
REALITANYANEWS, JAKARTA — Sebuah video yang memperlihatkan keteguhan hati anak-anak sekolah dasar (SD) di Papua dalam menuntut ilmu tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Video yang diunggah ulang oleh akun Cretivox melalui platform TikTok ini mengundang rasa haru sekaligus kekaguman dari ribuan warganet.
Dalam tayangan tersebut, terlihat sejumlah siswa mengikuti kegiatan belajar-mengajar di ruang kelas yang sangat bersahaja. Alih-alih lantai semen atau keramik, anak-anak ini duduk dengan tenang di atas lantai beralaskan jerami dengan dinding kelas yang masih semi-permanen.
Keterbatasan yang Tak Memadamkan Semangat
Meski fasilitas yang tersedia sangat minim, antusiasme para siswa tidak sedikit pun meredup. Mereka tampak fokus mendengarkan penjelasan guru, seolah kondisi fisik bangunan bukanlah penghalang bagi impian mereka.
Berdasarkan keterangan unggahan yang bersumber dari akun TikTok @explorewith_ibuguru, perjuangan anak-anak ini untuk sampai ke sekolah pun tidaklah mudah.
“Setiap hari mereka datang ke sekolah dengan berjalan kaki, bahkan tak jarang dalam kondisi perut belum terisi penuh. Meski serba terbatas, semangat belajar anak-anak ini tetap menyala,” tulis keterangan dalam unggahan viral tersebut.@explorewith_ibuguru Di kelas kecil ini, ada anak-anak dengan seragam sederhana dan duduk beralaskan rumput alang2. Mereka datang jalan kaki jauh… kadang perut belum terisi penuh… Tapi setiap pagi dong tetap duduk rapi dan bilang, “Pak guru, Ibu guru sa mau belajar.” Hati siapa yang tra tersentuh lihat begini? 💔 Tong mungkin lihat keterbatasan… tapi Tuhan lihat masa depan besar dalam diri dong. Dari tanah Papua, harapan itu tra pernah padam. 💙 #fyp #foryou #gurusd #gurupedalaman ♬ suara asli – explorewith_ibuguru
Refleksi Kesenjangan Pendidikan di Indonesia
Realitas yang ditampilkan dalam video tersebut membuka kembali diskusi publik mengenai tantangan akses pendidikan di wilayah terpencil (3T). Ribuan komentar warganet membanjiri unggahan tersebut, mayoritas menyatakan rasa bangga sekaligus pengingat bagi pemerintah mengenai pentingnya pemerataan fasilitas pendidikan.
Fenomena ini membuktikan bahwa tekad dan motivasi internal adalah mesin utama dalam pendidikan, namun dukungan sarana yang layak tetap menjadi hak dasar yang harus dipenuhi bagi setiap anak bangsa, di mana pun mereka berada.
Hingga saat ini, video tersebut terus dibagikan secara luas sebagai simbol harapan dan pengingat akan ketangguhan anak-anak di ufuk timur Indonesia dalam meraih masa depan yang lebih baik.
BACA JUGA:
- Yamaha Kalselteng Gelar Program “Kartini”: Riding City dan Creative Class di Banjarmasin
- Honda Trio Motor Edukasi Orang Tua: Bonceng Anak Harus #Cari_Aman, Bukan Asal Jalan
- Harga LPG Pink di HST Melonjak, 5,5 Kg Tembus Rp135 Ribu akibat Distribusi Terganggu
- Jemaah Haji Aceh 2026: Usia 15 hingga 101 Tahun, Semangat Ibadah Tak Kenal Batas
- Honda dan IMHKST Perkuat Solidaritas, Gaungkan #Cari_Aman













