Beranda Football Nova Arianto Puas Performa Timnas U-17, Namun Terkendala Administrasi Pemain Diaspora

Nova Arianto Puas Performa Timnas U-17, Namun Terkendala Administrasi Pemain Diaspora

Nova Arianto. (Foto: dok. PSSI)

Realitanyanews, BALI– Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, mengaku puas dengan perkembangan anak asuhnya selama pemusatan latihan di Bali. Meski begitu, kendala administratif masih menjadi tantangan, terutama bagi beberapa pemain diaspora yang belum memiliki paspor Indonesia.

Pemusatan latihan yang berlangsung di Stadion Gelora Samudera, Kuta, resmi berakhir pada Minggu (13/7/2025) dan ditutup dengan sesi internal game tertutup. Dalam laga ini, hadir satu pemain diaspora baru yakni Xavier Markx, adik dari pemain Timnas U-23 Dion Markx. Xavier sudah mengikuti tiga sesi latihan bersama Timnas U-17.

“Saya dapat rekomendasi dari beberapa teman, termasuk Fardy (Bachdim). Xavier dicoba untuk menggantikan posisi Floris (de Pagter) yang mengalami cedera dislokasi bahu,” jelas Nova Arianto.

Nova mengapresiasi perkembangan positif para pemain diaspora yang bergabung dalam pemusatan latihan kali ini. Namun, beberapa di antaranya tidak dapat melanjutkan latihan karena harus kembali ke klub masing-masing, termasuk Xavier dan Jona Giesselink.

“Jona hanya diberi izin oleh FC Emmen sampai 14 Juli. Tapi sejauh ini perkembangan mereka bagus. Saya senang karena mereka berusaha beradaptasi dengan cuaca dan makanan di sini,” ujarnya.

Pemain Diaspora Terkendala Paspor

Terkait kemungkinan pencoretan pemain, Nova mengaku sudah memiliki gambaran. Namun untuk para pemain diaspora, ia menyerahkan sepenuhnya kepada PSSI, terutama yang menyangkut persoalan administrasi.

“Rata-rata mereka masih di bawah usia 17 tahun dan belum memiliki paspor Indonesia. Bahkan orang tua mereka juga tidak memiliki paspor Indonesia. Ini tentu menjadi tantangan tersendiri,” tambah Nova.

Nova juga menyebut masih ada beberapa nama potensial yang kemungkinan besar akan dipanggil untuk memperkuat Timnas U-17, seperti Zahaby Gholy dan Nazriel Alfaro Syahdan yang baru saja menyelesaikan turnamen Piala Presiden 2025.

“Besok mereka sudah bisa bergabung,” terangnya. “Masih ada juga Lucas Lee dan Mathew Baker. Untuk Baker, baru bisa gabung pada 5 Agustus nanti.”

Ayah Xavier: Ini Impian Anak Saya

Sementara itu, ayah Xavier, Fritz Markx, tampak hadir menyaksikan internal game. Ia mengaku bangga sang anak bisa dipanggil ke pemusatan latihan Timnas U-17, meski hanya menjalani tiga hari latihan.

“Xavier sangat ingin bergabung dengan Timnas U-17. Kami awalnya sedang liburan di Bali saat dia mendapat panggilan. Meski liburannya terganggu, saya senang karena ini impian Xavier,” ucap Fritz.

Xavier saat ini membela Vitesse U-17 di Belanda. Menurut Fritz, sang kakak, Dion Markx, juga mendukung penuh keinginan Xavier untuk memperkuat Garuda Muda di Piala Dunia U-17 2025 yang akan digelar di Qatar, November mendatang.

“Dion sangat mendukung adiknya. Sayangnya, Dion belum bisa memperkuat Timnas U-23 karena belum diizinkan klub. Ia baru bisa bergabung pada kualifikasi Piala Asia nanti di bulan September,” pungkas Fritz.

Sumber: Bola.com

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini