 poin).
Perbedaan paling mencolok ada pada selisih gol:
- Norwegia: +29
- Italia: +12
- Selisih: 17 gol
Situasi ini membuat Italia harus menang dengan selisih sembilan gol saat bertemu Norwegia di San Siro, Senin (17/11), demi lolos otomatis ke Piala Dunia 2026.
Secara matematis, kemenangan 9-0 akan membuat Italia naik ke puncak dengan selisih gol +21, mengungguli Norwegia yang turun menjadi +20. Namun skenario tersebut hampir mustahil, mengingat kemenangan terbesar Italia di Grup I sejauh ini hanyalah 5-0 atas Estonia.
Ancaman Playoff dan Trauma Masa Lalu
Jika gagal meraih kemenangan besar itu, Italia harus kembali menghadapi playoff—jalur yang meninggalkan trauma mendalam.
Italia dua kali gagal ke Piala Dunia melalui playoff:
- 2018: disingkirkan Swedia
- 2022: kalah dari Makedonia Utara
Bahkan skenario lebih buruk mengintai: Swedia dan Makedonia Utara berpotensi kembali menjadi lawan di undian playoff tahun ini.
Pemain belakang Italia, Alessandro Buongiorno, mengakui tekanan besar itu.
“Ini pasti pertandingan yang sulit. Kami harus siap dan memberikan yang terbaik,” ujarnya kepada Football Italia.Gattuso Soroti Perubahan Format Kualifikasi
Tekanan semakin besar karena berubahnya sistem kualifikasi. Gattuso menilai format baru membuat persaingan semakin berat.
“Dulu runner-up terbaik langsung lolos. Sekarang berbeda,” kata Gattuso. “Jika melihat Amerika Selatan, enam dari 10 tim langsung lolos dan satu playoff. Sistem di Eropa perlu diubah.”Italia sendiri sudah terpeleset sejak awal. Kekalahan telak 0-3 dari Norwegia memicu pemecatan Luciano Spalletti dan membuat perjalanan mereka makin berat.
Sementara itu, negara-negara besar seperti Jerman, Spanyol, Inggris, dan Prancis melaju mulus menuju putaran final.
Dengan satu laga tersisa dan syarat kemenangan nyaris mustahil, Italia berada di ambang pintu playoff untuk ketiga kalinya. Gli Azzurri wajib tampil sempurna di San Siro, tetapi peluang lolos otomatis ke Piala Dunia 2026 kini benar-benar tipis.
Sumber: Goal












