REALITANYANEWS, BANDUNG – Warga Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, dikagetkan dengan kemunculan seekor macan tutul jantan di kawasan permukiman padat penduduk, Kamis (5/2/2026). Satwa liar tersebut sempat menyerang warga sebelum akhirnya berhasil diamankan oleh petugas gabungan.
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Hendra Rochmawan, mengonfirmasi bahwa penanganan dilakukan secara cepat guna menghindari jatuhnya lebih banyak korban.
Kronologi Penangkapan dan Evakuasi
Laporan keberadaan macan tutul diterima petugas sejak pagi hari. Personel Polsek Pacet bersama TNI, Damkar, Satpol PP, dan warga setempat langsung mengepung lokasi untuk melakukan sterilisasi area.
"Macan tutul tersebut berhasil ditangkap sekitar pukul 10.30 WIB dalam kondisi hidup. Satwa diamankan menggunakan jaring dan diikat sementara di Polsek Pacet untuk mencegah pergerakan berbahaya," jelas Hendra.Tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat kemudian tiba di lokasi untuk melakukan pembiusan dan evakuasi medis guna penanganan lebih lanjut. Macan tutul tersebut diketahui berjenis kelamin jantan, memiliki panjang sekitar tiga meter, berat kurang lebih 50 kilogram, dengan corak kuning totol hitam yang khas.
@nian.raban seekor macan tutul masuk ke pemukiman warga dan msuk ke pasar d daerah kec Pacet bandung.. Alhamdulillah tim damkar berhasil menangkapnya
Tiga Warga Terluka Akibat Serangan
Insiden ini menyebabkan tiga orang warga mengalami luka-luka akibat gigitan dan cakaran saat mencoba mengamankan situasi atau beraktivitas di sekitar lokasi. Korban teridentifikasi dengan inisial IR (38), UA (42), dan DJ (44).
"Ketiganya mengalami luka di lengan kanan dan telah mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Pacet. Saat ini kondisi mereka stabil dan sudah diperbolehkan pulang," tambah Hendra.Kepala Desa Maruyung, Apen Supendi, mengimbau warganya untuk tetap waspada namun tenang. Ia meminta masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah untuk sementara waktu hingga area dipastikan benar-benar aman dari potensi kemunculan satwa lain.
Penyebab Macan Turun Gunung Masih Diselidiki
Humas BBKSDA Jawa Barat, Eri Mildranaya, menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan mendalam untuk mengetahui penyebab turunnya macan tutul dari habitat alaminya ke permukiman.
Fenomena satwa liar masuk permukiman di Jawa Barat bukan kali pertama terjadi. Pada 2025, insiden serupa sempat menghebohkan warga di kawasan Setiabudi Kota Bandung dan Kabupaten Kuningan. Pihak berwenang menduga adanya gangguan pada habitat asli atau ketersediaan pakan yang menipis sehingga memaksa predator ini mendekati area manusia.
Sumber: metrotvnews
BACA JUGA:
- Timnas Indonesia Mulai Kumpul di Jakarta, Elkan Baggott Comeback Jelang FIFA Series 2026
- Bukan Sekadar Pawai! Warga Lombok Timur Hadirkan Miniatur Masjid Pasca-Bencana Sumatra di Malam Takbiran
- Sejarah Baru! Veda Ega Pratama Jadi Pebalap Indonesia Pertama yang Naik Podium di Moto3 Brasil
- Chelsea Kian Terpuruk! Dibantai Everton 0-3, Enzo Fernandez Sebut The Blues Kehilangan Identitas
- Geger! CAF Cabut Gelar Juara Senegal, Maroko Resmi Dinobatkan Sebagai Raja Afrika 2025













