Beranda Olahraga Jude Bellingham Bantah Konflik dengan Xabi Alonso: Omong Kosong!

Jude Bellingham Bantah Konflik dengan Xabi Alonso: Omong Kosong!

Pemain Real Madrid, Jude Bellingham, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Osasuna pada laga pekan ke-9 La Liga 2023/2024 di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu, (7/10/2023). Bellinghamkembali menunjukkan katajamannya dalam urusan mencetak gol. (AP Photo/Jose Breton)
Pemain Real Madrid, Jude Bellingham, melakukan selebrasi setelah mencetak gol ke gawang Osasuna pada laga pekan ke-9 La Liga 2023/2024 di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu, (7/10/2023). Bellinghamkembali menunjukkan katajamannya dalam urusan mencetak gol. (AP Photo/Jose Breton)

REALITANYANEWS, JAKARTA – Jude Bellingham dengan tegas membantah rumor yang menyebut dirinya terlibat konflik dengan Xabi Alonso selama sang pelatih menangani Real Madrid. Gelandang asal Inggris itu menyebut isu yang beredar sebagai kabar palsu dan menyesatkan.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah Real Madrid resmi memecat Xabi Alonso dari kursi pelatih kepala pada Selasa (13/1/2026). Manajemen Los Blancos kemudian menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai pengganti, sebuah keputusan yang memicu spekulasi luas soal dinamika ruang ganti.

Pelatih Real Madrid asal Spanyol, Xabi Alonso (kanan), berbicara kepada gelandang Real Madrid asal Inggris bernomor punggung 05, Jude Bellingham, selama pertandingan pekan ke-6 Phase League UEFA Champions League antara Real Madrid CF dan Manchester City di Stadion Santiago Bernabeu di Madrid, Kamis (11-12-2025) dini hari WIB. (Thomas COEX/AFP)

Jude Bellingham Bantah Konflik dengan Xabi Alonso

Dalam sejumlah laporan media Spanyol dan Inggris, Jude Bellingham disebut menjadi bagian dari kelompok pemain yang sulit dikendalikan Alonso. Nama Vinicius Junior juga ikut terseret, dengan klaim bahwa beberapa pemain bintang mendukung kepergian pelatih berusia 44 tahun tersebut.

Isu itu langsung dibantah keras oleh Bellingham. Melalui unggahan di aplikasi pribadinya, pemain Timnas Inggris tersebut meluapkan kekesalannya terhadap pemberitaan yang menurutnya tidak berdasar.

“Sampai sekarang saya terlalu sering membiarkan hal-hal seperti ini berlalu, selalu berharap kebenaran akan muncul dengan sendirinya. Tapi jujur saja, ini omong kosong,” tulis Bellingham, dikutip dari Sportmole, Rabu (14/1/2026).

Ia juga mengkritik keras praktik media yang dinilainya mengejar sensasi semata. “Saya benar-benar kasihan pada orang-orang yang menelan mentah-mentah setiap kata dari badut-badut ini dan ‘sumber’ mereka. Jangan percaya semua yang kalian baca,” lanjutnya.

Kylian Mbappe dan Xabi Alonso saat Real Madrid takluk 0-4 dari PSG pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025. (JUAN MABROMATA / AFP)

Pemecatan Alonso Penuh Tanda Tanya

Pemecatan Xabi Alonso memang memunculkan banyak pertanyaan. Secara statistik, performa Real Madrid di bawah asuhannya belum bisa disebut gagal total. Los Blancos berada di posisi kedua klasemen La Liga, hanya terpaut empat poin dari Barcelona, dengan persentase kemenangan mencapai 70,6 persen.

Namun, kabar ketegangan internal disebut menjadi faktor utama. Alonso diyakini kesulitan menerapkan sistem favoritnya, 3-4-3, pada skuad yang sudah terbentuk dengan karakter dan ego besar.

Situasi itu membuat ruang ganti Real Madrid disebut tidak sepenuhnya kondusif. Dalam kondisi seperti itu, manajemen akhirnya mengambil langkah cepat dengan mengakhiri masa jabatan Alonso lebih awal.

Vinicius Junior dan Spekulasi Masa Depan

Selain Jude Bellingham, Vinicius Junior juga sempat dirumorkan mempertimbangkan hengkang dari Santiago Bernabeu akibat ketidakpuasan terhadap peran dan pendekatan Alonso. Namun, dengan ditunjuknya Alvaro Arbeloa sebagai pelatih baru, spekulasi tersebut diperkirakan akan mereda.

Arbeloa dikenal memiliki kedekatan emosional dengan klub serta pemahaman mendalam soal kultur Real Madrid. Manajemen berharap kehadirannya mampu meredam gejolak ruang ganti dan memulihkan stabilitas tim.

Pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, tampak kecewa setelah anak asuhnya bermain imbang 1-1 ketika menghadapi tuan rumah Girona pada laga lanjutan La Liga 2025/2026 di Montilivi, Senin (1/12/2025) dini hari WIB. (AP Photo/Joan Monfort)

Baca Juga: Madrid Kembali Tumbang, Barcelona Tak Tergoyahkan di Supercopa

Tantangan Berat di Depan Mata

Real Madrid masih memiliki peluang besar dalam perburuan gelar La Liga. Selisih empat poin dari Barcelona bukan jarak yang mustahil dikejar, terlebih laga El Clasico penentuan dijadwalkan berlangsung pada Mei mendatang.

Di Liga Champions, Los Blancos juga relatif aman dengan berada di peringkat tujuh fase liga. Namun, persoalan lama masih membayangi, terutama dalam aspek bertahan dan kontribusi defensif pemain ofensif.

Pemain seperti Vinicius Junior dan Kylian Mbappe kerap disorot karena minim kerja tanpa bola, sebuah masalah yang sebelumnya juga dialami Alonso. Kini, tantangan besar ada di tangan Alvaro Arbeloa untuk menyatukan kembali skuad bertabur bintang tersebut.

Pemecatan Xabi Alonso kembali memunculkan pertanyaan klasik: apakah Real Madrid sekali lagi mengorbankan pelatih demi menjaga harmoni dengan pemain-pemain bintang? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa bulan ke depan.

Sumber: Sportmole

Google search engine

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini