Beranda Metropolis Karhutla di Sekitar IKN Meningkat, 470 Kejadian Capai 1.393 Hektare

Karhutla di Sekitar IKN Meningkat, 470 Kejadian Capai 1.393 Hektare

Kebakaran cepat meluas karena angin kencang, cuaca panas, dan lahan gambut yang kering serta rawan terbakar. Namun, pemadaman terkendala sumber air. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Kebakaran cepat meluas karena angin kencang, cuaca panas, dan lahan gambut yang kering serta rawan terbakar. Namun, pemadaman terkendala sumber air. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

REALITANYANEWS, PENAJAM PASER UTARA — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur terus meningkat. Hingga 24 Agustus 2026, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 470 kejadian karhutla dengan total luas terdampak mencapai 1.393,78 hektare.

Peningkatan tersebut menjadi perhatian karena sebagian kejadian terjadi di wilayah yang berada di sekitar kawasan IKN, termasuk Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara (Kukar).

Berdasarkan data BPBD Kaltim, PPU yang menjadi lokasi utama IKN mencatat 42 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 41,07 hektare.

Sementara itu, Kukar mencatat 49 kejadian dengan luas wilayah terdampak jauh lebih besar, yakni mencapai 440,88 hektare. Sebagian wilayah Kukar juga masuk dalam kawasan IKN.

Kebakaran hutan dan lahan melanda Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau ini sudah memasuki hari ke 13 atau sejak awal Agustus 2026. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Kebakaran hutan dan lahan melanda Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau ini sudah memasuki hari ke 13 atau sejak awal Agustus 2026. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Karhutla PPU Meningkat pada Juli-Agustus

Kondisi karhutla di PPU menunjukkan peningkatan dalam beberapa waktu terakhir. Kepala Pelaksana BPBD PPU Nurlaila mengatakan peningkatan kejadian mulai terlihat pada Juli hingga Agustus 2026.

Menurutnya, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang turut memengaruhi meningkatnya kejadian kebakaran.

“Kalau di PPU memang sampai saat ini dari mulai Juli sama Agustus memang terjadi peningkatan, sesuai dengan kondisi cuaca,” kata Nurlaila, Selasa (25/8/2026), dikutip dari Detikcom.

Untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, BPBD PPU bersama unsur terkait melakukan penanganan secara kolaboratif. Setiap informasi mengenai titik panas atau hotspot yang terpantau langsung ditindaklanjuti dengan pengecekan di lapangan.

“Kalau ada hotspot yang terpantau langsung dilakukan ground check,” ujarnya.

Masyarakat juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kejadian kebakaran. BPBD PPU menyediakan layanan darurat melalui call center 112, selain laporan yang dapat disampaikan kepada pemadam kebakaran maupun BPBD.

Langkah tersebut dilakukan agar setiap kejadian dapat segera diverifikasi dan ditangani sebelum api meluas.

Nurlaila memastikan, hingga saat ini seluruh kejadian karhutla di PPU masih dapat ditangani oleh petugas gabungan.

“Belum ada yang tidak bisa ditangani sampai sejauh ini, alhamdulillah semua masih bisa ditangani secara kolaboratif,” katanya.
Anggota Brimob Polda Riau menyemprotkan air dalam upaya melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8). Pemerintah terus berupaya melakukan dan memastikan kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi secara optimal dan cepat dengan memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Anggota Brimob Polda Riau menyemprotkan air dalam upaya melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8). Pemerintah terus berupaya melakukan dan memastikan kebakaran hutan dan lahan dapat diatasi secara optimal dan cepat dengan memprioritaskan penanganan karhutla di enam provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Paser Catat Karhutla Terbanyak

Secara keseluruhan di Kalimantan Timur, Kabupaten Paser menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak hingga 24 Agustus 2026.

BPBD Kaltim mencatat 121 kejadian dengan luas wilayah terdampak mencapai 294,83 hektare.

