Beranda Metropolis Kericuhan Pecah di Meksiko Usai Bos Kartel El Mencho Tewas, Keamanan Piala...

Kericuhan Pecah di Meksiko Usai Bos Kartel El Mencho Tewas, Keamanan Piala Dunia 2026 Jadi Sorotan

Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)
Piala Dunia FIFA 2026 akan diselenggarakan di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari Juni hingga Juli 2026. Turnamen kali ini menandai edisi pertama turnamen itu dengan kompetisi 48 tim dengan total 104 pertandingan. (ULISES RUIZ/AFP)

REALITANYANEWS, MEKSIKO – Kericuhan besar meletus di Meksiko setelah pemimpin kartel Jalisco New Generation Cartel (CJNG), Nemesio “El Mencho” Oseguera Cervantes, dilaporkan tewas dalam operasi militer di Tapalpa, Jalisco, pada 22 Februari 2026.

Insiden ini memicu gelombang kekerasan balasan yang brutal dari anggota kartel di beberapa negara bagian. Aksi pembakaran kendaraan, serangan ke SPBU, toko-toko, hingga baku tembak massal terjadi, yang kini mengancam stabilitas keamanan Piala Dunia 2026.

Sebuah bus dibakar oleh kelompok kejahatan terorganisir sebagai respons atas operasi di Negara Bagian Jalisco untuk menangkap target keamanan prioritas tinggi, terbakar di salah satu jalan utama di Zapopan, Jalisco, Meksiko, pada 22 Februari 2026. Warga sipil bersenjata memblokade sejumlah jalan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko barat, setelah operasi pasukan federal di kota Tapalpa, lapor otoritas setempat. Jalisco, yang akan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026 mendatang, merupakan basis Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG) yang kuat, dan dalam beberapa tahun terakhir diguncang berbagai episode kekerasan. (Ulises Ruiz / AFP)
Sebuah bus dibakar oleh kelompok kejahatan terorganisir sebagai respons atas operasi di Negara Bagian Jalisco untuk menangkap target keamanan prioritas tinggi, terbakar di salah satu jalan utama di Zapopan, Jalisco, Meksiko, pada 22 Februari 2026. Warga sipil bersenjata memblokade sejumlah jalan di Negara Bagian Jalisco, Meksiko barat, setelah operasi pasukan federal di kota Tapalpa, lapor otoritas setempat. Jalisco, yang akan menjadi tuan rumah empat pertandingan Piala Dunia 2026 mendatang, merupakan basis Kartel Jalisco Generasi Baru (CJNG) yang kuat, dan dalam beberapa tahun terakhir diguncang berbagai episode kekerasan. (Ulises Ruiz / AFP)

Kekhawatiran di Guadalajara dan Stadion Akron

Guadalajara, yang merupakan salah satu kota tuan rumah Piala Dunia 2026, terdampak parah. Kekhawatiran meningkat karena Stadion Akron dijadwalkan menggelar pertandingan penting seperti Spanyol vs Uruguay dan Meksiko vs Korea Selatan.

Jutaan penggemar yang sudah bersiap memadati turnamen ini mulai mengkhawatirkan keselamatan mereka. Meski demikian, hingga saat ini FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi atau peringatan khusus terkait eskalasi kekerasan ini.

Personel Garda Nasional tiba ketika para penumpang meninggalkan Bandara Internasional Guadalajara di Tlajomulco, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Ulises Ruiz / AFP)
Personel Garda Nasional tiba ketika para penumpang meninggalkan Bandara Internasional Guadalajara di Tlajomulco, Negara Bagian Jalisco, Meksiko, 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Ulises Ruiz / AFP)

Kronologi Tewasnya El Mencho dalam Operasi Militer

Tentara Meksiko melakukan operasi senyap di kota Tapalpa dan berhasil menewaskan Oseguera Cervantes. Sebagai pemimpin CJNG, “El Mencho” merupakan sosok paling dicari karena peran besarnya dalam penyelundupan metamfetamin dan fentanyl ke Amerika Serikat.

Kematian tokoh sentral ini memicu aksi blokade jalan menggunakan kendaraan yang dibakar di wilayah barat daya Meksiko. Menanggapi situasi genting ini, beberapa negara mulai mengeluarkan peringatan perjalanan:

  • Kanada (Global Affairs Canada): Mendesak warganya menghindari perjalanan yang tidak perlu ke puluhan wilayah di Meksiko.
  • Amerika Serikat (Departemen Luar Negeri): Meminta warga AS untuk berlindung di tempat aman dan tidak bepergian untuk sementara waktu.
Pasukan khusus Garda Nasional Meksiko berpatroli di sekitar markas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City pada 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari 2026 bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Alfredo ESTRELLA / AFP)
Pasukan khusus Garda Nasional Meksiko berpatroli di sekitar markas Kantor Kejaksaan Khusus untuk Kejahatan Terorganisir (FEMDO) di Mexico City pada 22 Februari 2026. Meksiko mengonfirmasi pada 22 Februari 2026 bahwa tentara menewaskan seorang pemimpin kartel narkoba kuat yang merupakan salah satu buronan paling dicari di negara itu dan di Amerika Serikat. Nemesio Oseguera, pemimpin berusia 59 tahun dari Kartel Jalisco Generasi Baru (Jalisco New Generation Cartel) yang dikenal brutal, terluka dalam bentrokan dengan tentara di kota Tapalpa dan meninggal saat diterbangkan ke Mexico City, menurut pernyataan militer. (Alfredo ESTRELLA / AFP)

Turnamen Terbesar dalam Bayang-Bayang Kekerasan

Gelombang kekerasan ini pecah kurang dari 100 hari sebelum Mexico City menggelar laga pembuka Piala Dunia 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan pada 11 Juni mendatang.

Piala Dunia 2026 dirancang menjadi yang terbesar dalam sejarah dengan 48 tim dan 104 laga di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Namun, tantangan besar kini menanti panitia penyelenggara untuk memastikan keselamatan suporter di tengah situasi yang belum stabil.

Hingga kini, publik dunia terus memantau langkah tegas pemerintah Meksiko dalam meredam konflik kartel agar pesta sepak bola terbesar ini tetap berjalan lancar sesuai jadwal.

Sumber: Daily Mail

Baca Juga:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini