REALITANYANEWS, JAKARTA – Rekaman materi stand up comedy bertajuk Mens Rea menjadi bagian dari barang bukti dalam laporan dugaan penistaan Pandji Pragiwaksono yang kini ditangani Polda Metro Jaya.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa laporan tersebut berkaitan dengan dugaan penghasutan di muka umum serta dugaan penistaan agama yang diduga muncul dalam materi pertunjukan komedi tersebut.
“Laporan menyangkut dugaan penghasutan di muka umum dan dugaan penistaan agama terkait pernyataan dalam acara bertajuk Mens Rea,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Kamis (8/1/2026).Dalam laporan itu, Pandji dilaporkan dengan dugaan pelanggaran Pasal 300 dan/atau Pasal 301 KUHP serta Pasal 242 dan/atau Pasal 243 KUHP. Laporan tersebut tercatat dengan nomor LP/B/166/I/2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 8 Januari 2026.
Budi menjelaskan, saat ini penyidik masih melakukan klarifikasi serta menganalisis seluruh barang bukti yang diserahkan oleh pelapor. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi selama proses hukum berjalan.
“Penyidik akan melakukan klarifikasi dan analisis barang bukti. Kami mengimbau masyarakat tetap bijak dan memberi ruang bagi aparat dalam penegakan hukum,” jelasnya.Adapun pelapor berasal dari Angkatan Muda Nahdlatul Ulama (NU) bersama Aliansi Muda Muhammadiyah. Mereka menilai materi yang disampaikan dalam pertunjukan tersebut menimbulkan keresahan dan berpotensi memicu perpecahan di tengah masyarakat.
Baca Juga:
BEM se-Kalsel temui Wapres Gibran saat tinjau banjir di Banjar
Presidium Angkatan Muda NU, Rizki Abdul Rahman Wahid, menyebut laporan itu dibuat sebagai respons atas kegaduhan yang muncul di ruang publik.
“Kami menilai pernyataan tersebut cenderung merendahkan dan menimbulkan kegaduhan. Ini menjadi keresahan kami sebagai bagian dari anak bangsa,” ujarnya kepada wartawan.Dalam laporan tersebut, pelapor turut melampirkan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit flashdisk berisi rekaman materi Mens Rea, tangkapan layar gambar, serta dokumen pendukung lainnya.
Pihak kepolisian memastikan laporan tersebut telah ditindaklanjuti dan proses penyelidikan masih terus berlangsung.
Sumber: Detik













