Beranda Sosial & Budaya Penjualan Miras Global Terjun Bebas, Gen Z Pilih Kopi Gula Aren yang...

Penjualan Miras Global Terjun Bebas, Gen Z Pilih Kopi Gula Aren yang Lebih Sehat

penjualan miras global menurun akibat gen z beralih ke kopi gula aren
penjualan miras global menurun akibat gen z beralih ke kopi gula aren

REALITANYANEWS, JAKARTA — Penjualan miras global mengalami penurunan tajam dalam beberapa tahun terakhir. Industri minuman beralkohol kini berada di bawah tekanan besar setelah Generasi Z menunjukkan perubahan signifikan dalam pola konsumsi. Alih-alih minuman beralkohol, generasi muda justru memilih kopi gula aren dan berbagai minuman non-alkohol yang dinilai lebih sehat, terjangkau, dan relevan dengan gaya hidup masa kini.

Laporan industri internasional mencatat, nilai penjualan miras global terus merosot dan diperkirakan telah kehilangan potensi pendapatan hingga ratusan miliar dolar AS. Tren ini menjadi sinyal kuat bahwa perubahan selera konsumen muda bukan sekadar fenomena sementara, melainkan pergeseran struktural yang nyata.

Perubahan Selera Gen Z yang Mengguncang Pasar

Generasi Z dikenal sebagai kelompok yang lebih sadar kesehatan, mental well-being, dan citra diri. Konsumsi alkohol yang selama ini identik dengan hiburan malam mulai dianggap tidak relevan. Stigma sosial, risiko kesehatan, serta harga miras yang semakin mahal membuat minuman keras kehilangan daya tariknya di kalangan anak muda.

Sebaliknya, minuman seperti kopi gula aren, matcha, dan minuman herbal justru naik daun. Selain mudah diakses, minuman ini juga selaras dengan tren produktivitas, kerja fleksibel, dan budaya nongkrong yang lebih santai.

Kopi Gula Aren: Murah, Sehat, dan Instagrammable

Kopi gula aren bukan sekadar minuman, melainkan simbol gaya hidup. Rasanya familiar, tampilannya estetik, dan harganya ramah kantong. Tak heran jika minuman ini menjadi ikon baru di berbagai kota besar.

Bagi Gen Z, kopi bukan hanya soal kafein, tetapi juga pengalaman sosial. Nongkrong di kafe dianggap lebih aman, produktif, dan “kekinian” dibandingkan budaya pesta malam yang lekat dengan alkohol.

Dampak Serius bagi Industri Miras Global

Penurunan konsumsi ini berdampak langsung pada kinerja keuangan produsen miras. Segmen anak muda yang selama ini menjadi target utama pemasaran kini perlahan menghilang. Sejumlah perusahaan minuman beralkohol dilaporkan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah dan dipaksa melakukan evaluasi besar-besaran.

Diversifikasi produk menjadi pilihan yang tak terhindarkan. Beberapa produsen mulai melirik minuman rendah alkohol, bahkan non-alkohol, demi tetap bertahan di tengah perubahan pasar.

Kafe Lokal Jadi Ruang Sosial Baru

Di sisi lain, tren ini membawa berkah bagi industri kopi dan minuman non-alkohol. Kedai kopi tumbuh pesat dan menjelma menjadi ruang sosial baru bagi generasi muda. Data menunjukkan, volume konsumsi kopi nasional diprediksi mencapai 4,8 juta kantong atau setara 288.000 ton dalam beberapa tahun ke depan.

Kafe bukan hanya tempat minum kopi, tetapi juga ruang kerja, diskusi, dan ekspresi kreatif. Pergeseran ini memperlihatkan bagaimana gaya hidup Gen Z membentuk ulang lanskap industri minuman.

Masa Depan Industri Minuman

Perubahan ini menegaskan satu hal: arah industri minuman kini ditentukan oleh generasi muda. Pilihan terhadap kopi gula aren dan minuman fungsional mencerminkan nilai baru—kesehatan, produktivitas, dan identitas digital.

Industri miras dihadapkan pada dua pilihan: beradaptasi atau tertinggal. Sementara itu, kopi dan minuman non-alkohol melaju kencang, menjadi simbol zaman baru konsumsi generasi modern.

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini