Beranda Football Asnawi Mangkualam Bongkar Kronologi Ban Kapten Timnas: “Saya Tidak Pernah Meminta Jadi...

Asnawi Mangkualam Bongkar Kronologi Ban Kapten Timnas: “Saya Tidak Pernah Meminta Jadi Kapten”

Asnawi Mangkualam. Foto: Getty Images/Robertus Pudyanto
Asnawi Mangkualam. Foto: Getty Images/Robertus Pudyanto

REALITANYANEWS, JAKARTA – Polemik pemilihan kapten Timnas Indonesia kembali mencuat, dan kali ini Asnawi Mangkualam Bahar memilih angkat bicara. Lewat pernyataan yang diunggah pada Kamis (11/12/2025), bek kanan andalan Garuda itu meluruskan berbagai tuduhan yang kembali diungkit anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga, dalam sebuah podcast.

Sebelumnya, Arya menyinggung pertandingan Indonesia kontra China pada laga ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Oktober 2024. Ia menyebut bahwa seharusnya Jay Idzes menjadi kapten, namun keputusan tiba-tiba berubah dan ban kapten diberikan kepada Asnawi.

“Tidak mungkin Jay Idzes diganti dari kapten kalau tidak ada masalah ruang ganti,” ujar Arya dalam podcast Bebas bersama Bung Harpa.

Pernyataan itu sontak memantik perdebatan baru. Bung Harpa menyebut yang ia tahu justru Asnawi adalah kapten utama. Namun Arya tetap bersikukuh bahwa status kapten sudah diberikan kepada Jay Idzes sebelum laga tersebut.

Asnawi Turun Tangan: “Sudah terlalu lama dibiarkan”

Merasa isu lama itu terus diarahkan padanya, Asnawi akhirnya membuka suara. Melalui Instagram Story, pemain Port FC itu mengklarifikasi langsung kronologi pemilihan kapten di era Shin Tae-yong.

“Saya ingin mengklarifikasi soal kapten. Sudah terlalu lama masalah ini dibiarkan dan menjadi bola liar,” tulisnya.

Asnawi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah meminta ban kapten. Keputusan berasal langsung dari Shin Tae-yong dan staf kepelatihan.

Bahkan jauh sebelum Piala Asia, Asnawi mengaku sudah ingin menyerahkan ban kapten ke pemain lain.

“Saya sudah bicara ke Coach Nova agar diberikan ke Jordi Amat,” ungkapnya. Namun staf pelatih menyatakan bahwa Shin masih mempercayainya sebagai pemimpin tim.

Diskusi Tertutup Pemain Senior

Asnawi juga mengungkap bahwa menjelang pertandingan melawan Australia di Stadion GBK, para pemain senior seperti Jay Idzes, Sandy Walsh, Thom Haye, dan Rizky Ridho mengadakan diskusi tertutup soal kepemimpinan tim.

“Kami membahas siapa kapten utama dan wakilnya. Tapi Coach Shin tetap mempercayakan kapten utama ke saya dan Jay sebagai wakil,” ujarnya.

Asnawi menegaskan bahwa pemain-pemain yang hadir dalam diskusi tersebut dapat mengonfirmasi semua kronologi ini.

“Kenapa Saya Selalu Disudutkan?”

Dalam klarifikasinya, Asnawi mempertanyakan mengapa isu yang sudah berlalu setahun ini terus diangkat kembali dan selalu diarahkan kepada dirinya.

“Kenapa seakan-akan saya selalu disudutkan? Kenapa masih membahas pertandingan lawan China?” tulisnya.

Ia menantang pernyataan Arya secara terbuka.

“Kalau memang benar Jay sudah ditentukan sebagai kapten, mohon beri tahu saya siapa yang mengatakan itu kepada Anda.”

Tidak Keberatan Jika Kapten Diambil Alih

Asnawi menutup klarifikasinya dengan nada tegas namun dewasa. Ia menegaskan bahwa memimpin Timnas adalah kehormatan, tetapi ia sama sekali tidak keberatan jika ada pemain lain yang lebih pantas menjadi kapten.

“Jika saya dipercaya, saya bangga. Tapi kalau ada yang lebih pantas, saya ikhlas,” ujarnya.

Ia mengakui performanya kala itu sedang menurun, dan menurutnya tugas sekarang adalah memperbaiki masa depan tim—bukan terus mengungkit konflik yang sudah berlalu.

Sumber: BolaSport/Viva

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini