Beranda KALSEL Dari Kawat Bulu Jadi Bunga, Warga Banjarmasin Asah Kreativitas di Workshop Giant...

Dari Kawat Bulu Jadi Bunga, Warga Banjarmasin Asah Kreativitas di Workshop Giant Tulip

Dari Kawat Bulu Jadi Bunga, Warga Banjarmasin Asah Kreativitas di Workshop Giant Tulip. Foto Dok Istimewa
Dari Kawat Bulu Jadi Bunga, Warga Banjarmasin Asah Kreativitas di Workshop Giant Tulip. Foto Dok Istimewa

REALITANYANEWS, BANJARMASIN — Sejumlah peserta di Banjarmasin mengubah kawat bulu atau pipe cleaner menjadi bunga tulip berukuran besar dalam Workshop Giant Tulip yang digelar Trio Motor Kolonel bersama Crafthouse Kalsel.

Berlokasi di Dealer Trio Motor Kolonel, Jalan Kolonel Sugiono Nomor 10–12 Banjarmasin, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk mencoba membuat kerajinan tangan sekaligus mengembangkan kreativitas melalui teknik sederhana.

Sebanyak 20 peserta mengikuti workshop secara gratis. Mereka mendapatkan pendampingan langsung untuk mengenal material, membentuk bagian bunga, hingga merangkainya menjadi dekorasi berbentuk giant tulip.

Belajar Membuat Tulip dari Kawat Bulu

Selama workshop berlangsung, peserta tidak hanya melihat demonstrasi dari instruktur. Mereka juga langsung mencoba setiap tahapan pembuatan.

Kawat bulu dipotong dan dibentuk secara bertahap hingga menyerupai kelopak dan bagian lain dari bunga. Setelah itu, setiap komponen dirangkai menjadi satu kesatuan.

Proses tersebut membutuhkan ketelitian dan kesabaran. Bentuk bunga yang dihasilkan pun tidak selalu sama karena setiap peserta memiliki cara masing-masing dalam mengolah material dan memberikan sentuhan pada hasil akhirnya.

Suasana workshop berlangsung cukup santai. Peserta dapat saling bertukar ide sembari menyelesaikan karya masing-masing.

Hasil kerajinan yang telah selesai kemudian menjadi bukti bahwa material sederhana dapat diolah menjadi dekorasi yang menarik melalui kreativitas dan keterampilan tangan.

Bukan Sekadar Membuat Kerajinan

Supervisor Area Kalimantan Selatan, Gema Aji Rimbawan, mengatakan kegiatan tersebut dihadirkan sebagai ruang bagi masyarakat untuk mencoba aktivitas kreatif sekaligus mendapatkan pengalaman baru.

“Kami berupaya secara konsisten menghadirkan ruang interaksi yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga mampu memantik inspirasi positif bagi warga sekitar. Lewat kegiatan kriya ini, kami ingin memberikan ruang berekspresi dan mengiringi setiap langkah kreatif masyarakat Kalimantan Selatan dalam menghasilkan karya-karya yang bernilai dan membanggakan,” ujar Gema Aji Rimbawan.

Menurutnya, kegiatan berbasis kreativitas dapat menjadi salah satu cara untuk mempertemukan masyarakat dengan berbagai keterampilan baru.

Workshop juga memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengenal proses pembuatan kerajinan secara langsung, bukan sekadar melihat produk yang sudah jadi.

Kreativitas Bisa Jadi Peluang

Kerajinan tangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mengisi waktu luang. Jika dikembangkan secara konsisten, keterampilan membuat produk dekorasi juga dapat membuka peluang untuk menghasilkan karya yang memiliki nilai ekonomi.

Karena itu, pengalaman yang didapat peserta dalam workshop dapat menjadi langkah awal untuk mengenal lebih jauh dunia craft dan ekonomi kreatif.

Produk seperti bunga dekorasi dapat dikembangkan dengan berbagai ukuran, warna, dan desain sesuai kebutuhan. Kreativitas dalam menentukan bentuk dan penyajian menjadi salah satu bagian penting untuk membuat sebuah kerajinan memiliki karakter tersendiri.

Meski workshop ini bersifat pengenalan, pengalaman tersebut dapat menjadi pemicu bagi peserta yang ingin melanjutkan keterampilan mereka secara mandiri.

Buka Ruang Kolaborasi Lokal

Kolaborasi Trio Motor Kolonel dengan Crafthouse Kalsel juga memperlihatkan bagaimana pelaku kegiatan kreatif lokal dapat berbagi pengetahuan dengan masyarakat melalui ruang yang lebih terbuka.

Bagi peserta, kehadiran instruktur membuat proses belajar menjadi lebih mudah karena setiap tahapan dapat dipraktikkan secara langsung.

Sementara bagi komunitas atau pelaku kreatif, kegiatan semacam ini dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan keterampilan dan karya kepada masyarakat yang lebih luas.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari semangat Sinergi Bagi Negeri melalui aktivitas yang melibatkan masyarakat dan mengangkat kreativitas lokal.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus menghadirkan tema-tema kreatif yang beragam sehingga semakin banyak masyarakat memiliki kesempatan untuk mencoba keterampilan baru.

Sebab, dari sebuah kawat bulu yang sederhana, peserta tidak hanya menghasilkan bunga tulip.

Mereka juga mendapatkan pengalaman, keterampilan, dan ide baru bahwa kreativitas dapat dimulai dari bahan sederhana—lalu berkembang menjadi sebuah karya yang punya cerita dan potensi.

BACA JUGA:

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini