Beranda KALSEL Kisah Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Melinda Baru Seminggu Bekerja sebagai...

Kisah Korban Selamat KM Virgo Transport 8, Melinda Baru Seminggu Bekerja sebagai Penyanyi di Kapal

KORBAN KM VIRGO- Satu korban KM Virgo Transport 9 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter landing di Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru, Senin (14/9/2029) siang. Foto Dok banjarmasin.tribunnews.com
KORBAN KM VIRGO- Satu korban KM Virgo Transport 9 berhasil dievakuasi menggunakan helikopter landing di Lanud Sjamsudin Noor di Banjarbaru, Senin (14/9/2029) siang. Foto Dok banjarmasin.tribunnews.com

REALITANYANEWS, BANJARBARU – Perasaan sedih dan bahagia bercampur terlihat dari wajah Mia Melinda, salah satu korban selamat kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.

Perempuan asal Kendal, Jawa Tengah, itu berhasil bertahan di tengah laut sebelum akhirnya dievakuasi dalam kondisi selamat. Melinda sempat mengalami luka akibat benturan saat berusaha menyelamatkan diri dari kapal yang tenggelam.

Melinda diketahui bekerja sebagai kru musik di KM Virgo Transport 8 yang berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.

Namun, saat kecelakaan terjadi pada Minggu (13/9/2026) dini hari, Melinda mengaku baru sekitar satu minggu bekerja di kapal tersebut.

Sempat Tidak Tampil Menyanyi karena Merasa Tidak Enak Badan

Sebelum kejadian, Melinda mengaku telah merasakan kondisi yang tidak biasa selama perjalanan. Ia juga memilih untuk tidak tampil menyanyi karena tiba-tiba merasa tidak enak badan.

“Waktu kejadian itu, dari awal perjalanan itu juga udah enggak enak semua, kayak firasat gitu kan. Terus kapal udah bunyi glotak-glotakan gitu sampai perjalanan. Habis itu ombak juga gede,” kata Melinda.

Seiring malam berlangsung, kondisi kapal disebut semakin berbeda dari biasanya. Melinda mengatakan, pergerakan kapal terasa tidak normal ketika dihantam ombak besar.

“Tengah malamnya ada yang bilang jangan tidur. Yang dari bawah itu naik ke atas, jangan tidur, kapal miring,” ujarnya.

Menurut Melinda, sejumlah penumpang dari dek bawah berlari menuju bagian atas kapal sambil memperingatkan penumpang lain bahwa kapal mulai miring.

Sempat Menghubungi Suami saat Kapal Mulai Miring

Ketika kapal mulai miring, Melinda sempat menghubungi suaminya yang sedang berada di luar daerah.

“Pah, kapalnya miring, Pah. Takut saya,” ujar Melinda saat menceritakan percakapannya dengan sang suami.

Setelah itu, suaminya terus berusaha menghubungi Melinda. Namun, Melinda mengaku tidak dapat merespons karena masih berusaha mencari perlengkapan yang bisa digunakan untuk menyelamatkan diri.

“Suami saya telepon terus, saya enggak respon, soalnya saya juga bingung masih nyari alat-alat apa yang ada di kapal,” katanya.

Karena baru bekerja sekitar satu minggu, Melinda mengaku belum mengetahui secara menyeluruh jalur keluar dari kapal.

Ia kemudian memanjat bagian railing atau pagar pembatas kapal dan melompat untuk menyelamatkan diri ketika kapal mulai tenggelam dengan cepat.

Kepala Terluka saat Melompat dari Kapal

Saat berusaha menyelamatkan diri, kepala Melinda mengalami luka akibat benturan dengan besi kapal.

Ia juga mengaku sempat terlempar cukup jauh ketika kapal dihantam ombak besar. Melinda bersyukur tidak ikut tersedot atau tertarik ke dalam pusaran kapal yang tenggelam.

“Untungnya saya enggak ikut tersedot atau ketarik kapal,” tuturnya.

Setelah berada di laut, Melinda hanya mengandalkan jaket pelampung. Ia mengaku tidak memiliki pegangan ketika terombang-ambing di tengah ombak tinggi.

Dalam kondisi tersebut, Melinda melihat sejumlah korban lain berteriak meminta pertolongan. Barang-barang dari kapal juga terlihat terapung di sekitar lokasi.

Bertahan di Tugboat hingga Dievakuasi dengan Helikopter

Menjelang fajar, sebuah kapal penarik tongkang atau tugboat datang dan membantu mengevakuasi Melinda bersama korban lainnya.

Melinda mengatakan, proses evakuasi berlangsung cukup lama. Ia diperkirakan naik ke kapal tugboat sekitar pukul 07.00 WITA.

“Terombang-ambing lama. Kan soalnya datangnya jam 5. Saya baru naik kapal tongkang itu sudah siang, ya kayaknya jam 7-an pagi,” katanya.

Melinda tidak dapat langsung berpindah ke kapal evakuasi bersama korban lainnya karena kakinya mengalami lebam sehingga sulit digunakan untuk memanjat.

Ia kemudian bertahan di kapal tugboat hingga akhirnya dievakuasi menggunakan helikopter Basarnas pada Senin (14/9/2026) siang.

Kini Dirawat di Rumah Sakit Banjarbaru

Setelah berhasil dievakuasi, Melinda mendapatkan perawatan di Rumah Sakit TNI AU Sjamsudin Noor, Banjarbaru.

Kondisinya kini dilaporkan membaik. Melinda juga telah didampingi suaminya yang datang ke Kalimantan Selatan untuk menemaninya menjalani perawatan.

Kisah Melinda menjadi salah satu cerita korban selamat dalam tragedi KM Virgo Transport 8 yang hingga kini masih menyisakan duka dan proses pencarian korban.

Sumber: banjarmasin.tribunnews.com

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini