Beranda KALSEL Riyan Bawa Nama Kalsel ke Liga Myanmar, Jadi Pemain Futsal Pertama dari...

Riyan Bawa Nama Kalsel ke Liga Myanmar, Jadi Pemain Futsal Pertama dari Banua yang Go International

JERSEY: Rahmatullah Hasriyanoor Hanafi mengenakan jersey M2K Futsal Club, klub Liga Futsal Myanmar asal Kota Mandalay yang menjadi pelabuhan barunya. (dok Riyan)
JERSEY: Rahmatullah Hasriyanoor Hanafi mengenakan jersey M2K Futsal Club, klub Liga Futsal Myanmar asal Kota Mandalay yang menjadi pelabuhan barunya. (dok Riyan)

REALITANYANEWS, BANJARMASIN — Kabar membanggakan datang dari dunia futsal Kalimantan Selatan. Rahmatullah Hasriyanoor Hanafi, atau yang akrab disapa Riyan, resmi melanjutkan karier profesionalnya ke luar negeri bersama M2K Futsal Club, klub asal Mandalay, Myanmar.

Pemain asal Banjarmasin berusia 28 tahun itu kini berstatus sebagai pemain asing M2K Futsal yang berlaga di MFF Vita Max Futsal League, kompetisi utama futsal Myanmar.

Langkah tersebut menjadi catatan penting bagi futsal Banua. Riyan disebut sebagai pemain futsal pertama asal Kalimantan Selatan yang menandatangani kontrak dan bermain untuk klub di luar negeri.

Kabar kepindahan Riyan mulai ramai setelah akun Instagram @galeri.futsal mengunggah foto dirinya mengenakan jersey merah dengan strip biru milik M2K Futsal, Sabtu (22/8/2026) malam.

Di tengah kabar tersebut, Riyan menyampaikan pesan singkat yang menggambarkan perjalanan panjangnya hingga akhirnya bisa menembus kompetisi internasional.

“Semua berawal dari doa ibu,” tulis Riyan.

Bukan Sekadar Bermain di Liga Myanmar

Kehadiran Riyan di Myanmar tidak hanya untuk menjalani kompetisi domestik.

Dalam waktu dekat, M2K Futsal Club dijadwalkan tampil dalam Fire Dragon International Futsal Cup 2026 di Yangon pada 5–12 September 2026.

Turnamen tersebut akan mempertemukan klub-klub dari sejumlah negara, termasuk Myanmar, Indonesia, Thailand, dan Kamboja.

Riyan juga tidak menjadi satu-satunya pemain Indonesia di M2K Futsal. M. Iqbal Pasaribu turut disebut akan memperkuat klub tersebut.

Kesempatan tampil di turnamen internasional itu menjadi pengalaman tambahan bagi Riyan untuk menghadapi atmosfer kompetisi di luar Indonesia sekaligus membawa nama daerah asalnya ke panggung yang lebih luas.

Perjalanan Riyan Dimulai dari Banjarmasin

Sebelum menyeberang ke Myanmar, Riyan lebih dahulu membangun karier panjang di dunia futsal Indonesia.

Bakatnya mulai mencuri perhatian ketika masih bersekolah di SMAN 5 Banjarmasin. Kemampuannya kemudian terasah melalui ajang Liga Nusantara 2016 bersama klub lokal Banjarmasin.

Performa tersebut membuka jalan menuju karier profesional. Pada Januari 2017, Riyan dipinang Kancil BBK, klub asal Pontianak, Kalimantan Barat, untuk tampil di Pro Futsal League Indonesia.

Pada tahun yang sama, Riyan mencatat pencapaian penting lainnya.

Pemain yang berposisi sebagai sayap kiri itu menembus skuad Timnas Futsal Indonesia U-20 dan tampil pada AFC U-20 Futsal Championship 2017 di Bangkok, Thailand.

Indonesia berhasil melewati fase grup sebelum langkahnya terhenti di babak perempat final setelah menghadapi tuan rumah Thailand.

Pernah Angkat Trofi Pro Futsal League

Setelah dua musim bersama Kancil BBK, yang kini bernama Pangsuma FC Kalbar, perjalanan karier Riyan terus berlanjut.

Pada 2020, ia bergabung dengan Black Steel FC Manokwari dan berhasil meraih gelar juara Pro Futsal League musim 2020. Kompetisi tersebut baru dapat dirampungkan pada 2021 akibat pandemi Covid-19.

Riyan kemudian melanjutkan karier bersama Sadakata United Aceh sebelum kembali ke Kalimantan Selatan dan memperkuat Fafage Banua pada awal musim Liga Futsal Profesional 2024.

Kini, setelah melewati perjalanan panjang di berbagai klub Indonesia, Riyan membuka babak baru dengan bermain di luar negeri.

Jadi Kebanggaan Futsal Banua

Ketua AFP Kalimantan Selatan, H. Anwar Hadimi, menyambut pencapaian Riyan sebagai kabar membanggakan bagi insan futsal Banua.

Menurutnya, keberhasilan Riyan menunjukkan bahwa pemain dari daerah memiliki peluang untuk bersaing dan mendapatkan pengakuan di level internasional.

“Ini adalah kebanggaan luar biasa bagi seluruh insan futsal Kalimantan Selatan. Riyan membuktikan bahwa pemain dari daerah pun mampu bersaing dan diakui di level internasional,” ujar H. Anwar Hadimi.

Ia berharap perjalanan Riyan di Myanmar dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang sedang menekuni futsal di Kalimantan Selatan.

“Kami dari AFP Kalsel sangat bangga dan mendoakan agar Riyan sukses, sehat, dan bisa mengharumkan nama Kalimantan Selatan di pentas internasional. Semoga perjalanan ini menjadi inspirasi bagi pemain-pemain muda futsal Banua bahwa mimpi besar itu nyata dan bisa diraih dengan kerja keras,” katanya.

Bagi futsal Kalimantan Selatan, langkah Riyan ke Myanmar bukan sekadar perpindahan klub.

Kehadirannya di kompetisi luar negeri menjadi simbol bahwa pemain yang ditempa dari lapangan futsal di daerah juga mampu membuka jalan menuju panggung internasional.

Kini, publik Banua menantikan kiprah Riyan bersama M2K Futsal Club, sekaligus berharap perjalanan tersebut menjadi awal dari semakin banyaknya pemain futsal Kalimantan Selatan yang berani mengejar karier hingga ke luar negeri.

Dari Banjarmasin, Riyan membawa nama Banua melangkah lebih jauh. Perjalanan yang bermula dari bakat dan kerja keras itu kini sampai ke Myanmar—dengan satu pesan yang tetap ia bawa: semua berawal dari doa ibu.

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini