
REALITANYANEWS, SUMATRA – Kepanikan melanda warga Pidie Jaya, Aceh, Senin (1/12) dini hari, setelah kabar bohong tentang naiknya air laut menyebar luas di tengah bencana banjir bandang dan longsor. Dalam hitungan menit, ribuan warga berlarian menuju pegunungan dengan penuh ketakutan bayang-bayang tsunami 2004 seperti hidup kembali di antara suara histeris dan kegelapan malam.
Di tengah situasi kacau itu, Muhammad (73), warga Gampong Beurawang, ikut terseret dalam gelombang kepanikan. Memiliki riwayat penyakit jantung, ia berusaha menyelamatkan diri bersama warga lain. Namun langkahnya terhenti di tengah perjalanan. Muhammad terjatuh dan tak sadarkan diri. Ia sempat dilarikan ke rumah sakit, tetapi nyawanya tidak tertolong.
“Bapak panik ketika mendengar orang berteriak air laut naik,” ujar anak korban, yang berharap aparat menindak tegas pelaku penyebar kabar palsu tersebut.Kepolisian bergerak cepat. Kasat Reskrim Polres Pidie Jaya, Fauzi Atmaja, membenarkan bahwa pihaknya telah mengamankan lima terduga penyebar hoaks. Mereka berasal dari beragam latar belakang mulai dari petani, mahasiswa, hingga ibu rumah tangga. Seluruhnya kini menjalani pemeriksaan untuk mendalami motif penyebaran isu yang memicu kepanikan massal itu.
@onaamiranda Berita hoax nytah siapa yang sebar kan smpk orng sepnik ini,,tlong prtnggung jwb kn brta isu air laut naik,,orng msh truma dgn bnjir jangan tmbh kan truman lgi,kasian kpda seaudra2 kita yg lgi kenak musibah trmsuk sya mksh 🙏
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.00 WIB, ketika teriakan “air laut naik” menggema dari Desa Lhok Sandeng, Kecamatan Meurah Dua. Warga dari berbagai gampong spontan melarikan diri dalam kondisi gelap dan terburu-buru. Banyak yang terpeleset, terjatuh, dan mengalami luka-luka. Trauma tsunami 2004, yang menewaskan ratusan ribu jiwa di Aceh, membuat masyarakat sangat mudah terpicu oleh kabar seperti ini.
Pidie Jaya merupakan salah satu dari 18 kabupaten/kota di Aceh yang terdampak banjir dan longsor akibat cuaca ekstrem imbas Siklon Tropis Senyar pada akhir November 2025. Di tengah situasi darurat seperti ini, informasi palsu terbukti memperburuk keadaan.
Warga yang sempat mengungsi berharap pemerintah meningkatkan sistem peringatan dini bencana agar masyarakat tidak lagi terjebak kabar menyesatkan.
“Keamanan informasi itu bagian dari keselamatan publik,” ujar salah seorang warga.Meski kondisi sudah berangsur tenang, luka sosial akibat kepanikan massal ini diperkirakan butuh waktu untuk pulih.
Sumber: Kumparan



![Reuni Hangat Shin Tae-yong dan ‘Anak Emas’ di Tengah Isu Kembali Latih Timnas Indonesia, Komentar Sang Anak Jadi Sorotan Mantan pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, kembali mencuri perhatian publik setelah membagikan momen kebersamaan dengan tiga mantan anak asuhnya. [Instagram @shintaeyong7777]](https://realitanyanews.com/wp-content/uploads/2026/03/74049-shin-tae-yong-180x135.jpg)







