REALITANYANEWS, JAKARTA – Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), akhirnya buka suara setelah resmi diberhentikan dari posisinya sebagai pelatih Ulsan HD, hanya dua bulan setelah ditunjuk pada Agustus 2025. Pemecatan ini terjadi akibat performa buruk tim yang hanya mencatat dua kemenangan dari sepuluh laga, termasuk kekalahan telak 0-4 di laga terakhir.
Namun, dalam wawancara eksklusif dengan KBS, Shin Tae-yong membantah keras berbagai tudingan yang beredar, termasuk isu kekerasan verbal dan fisik terhadap pemain.
“Filosofi sepak bola saya adalah tidak boleh menyumpahi atau melukai pemain. Orang-orang menyebut saya punya gaya ‘kepemimpinan seorang abang’,” ujar STY, menegaskan kedekatannya dengan pemain gaya yang juga ia terapkan saat melatih Timnas Indonesia.
Bantah Kritik dan Sindir Pengamat Korea
STY juga menepis anggapan bahwa taktiknya tidak cocok dengan Liga Korea Selatan. Ia menyebut para pengkritik terlalu meremehkan kiprahnya selama lima tahun menukangi Timnas Indonesia.
“Saya 100 persen tidak setuju dengan kritik bahwa taktik saya gagal di K-League. Orang-orang terus meremehkan pengalaman saya di Indonesia,” ucapnya.“Tapi bagaimana mungkin tim peringkat 127 FIFA bisa mengalahkan Arab Saudi atau bermain imbang dengan Australia? Itu omong kosong.”Pelatih berusia 54 tahun itu menilai kegagalannya di Ulsan lebih disebabkan oleh minimnya dukungan internal klub, bukan karena strategi atau taktik yang ia terapkan.
“Jika klub memberi saya kekuatan penuh, saya pasti bisa membawa Ulsan finis di enam besar,” tegasnya.Pernyataan ini dianggap publik Korea sebagai sindiran halus kepada manajemen Ulsan HD dan para pengamat yang menyepelekan pencapaian STY di Indonesia.
Awal Singkat Bersama Ulsan HD
Ulsan HD resmi memutus kontrak Shin Tae-yong pada 9 Oktober 2025, setelah tim gagal bangkit dari tren negatif di kompetisi domestik.
Padahal, STY sempat membuka debutnya dengan kemenangan 1-0 atas Jeju SK pada 9 Agustus 2025.
Sayangnya, performa Ulsan anjlok tujuh laga tanpa kemenangan, dengan tiga hasil imbang dan empat kekalahan.
Sebagai juara bertahan K-League 1, posisi Ulsan pun melorot ke peringkat ke-10 dari total 12 tim. Klub kemudian menunjuk Noh Sang-rae sebagai pelatih sementara.
Rekam Jejak Gemilang Bersama Timnas Indonesia
Sebelum kembali ke Korea, Shin Tae-yong menorehkan prestasi gemilang bersama Timnas Indonesia sejak 2019.
Dalam lima tahun masa kepelatihannya, STY sukses membawa Garuda mencatat berbagai pencapaian:
- 🏆 16 besar Piala Asia 2023
- 🥈 Runner-up Piala AFF 2020
- 🎟️ Lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026
- 🏅 Lolos ke Piala Asia 2027
Di level usia muda, STY juga mempersembahkan:
- 🥉 Medali perunggu SEA Games 2021
- 🥈 Runner-up Piala AFF U-23 2023
- 🏅 Peringkat keempat Piala Asia U-23 2024
Secara keseluruhan, STY mencatat:
- 57 laga bersama Timnas Indonesia senior: 26 menang, 14 imbang, 17 kalah
- 21 laga bersama U-23: 11 menang, 10 kalah
- 38 laga bersama U-19/U-20: 18 menang, 7 seri, 13 kalah
Capaian ini jadi bukti bahwa kiprahnya di Indonesia bukan sekadar “pengalaman Asia Tenggara”, melainkan perjalanan membangun fondasi sepak bola modern untuk Garuda.
Kini, masa depan Shin Tae-yong terbuka lebar. Meski gagal di Ulsan HD, nama STY tetap harum di Indonesia berkat kontribusinya membangkitkan sepak bola nasional. Satu hal yang pasti pelatih yang dikenal disiplin dan visioner ini belum habis. Dunia sepak bola masih akan mendengar namanya lagi.