Selain Paser, sejumlah daerah lain juga mencatat kejadian karhutla cukup tinggi. Samarinda mencatat 80 kejadian dengan luas terdampak 101,71 hektare, Kutai Barat sebanyak 73 kejadian dengan luas 349,17 hektare, sedangkan Kukar mencatat 49 kejadian dengan luas terdampak 440,88 hektare.

Jika dilihat berdasarkan jenis wilayah yang terdampak, dari total 1.393,78 hektare tersebut, sekitar 1.330,23 hektare merupakan lahan, 32,84 hektare hutan, dan 30,71 hektare kebun.

Data tersebut menunjukkan sebagian besar area yang terdampak karhutla berada pada kawasan lahan.

Pemerintah Daerah Provinsi Riau bersama institusi terkait telah berhasil menekan luasan area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sekitar 16.000 hektare menjadi tersisa sekitar 900 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)
Pemerintah Daerah Provinsi Riau bersama institusi terkait telah berhasil menekan luasan area kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sekitar 16.000 hektare menjadi tersisa sekitar 900 hektare sepanjang Januari hingga Agustus 2026. (ANTARA FOTO/Bayu Pratama S)

Lonjakan Terjadi pada Agustus

Lonjakan kejadian paling terlihat memasuki Agustus 2026.

Pada periode Januari hingga Juli 2026, tercatat 124 kejadian dengan luas terdampak 232,98 hektare.

Sementara sepanjang Agustus hingga 24 Agustus 2026 saja, jumlah kejadian melonjak menjadi 346 kejadian dengan luas terdampak mencapai 1.160,80 hektare.

Artinya, dalam waktu kurang dari satu bulan pada Agustus, jumlah kejadian dan luas terdampak jauh lebih besar dibandingkan akumulasi periode Januari-Juli.

Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap karhutla di Kalimantan Timur, khususnya wilayah sekitar IKN, perlu terus ditingkatkan.

Personel Manggala Agni Daops Pekanbaru yang kelelahan membasuh muka dengan air saat berupaya melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8). Sebanyak 123 personel kepolisian diterjunkan untuk memperkuat operasi pemadaman dan pendinginan di kawasan Rimbo Panjang. Pendinginan menjadi salah satu tahapan penting setelah pemadaman untuk memastikan bara api tidak kembali muncul dan memicu kebakaran susulan. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)
Personel Manggala Agni Daops Pekanbaru yang kelelahan membasuh muka dengan air saat berupaya melakukan pemadaman lahan yang terbakar di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Riau, Senin (24/8). Sebanyak 123 personel kepolisian diterjunkan untuk memperkuat operasi pemadaman dan pendinginan di kawasan Rimbo Panjang. Pendinginan menjadi salah satu tahapan penting setelah pemadaman untuk memastikan bara api tidak kembali muncul dan memicu kebakaran susulan. (ANTARA FOTO/Rony Muharrman)

Wilayah Penyangga IKN Terus Dipantau

Meskipun hingga kini belum dilaporkan adanya dampak asap yang masuk ke kawasan inti IKN, penanganan kebakaran di wilayah penyangga tetap menjadi perhatian petugas gabungan.

Pemantauan dilakukan terhadap sejumlah titik yang berada di sekitar kawasan IKN maupun wilayah yang berpotensi memengaruhi kondisi lingkungan di kawasan tersebut.

Peningkatan karhutla pada Agustus juga menunjukkan pentingnya respons cepat terhadap setiap laporan titik api. Penanganan sejak awal dinilai penting untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas.

Dengan tingginya jumlah kejadian sepanjang Agustus, kondisi karhutla di Kalimantan Timur masih perlu mendapat perhatian, terutama di wilayah yang berdekatan dengan kawasan strategis IKN.

Kolaborasi antara pemerintah daerah, petugas pemadam, aparat, dan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk mencegah kebakaran semakin meluas sekaligus menjaga wilayah penyangga IKN tetap aman dari ancaman karhutla.

Sumber: CNN Indonesia

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini