Beranda Metropolis Darurat Pelabuhan Muara Angke: 2.500 Kapal Menumpuk Tak Beraturan, Nelayan Terancam Gagal...

Darurat Pelabuhan Muara Angke: 2.500 Kapal Menumpuk Tak Beraturan, Nelayan Terancam Gagal Melaut

Muara Angke Macet: 2.500 Kapal Menumpuk, Nelayan Tak Melaut!
Muara Angke Macet: 2.500 Kapal Menumpuk, Nelayan Tak Melaut!

REALITANYANEWS, JAKARTA UTARA – Kondisi Pelabuhan Muara Angke, Penjaringan, Jakarta Utara, kian memprihatinkan. Ribuan kapal nelayan dilaporkan menumpuk tak beraturan hingga menghambat aktivitas melaut dan menciptakan risiko bahaya yang tinggi.

Berdasarkan unggahan video yang viral di akun Instagram @vlogwargajkt, terlihat sekitar 2.500 unit kapal terjepit dalam tumpukan yang tidak teratur. Kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu bencana besar jika tidak segera ditangani.

Nelayan Keluhkan Risiko Kebakaran dan Kemacetan Laut

Tokoh masyarakat nelayan Muara Angke, James Willing, menyatakan bahwa pihaknya sudah lama mengeluhkan penumpukan ini kepada pihak pengelola. Namun, hingga kini belum ada tindakan nyata.

"Keluhan kami simpel, tapi tidak pernah didengarkan. Padahal sudah dari bulan-bulan kemarin kita beritahukan bahwa kapal begitu banyak, tolong jangan diabaikan," ujar James di Jakarta, Kamis (29/1/2026).

Selain menghalangi aktivitas ekonomi, James sangat khawatir akan potensi kebakaran hebat. Belajar dari insiden serupa di Muara Baru, tumpukan kapal yang rapat akan membuat api sulit dipadamkan dan sulit dilakukan evakuasi.

"Kalau terjadi apa-apa, ini mau lari ke mana? Kapal tumpuk begitu banyak," ungkapnya cemas.

Dampak Ekonomi: Nelayan Terhambat Dua Minggu

Kemacetan di Pelabuhan Muara Angke ini disinyalir sudah terjadi sejak November 2025. James menyebutkan, aktivitas normal keluar-masuk pelabuhan mencapai 50-100 kapal per hari. Kini, banyak nelayan yang tertahan hingga 10 hari bahkan dua minggu tanpa bisa pergi mencari nafkah.

Kondisi ini juga mengakibatkan gesekan fisik antar badan kapal yang dapat merusak aset para nelayan.

Menanti Tindakan Gubernur Pramono Anung

James berharap Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dapat segera turun tangan menyelesaikan kemacetan laut ini. Ia juga menyinggung bahwa masalah ini berkaitan erat dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait ketahanan pangan.

"Pangan itu diutamakan, tapi kok kayak gini dibiarkan? Ini dampak ekonominya luar biasa bagi nelayan. Semoga Pak Gubernur bisa mendengarkan ini, tolong Pak Gubernur," pungkasnya.

Hingga saat ini, para nelayan masih berjaga secara mandiri melalui ronda dan patroli Kamtibmas untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, meski solusi permanen sangat mendesak untuk segera dilakukan.

Sumber: Inilah.com

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini