REALITANYANEWS, GOWA – Dunia pendakian kembali dihebohkan insiden yang memantik emosi publik. Empat pendaki Gunung Bawakaraeng, Sulawesi Selatan, resmi masuk daftar hitam (blacklist) selama lima tahun setelah diduga meninggalkan satu rekan yang mengalami cedera saat perjalanan menuju puncak.
Peristiwa ini disebut terjadi dalam pendakian pada 26–27 Maret 2026 di jalur Gunung Bawakaraeng dengan ketinggian sekitar 2.830 mdpl. Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, rombongan awalnya memulai pendakian bersama. Namun saat menuju Pos 8, salah satu anggota mengalami cedera pada kaki hingga tidak mampu melanjutkan perjalanan.
Alih-alih tetap mendampingi rekannya, tiga anggota lain dalam rombongan justru disebut tetap melanjutkan perjalanan ke arah puncak. Keputusan tersebut memicu kecaman luas karena dianggap melanggar etika dasar pendakian: solidaritas dan keselamatan tim adalah prioritas utama.
Kondisi korban disebut memburuk keesokan harinya. Sekitar pukul 11.14 WITA, tiga pendaki lainnya masih melanjutkan perjalanan, sementara satu anggota yang tak mampu berjalan ditinggalkan di jalur pendakian.
Pihak pengelola jalur akhirnya menjatuhkan sanksi tegas berupa blacklist selama lima tahun kepada empat pendaki yang terlibat. Sanksi serupa memang kerap diterapkan di sejumlah gunung di Indonesia sebagai efek jera bagi pelanggaran serius terhadap aturan dan etika pendakian.
Kasus ini menjadi pengingat keras bagi komunitas pendaki bahwa mendaki gunung bukan semata soal mencapai summit, tetapi juga soal tanggung jawab moral terhadap keselamatan sesama anggota tim.
Di kalangan pendaki, ada prinsip yang selalu dijunjung tinggi: “summit bisa ditunda, nyawa tidak.” Nilai inilah yang dinilai dilanggar dalam insiden di Bawakaraeng.
Sorotan publik terhadap kasus ini juga menegaskan bahwa budaya mendaki bukan hanya tentang kekuatan fisik, melainkan soal empati, solidaritas, dan keputusan yang tepat dalam situasi darurat.
Jika benar seluruh kronologi sesuai yang beredar, maka sanksi blacklist lima tahun dinilai menjadi pesan tegas bahwa puncak bukan alasan untuk mengorbankan teman seperjalanan.
BACA JUGA:
- Menteri PU Tinjau Proyek Pelebaran Jalan Serdang–Bojonegara, Target Kurangi Macet dan Dukung Kawasan Industri Banten
- Wali Kota Banjarmasin Soroti Pemadaman Listrik Bergilir, Minta PLN Beri Penjelasan dan Imbau Warga Waspadai Korsleting
- Yamin Minta SKPD Matangkan Perencanaan Program, Maksimalkan Serapan Anggaran APBD Banjarmasin
- BRI Region 14 Banjarmasin Dukung FWE Backpacker Goes to Surabaya, Perkuat Literasi Ekonomi dan Jejaring Jurnalis
- Lautan Suporter Cristiano Ronaldo Bikin Toronto Lumpuh, Ribuan Fans Padati Jalan Demi Sang GOAT di Piala Dunia 2026














