Beranda Metropolis Video Dirut Perumda Tirta Patriot tampak tertidur saat rapat DPRD Bekasi viral

Video Dirut Perumda Tirta Patriot tampak tertidur saat rapat DPRD Bekasi viral

Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, tampak tertidur di dalam sebuah ruangan. FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO
Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Patriot, Ali Imam Faryadi, tampak tertidur di dalam sebuah ruangan. FOTO: TANGKAPAN LAYAR VIDEO

REALITANYANEWS, JABAR – Beredar sebuah video yang menampilkan Direktur Utama Perumda Tirta Patriot Kota Bekasi, Ali Imam Faryadi, tampak seolah tertidur di tengah agenda rapat bersama DPRD Kota Bekasi. Cuplikan pendek itu dengan cepat berkeliling di media sosial dan memantik beragam komentar publik.

Perumda Tirta Patriot BUMD yang mengurus penyediaan air bersih di Kota Bekasi kembali jadi sorotan. Namun, perhatian warganet justru bukan tertuju pada dugaan sang Dirut tertidur, melainkan pada siapa oknum perekam dan penyebar video yang diduga kuat berasal dari dalam ruang rapat resmi tersebut.

Rapat yang dimaksud adalah agenda Panitia Khusus (Pansus) 8 DPRD Kota Bekasi. Berdasarkan informasi yang dihimpun, forum tersebut bersifat terbatas dan hanya dihadiri oleh anggota Pansus 8, Asisten Daerah II Pemkot Bekasi Innayatullah, serta jajaran Bagian Ekonomi Pemkot Bekasi. Dengan akses yang terbatas, muncul dugaan kuat bahwa perekam video adalah peserta rapat itu sendiri.

Penyebaran foto dan video dari ruang tertutup ini dinilai sebagai pelanggaran etika serius. Sejumlah pengamat kebijakan publik mendesak Badan Kehormatan (BK) DPRD turun tangan memeriksa oknum yang dianggap “usil” tersebut. Mereka menilai tindakan memotret atau merekam mitra kerja di momen tidak menguntungkan lalu menyebarkannya tanpa izin dapat menimbulkan kegaduhan politik yang tidak perlu.

Diskusi tajam soal isu ini menyeruak di Grup Marhaen, ruang diskusi pengamat politik dan kebijakan. Salah satu tokoh dalam grup tersebut menilai bahwa persoalan utama bukan soal “tidurnya” Dirut Perumda, melainkan motif di balik penyebarannya.

@inijabar.com #pdam #air ♬ suara asli – inijabardotcom

“Tidur itu manusiawi. Yang jadi soal, saya dengar ada anggota fraksi yang tidak segaris lalu share ke luar. Padahal, informasinya foto ini malah diambil saat jam istirahat,” ujar sumber itu.

Ia menambahkan bahwa narasi yang beredar di publik terkesan dibelokkan sehingga momen istirahat tampak seperti ketidakprofesionalan saat rapat berlangsung.

“Momen ini seakan benar tapi juga aneh. Masa ada rapat dengan wakil rakyat lalu dipelintir seolah semua tidur di depan publik?” lanjutnya.

Lebih jauh, sumber tersebut menilai tindakan membocorkan dokumentasi internal justru meruntuhkan martabat lembaga legislatif. Ia bahkan melayangkan kritik pedas kepada oknum anggota dewan yang diduga terlibat.

“Percayalah, oknum dewan seperti ini adalah wakil rakyat yang tidak pernah merasa jadi rakyat. Saya yakin akan dihukum oleh sanksi sosial rakyat,” tegasnya.

Ia juga menyinggung efektivitas Bimbingan Teknis (Bimtek) DPRD yang dinilai belum mampu mencetak dewan yang lebih beretika.

“Dengan peristiwa ini, Bimtek DPRD seolah gagal melahirkan dewan yang bermartabat. Saya minta Dewan Kehormatan memproses ini. Kok bisa ada dewan, wakil rakyat yang bertindak seceroboh dan segoblok ini?” pungkasnya.

Terlepas dari polemik apakah benar Dirut Perumda tertidur saat rapat atau hanya beristirahat, publik menilai hal paling penting adalah mengungkap siapa penyebar foto tersebut, apakah tindakan itu sesuai prosedur, dan apakah terdapat motif politik di baliknya. Praktik “bocor-bocoran” semacam ini dikhawatirkan dapat mengganggu hubungan antara legislatif dan eksekutif yang seharusnya berjalan sinergis.

Perlu diketahui, video yang beredar memperlihatkan Ali Imam Faryadi memejamkan mata dan bersandar di kursinya, sementara beberapa orang tampak duduk di belakang. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (19/11) dalam agenda Rapat Ekspose Pansus 8 terkait pembahasan Raperda Penyertaan Modal Pemerintah Kota Bekasi kepada BUMD Tahun Anggaran 2026.

Radar Bekasi telah mencoba meminta konfirmasi langsung kepada Ali Imam Faryadi, namun dua nomor telepon yang biasa ia gunakan tidak aktif.

Sumber: rakyatbekasi/radarbekasi

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini