REALITANYANEWS, KAMBODIA/THAILAND — Sebuah postingan viral di media sosial mengklaim bahwa pesawat jet tempur F-16 menjatuhkan bom di sebuah kasino di Kamboja, dekat perbatasan dengan Thailand. Postingan ini, termasuk yang dibagikan ulang oleh akun @vintagr_pong_24, langsung memicu diskusi dan kekhawatiran publik terkait potensi konflik di wilayah perbatasan.
Detail Klaim di Media Sosial
Postingan viral ini menggunakan tagar seperti:
- #เขมร (Khmer/Kamboja)
- #คาสิโน (Kasino)
- #สงคราม (Perang)
- #ชายแดน (Perbatasan)
- #กัมพูชากับไทย (Kamboja dengan Thailand)
Meskipun menyebut aksi militer serius, tidak ada informasi spesifik mengenai waktu atau lokasi kasino yang terlibat.
Status Informasi: Belum Terverifikasi
Hingga kini, klaim mengenai F-16 menjatuhkan bom belum dikonfirmasi oleh otoritas resmi maupun media kredibel dari Thailand atau Kamboja. Pihak militer dan pemerintah kedua negara belum mengeluarkan pernyataan resmi.
Ahli media sosial memperingatkan bahwa klaim semacam ini sering muncul tanpa bukti nyata, terutama di tengah ketegangan yang kadang terjadi di wilayah perbatasan.
Konteks Perbatasan
Kasino di perbatasan Thailand-Kamboja, misalnya sekitar Poipet, sering menjadi lokasi favorit warga Thailand dan turis asing. Namun, klaim tentang serangan udara oleh jet tempur canggih merupakan peristiwa serius yang biasanya langsung dilaporkan media arus utama bila benar terjadi.
Laporan Invasi Pasukan Thailand
Selain klaim pengeboman, unggahan dari Daniel Motabastos menyebut bahwa pasukan Thailand dilaporkan menginvasi wilayah Kamboja dan melancarkan serangan udara atau tembakan artileri ke desa-desa perbatasan.
Jika benar, serangan ini dapat menyebabkan kerusakan signifikan dan ancaman bagi warga sipil, yang dilaporkan “terperangkap dalam kekacauan” akibat baku tembak.
Ketegangan Perbatasan
Hubungan Thailand dan Kamboja kerap tegang, terutama terkait sengketa wilayah di sekitar kuil-kuil kuno. Meskipun situasi relatif damai dalam beberapa periode terakhir, klaim invasi dan pengeboman ini berpotensi memicu krisis diplomatik dan militer yang serius di Asia Tenggara.
Penting: Publik diminta berhati-hati menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan menunggu konfirmasi resmi dari pemerintah atau media berita independen.













